Menyiapkan Si Sulung untuk Punya Adik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Desember 2019 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sedang menunggu kelahiran anak kedua? Ini pasti suatu hal yang membahagiakan bagi Anda dan keluarga. Segala persiapan telah dilakukan untuk menyambut kelahiran anak kedua, mulai dari perlengkapan bayi sampai biaya persalinan. Eits… tapi tunggu dulu, sudahkah Anda mempersiapkan anak pertama untuk punya adik?

Memberi pengertian ke anak pertama bahwa sebentar lagi ia akan mempunyai adik adalah suatu hal yang juga harus Anda siapkan sebelum bayi kedua Anda lahir, terlebih lagi jika anak pertama Anda masih berusia satu atau dua tahun. Kedatangan bayi baru bisa membawa perubahan pada keluarga, Anda sebagai orangtua pasti lebih banyak memberikan perhatian untuk merawat bayi yang baru lahir dibandingkan dengan ke anak pertama Anda.

Hal inilah yang dapat membuat anak pertama merasa cemburu atau merasa tersaingi dengan adiknya yang baru lahir. Namun, hal ini bisa Anda antisipasi dengan memberikan pengertian kepada anak pertama sebelum bayi kedua Anda lahir. Ini akan membuat segalanya lebih mudah untuk Anda.

Persiapan yang dapat dilakukan selama masa kehamilan

Anda sudah bisa mulai untuk memberi pengertian ke anak pertama Anda semenjak Anda hamil. Dengan begitu, ia akan lebih mengerti bahwa sebentar lagi akan ada anggota baru yang datang di keluarga. Namun, saat memberi tahu anak tentang kehamilan Anda, pertimbangkan tingkat kematangan anak Anda dan kenyamanan Anda sendiri.

Ceritakan bahwa Anda sedang hamil dan sebentar lagi ia akan punya adik

Anda bisa bercerita bahwa sekarang di perut Anda sedang ada calon adiknya. Anak Anda perlu mengetahuinya dari Anda langsung, bukan dari orang lain. Anda mungkin perlu untuk menunjukkan dan menceritakan foto kehamilan anak pertama Anda, foto anak pertama Anda ketika masih bayi, atau lainnya untuk membantu anak memahami bahwa bayi dalam kandungan dan bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus.

Mengunjungi teman Anda yang mempunyai bayi juga bisa membantu anak membangun interaksi dengan bayi dan Anda bisa melihat apakah anak suka dengan bayi. Mengajak anak pertama Anda saat Anda mengunjungi dokter kandungan juga dapat membantu anak secara perlahan untuk menerima kehadiran adiknya yang akan lahir nanti.

Anda juga bisa membiarkan anak Anda memegang perut Anda agar ia bisa merasakan tendangan atau gerakan adiknya yang masih dalam kandungan. Selalu ceritakan hal-hal positif tentang bayi Anda dalam kandungan kepada anak Anda, jangan biarkan anak Anda mengetahui Anda sakit atau kelelahan saat sedang hamil.

Bangun waktu bersama ayah

Anda tidak dapat bekerja sendiri, ingat Anda bisa bekerja sama dengan pasangan Anda untuk memberi pengertian pada anak. Jika anak pertama Anda sudah terbiasa banyak menghabiskan waktu bersama Anda, cobalah untuk mengajak anak Anda untuk lebih lama menghabiskan waktu bersama ayahnya.

Hal ini akan melatih anak agar tidak selalu bersama Anda, sehingga nantinya akan membantu Anda saat bayi sudah lahir. Setelah bayi lahir, tentu Anda membutuhkan waktu untuk Anda sendiri sebagai masa pemulihan dan waktu untuk bayi Anda yang baru lahir. Jika anak sudah terbiasa dengan ayahnya, maka ia mungkin tidak akan merasa bahwa perhatian Anda kepadanya berkurang. Anak mungkin tidak akan terlalu terkejut dengan berbagai perubahan yang terjadi saat anggota keluarga baru sudah datang.

Libatkan anak pada persiapan sebelum kelahiran

Jika anak Anda tertarik, Anda bisa melibatkannya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan adiknya yang akan lahir. Ia mungkin bisa membantu untuk memilihkan baju untuk adiknya, sepatu, kaus kaki, mainan, dan perlengkapan bayi lainnya. Dengan begitu, ia akan merasa terlibat dan menjadi bagian dari orang yang menyambut kelahiran bayi.

Mendekati waktu kelahiran

Mendekati waktu kelahiran membuat Anda semakin sibuk dengan diri Anda sendiri dan kelahiran, hal ini mungkin akan membuat anak menjadi cemas dan timbul ketakutan baru. Ini normal terjadi. Pada saat ini, sebaiknya Anda tetap melakukan rutinitas seperti biasa.

Jangan membuat perubahan besar pada saat ini. Jika Anda ingin memindahkan kamar anak, sebaiknya lakukan ini pada beberapa minggu sebelum kelahiran. Jika anak belum bisa ke toilet sendiri, sebaiknya jangan memaksa ia untuk bisa.

Pada saat ini, anak juga membutuhkan waktu lebih banyak bersama Anda. Habiskan waktu Anda bersama anak sebanyak yang Anda bisa dan nikmatilah sebelum terjadi banyak perubahan dalam keluarga Anda. Pada saat ini, Anda bisa menceritakan bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir, ia dapat mengunjungi Anda di rumah sakit saat bayi telah lahir. Ceritakan bahwa ini akan menjadi pengalaman baru yang menyenangkan baginya, ia tidak perlu khawatir jika Anda tidak berada di sampingnya.

Saat bayi sudah lahir

Setelah bayi lahir, sebaiknya Anda tetap memerhatikan anak pertama Anda sehingga ia terbantu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi. Ada baiknya jika ia tetap ikut terlibat sebanyak mungkin dalam kegiatan Anda sehari-hari bersama bayi, sehingga ia tidak merasa ditinggalkan.

Hal ini dapat membantu membangun interaksi antara kakak dan adik, walaupun mungkin pekerjaan Anda akan memakan waktu lebih lama. Biarkan ia menikmati waktu bersama adiknya, mungkin ia ingin bermain dengan bayi, berbicara dengan bayi, memakaikannya baju, dan sebagainya. Selain itu, jangan lupa untuk menyediakan waktu untuk anak pertama Anda sehingga ia tetap mendapat perhatian penuh. Anda bisa melakukan ini pada saat bayi tidur atau kapan pun jika ada kesempatan.

Jika anak bertindak kasar pada bayi, sebaiknya jangan marahi ia. Pahamilah apa perasaan yang sedang anak rasakan sehingga ia berperilaku seperti itu. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa ia merasa kurang mendapat perhatian dari Anda. Artinya, Anda harus meluangkan lebih banyak waktu dengan anak pertama Anda.

Mempunyai adik merupakan suatu perubahan besar bagi anak. Ia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan benar-benar memahaminya. Yang penting Anda lakukan adalah selalu memberi pemahaman pada anak.

Perlu Anda ketahui

Beberapa faktor bisa membuat anak lebih sulit untuk menerima kehadiran adiknya, seperti:

  • Kepribadian anak memiliki pengaruh paling besar mengenai bagaimana ia dapat berinteraksi dengan adiknya yang baru lahir, berdasarkan penelitian.
  • Anak yang memiliki hubungan paling dekat dengan ibunya, biasanya bisa lebih marah saat adiknya sudah lahir.
  • Anak yang memiliki hubungan paling dekat dengan ayahnya, biasanya bisa lebih dapat menyesuaikan diri dengan kehadiran adiknya.
  • Tahap perkembangan anak juga bisa memengaruhi seberapa baik ia bisa berbagi perhatian Anda. Anak yang berusia 2 tahun biasanya lebih sulit untuk berbagi karena ia masih membutuhkan banyak waktu dan perhatian dari Anda.
  • Stres di keluarga dapat membuat penyesuaian anak pertama terhadap kehadiran adiknya lebih sulit dilakukan. Oleh karena itu, sebaiknya selalu berusaha untuk menjalin keharmonisan dalam keluarga apapun keadaannya.

 

BACA JUGA

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tanda tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

    10 Tanda-Tanda yang Muncul Ketika Anda Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit