8 Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki kehamilan trimester ketiga menandakan Anda semakin dekat dengan waktu persalinan. Janin yang ada di dalam kandungan juga semakin besar, terus berkembang dan tumbuh hingga waktu kelahiran tiba. Di sisi lain, Anda juga akan merasakan banyak perubahan tubuh saat hamil di trimester 3. Apa saja?

Berbagai perubahan tubuh di trimester 3 kehamilan

1. Kenaikan berat badan

Salah satu perubahan tubuh di awal trimester 3 adalah kenaikan berat badan drastis. Ini termasuk wajar karena diakibatkan oleh janin yang tumbuh semakin besar.

Selain itu, ukuran plasenta, cairan ketuban, rahim, serta payudara yang membesar juga menjadi alasan mengapa berat badan Anda semakin naik.

Kenaikan berat badan yang biasanya dialami oleh wanita – yang mempunyai IMT normal sebelum hamil – pada kehamilan trimester ketiga adalah sekitar 11-16 kg.

2. Sakit punggung dan panggul

Ketika Anda semakin dekat dengan waktu persalinan, maka hormon-hormon tubuh akan berubah. Perubahan hormon ini menyebabkan sendi antara tulang-tulang panggul mengendur.

Sebenarnya kondisi ini terjadi untuk memudahkan ibu hamil untuk mengeluarkan bayi saat persalinan nanti. Tetapi selama trimester ketiga justru hal ini yang menjadi penyebab sakit punggung pada ibu hamil.

3. Muncul kontraksi palsu

Bersiaplah untuk mengalami kontraksi beberapa kali selama hamil trimester 3. Kontraksi yang terjadi lebih dari sekali tersebut biasanya palsu bukan kontraksi tanda melahirkan nyata, meski gejala dan rasanya hampir sama.

Memang tidak semua wanita akan mengalami kontraksi palsu ini, tetapi bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi pada Anda. Beberapa hal yang membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi sebenarnya:

  • Kontraksi palsu biasanya tidak sesakit kontraksi saat ingin melahirkan
  • Tidak terjadi dalam interval waktu yang rutin
  • Bisa dihilangkan dengan berhenti melakukan aktivitas atau mengubah posisi duduk atau tidur.
  • Tidak terjadi dalam waktu yang lama
  • Semakin sering terjadi maka rasa sakitnya akan berkurang

4. Napas jadi lebih pendek

Janin yang semakin tumbuh besar pada trimester akhir akan secara otomatis mendorong rahim.

Diafragma (otot di bawah paru-paru yang membantu proses pengambilan udara) juga bergerak naik sekitar 4 cm dari posisi sebelum hamil. Ruang udara di dalam paru-paru juga dikompres. Semua hal ini mengakibatkan Anda tidak dapat mengambil terlalu banyak udara dalam satu tarikan napas.

5. Merasakan panas perut

Salah satu akibat dari perubahan hormon saat hamil trimester 3 adalah gejala heartburn alias panas perut. Sensasi panas atau heartburn ini muncul ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Pada ibu hamil, hormon progesteron akan melemaskan katup yang memisahkan antara kerongkongan dengan lambung, sehingga asam lambung dapat naik. Selain itu, hormon ini juga memperlambat kontraksi di dalam usus, jadi pencernaan menjadi lebih lambat.  

6. Bengkak di beberapa bagian tubuh

Selama kehamilan, tubuh menghasilkan darah 50% lebih banyak dibandingkan pada kondisi normal. hal ini tentu saja untuk menunjang bayi yang sedang ada di dalam kandung ibu. Semakin besarnya perut ibu, maka akan membuat pembuluh darah yang ada di sekitar rahim tertekan.

Tekanan ini membuat aliran darah menjadi lebih lambat dan menyebabkan penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering mengalami pembengkakan adalah pergelangan kaki dan sekitarnya.  

7. Sering buang air kecil

Ukuran rahim yang membesar juga bisa membuat kandung kemih – organ tubuh yang menampung urin sebelum dikeluarkan – tertekan. Posisi janin yang sudah bergerak ke arah panggul membuat kandung kemih semakin tertekan.

Tekanan pada kandung kemih merangsang Anda untuk lebih sering buang air kecil. Apalagi saat Anda tertawa, batuk, atau bersin, urin bisa saja keluar tiba-tiba karena ada tekanan tambahan dari aktivitas yang Anda lakukan saat itu.

8. Timbul ambeien dan varises di kaki

Ambeien atau wasir terjadi jika pembuluh darah yang ada di sekitar dubur yang mengalami pembengkakan. Sedangkan varises juga merupakan pembengkakan pembuluh darah, tapi dalam hal ini terjadi pada pembuluh darah kaki.

Pembengkakan pembuluh darah ini disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang pembuluh darah agar melebarkan diri selama kehamilan. Selain itu, tekanan dari rahim yang menyebabkan pembuluh darah di sekitar rahim terhambat membuat aliran darah di kaki dan bagian dubur juga melambat.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit