8 Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Oleh

Memasuki kehamilan trimester ketiga menandakan Anda semakin dekat dengan waktu persalinan. Janin yang ada di dalam kandungan juga semakin besar, terus berkembang dan tumbuh hingga waktu kelahiran tiba. Di sisi lain, Anda juga akan merasakan banyak perubahan tubuh saat hamil di trimester 3. Apa saja?

Berbagai perubahan tubuh di trimester 3 kehamilan

1. Kenaikan berat badan

Salah satu perubahan tubuh di awal trimester 3 adalah kenaikan berat badan drastis. Ini termasuk wajar karena diakibatkan oleh janin yang tumbuh semakin besar.

Selain itu, ukuran plasenta, cairan ketuban, rahim, serta payudara yang membesar juga menjadi alasan mengapa berat badan Anda semakin naik.

Kenaikan berat badan yang biasanya dialami oleh wanita – yang mempunyai IMT normal sebelum hamil – pada kehamilan trimester ketiga adalah sekitar 11-16 kg.

2. Sakit punggung dan panggul

Ketika Anda semakin dekat dengan waktu persalinan, maka hormon-hormon tubuh akan berubah. Perubahan hormon ini menyebabkan sendi antara tulang-tulang panggul mengendur.

Sebenarnya kondisi ini terjadi untuk memudahkan ibu hamil untuk mengeluarkan bayi saat persalinan nanti. Tetapi selama trimester ketiga justru hal ini yang menjadi penyebab sakit punggung pada ibu hamil.

3. Muncul kontraksi palsu

Bersiaplah untuk mengalami kontraksi beberapa kali selama hamil trimester 3. Kontraksi yang terjadi lebih dari sekali tersebut biasanya palsu bukan kontraksi tanda melahirkan nyata, meski gejala dan rasanya hampir sama.

Memang tidak semua wanita akan mengalami kontraksi palsu ini, tetapi bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi pada Anda. Beberapa hal yang membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi sebenarnya:

  • Kontraksi palsu biasanya tidak sesakit kontraksi saat ingin melahirkan
  • Tidak terjadi dalam interval waktu yang rutin
  • Bisa dihilangkan dengan berhenti melakukan aktivitas atau mengubah posisi duduk atau tidur.
  • Tidak terjadi dalam waktu yang lama
  • Semakin sering terjadi maka rasa sakitnya akan berkurang

4. Napas jadi lebih pendek

Janin yang semakin tumbuh besar pada trimester akhir akan secara otomatis mendorong rahim.

Diafragma (otot di bawah paru-paru yang membantu proses pengambilan udara) juga bergerak naik sekitar 4 cm dari posisi sebelum hamil. Ruang udara di dalam paru-paru juga dikompres. Semua hal ini mengakibatkan Anda tidak dapat mengambil terlalu banyak udara dalam satu tarikan napas.

5. Merasakan panas perut

Salah satu akibat dari perubahan hormon saat hamil trimester 3 adalah gejala heartburn alias panas perut. Sensasi panas atau heartburn ini muncul ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Pada ibu hamil, hormon progesteron akan melemaskan katup yang memisahkan antara kerongkongan dengan lambung, sehingga asam lambung dapat naik. Selain itu, hormon ini juga memperlambat kontraksi di dalam usus, jadi pencernaan menjadi lebih lambat.  

6. Bengkak di beberapa bagian tubuh

Selama kehamilan, tubuh menghasilkan darah 50% lebih banyak dibandingkan pada kondisi normal. hal ini tentu saja untuk menunjang bayi yang sedang ada di dalam kandung ibu. Semakin besarnya perut ibu, maka akan membuat pembuluh darah yang ada di sekitar rahim tertekan.

Tekanan ini membuat aliran darah menjadi lebih lambat dan menyebabkan penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering mengalami pembengkakan adalah pergelangan kaki dan sekitarnya.  

7. Sering buang air kecil

Ukuran rahim yang membesar juga bisa membuat kandung kemih – organ tubuh yang menampung urin sebelum dikeluarkan – tertekan. Posisi janin yang sudah bergerak ke arah panggul membuat kandung kemih semakin tertekan.

Tekanan pada kandung kemih merangsang Anda untuk lebih sering buang air kecil. Apalagi saat Anda tertawa, batuk, atau bersin, urin bisa saja keluar tiba-tiba karena ada tekanan tambahan dari aktivitas yang Anda lakukan saat itu.

8. Timbul ambeien dan varises di kaki

Ambeien atau wasir terjadi jika pembuluh darah yang ada di sekitar dubur yang mengalami pembengkakan. Sedangkan varises juga merupakan pembengkakan pembuluh darah, tapi dalam hal ini terjadi pada pembuluh darah kaki.

Pembengkakan pembuluh darah ini disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang pembuluh darah agar melebarkan diri selama kehamilan. Selain itu, tekanan dari rahim yang menyebabkan pembuluh darah di sekitar rahim terhambat membuat aliran darah di kaki dan bagian dubur juga melambat.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca