Manfaat Madu untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Redakan Mual dan Muntah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sudah bukan rahasia lagi kalau madu memiliki banyak manfaat, tidak terkecuali untuk ibu hamil. Salah satu manfaat madu adalah meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Meski begitu, ibu hamil tetap perlu memerhatikan konsumsi madu yang tepat. Berikut penjelasan lengkap seputar manfaat, jenis, dan takaran madu untuk ibu hamil yang tepat.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Bolehkah ibu hamil minum madu?

Pada dasarnya, madu mengandung bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan penyakit botulisme. 

Mengutip dari Kids Health, bakteri ini berbahaya untuk bayi di bawah satu tahun karena pencernaannya masih belum bisa memisahkan racun dan bakteri di dalam tubuh.

Ini membuat bayi usia 3 minggu sampai 12 bulan rentan terkena penyakit botulisme bila mengonsumsi madu.

Apakah madu untuk ibu hamil juga memiliki pengaruh yang sama seperti bayi?

Dalam jurnal berjudul Food-borne Illnesses During Pregnancy, bakteri tersebut hanya berbahaya pada bayi di bawah satu tahun, sementara untuk ibu hamil tidak berpengaruh.

Pasalnya, pada ibu hamil, berat bakteri clostridium botulinum sangat kecil dan tidak mungkin masuk ke dalam plasenta untuk dialirkan ke janin.

Laporan dari jurnal yang sama menunjukkan bahwa risiko penularan penyakit botulisme dari ibu hamil ke janin tidak memungkinkan. Alasannya, karena kandungan bakteri terlalu kecil untuk masuk ke dalam plasenta.

Jenis madu yang baik untuk ibu hamil

Ada banyak jenis madu yang dijual di pasaran. Di Indonesia, jenis madu sering dinamai sesuai dengan daerah asalnya. Sebagai contoh, madu sumba, madu lampung, madu sumbawa, dan lainnya. 

Sebenarnya, rasa madu mengikuti dari dimana lebah mengisap sari-sari buah atau tanaman yang kemudian diolah menjadi madu. 

Tidak ada madu yang spesifik baik untuk ibu hamil karena makanan ini aman dikonsumsi.

Namun, untuk memudahkan, di bawah ini adalah beberapa jenis madu yang bisa menjadi pilihan untuk ibu hamil:

Madu rambutan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa rasa madu tergantung pada tanaman yang diisap oleh lebah. Maka, madu rambutan memiliki cita rasa mirip buah yang masih saudara dengan leci ini.

Madu rambutan dihasilkan oleh lebah yang diternakkan sekitar perkebunan rambutan. Namun, dari segi rasa, tidak semanis madu hutan pada umumnya. 

Warna dari madu ini kuning tapi tidak terlalu keruh. Manfaat dari madu rambutan adalah melancarkan buang air kecil, mengatasi sakit pinggang, dan mengoptimalkan fungsi ginjal.

Madu manuka

Jenis madu yang satu ini terbuat dari semak-semak pohon manuka di Selandia Baru. Harga dari madu manuka memang cenderung lebih mahal karena harus impor dari negeri kiwi tersebut.

Madu manuka bisa mengatasi masalah asam lambung karena mengandung antibiotik yang mampu mengobati penyakit akibat bakteri.

Madu sumbawa

Madu hutan sumbawa memiliki tekstur pekat dengan kadar air yang rendah dibanding jenis madu lain. Ini dipengaruhi oleh kondisi alam Sumbawa yang sangat kering dan cenderung panas.

Untuk menghasilkan madu sumbawa, lebah mengambil dari pohon bidara atau Ziziphus mauritiana. Rasanya yang manis, cocok untuk dikonsumsi langsung tanpa tambahan air hangat.

Manfaat madu untuk ibu hamil

Mengutip dari Mayo Clinic, sebagian besar kandungan madu adalah gula sehingga rasanya manis dan sering digunakan sebagai pemanis alami.

Namun, selain itu, madu juga mengandung:

  • Vitamin
  • Mineral
  • Asam amino
  • Zat besi
  • Antioksidan
  • Zinc 

Madu sering digunakan untuk meredakan peradangan karena memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. 

Lalu, apa manfaat madu untuk ibu hamil? Berikut beberapa di antaranya:

1. Meredakan batuk dan sakit tenggorokan

Biasanya, madu digunakan sebagai obat batuk dengan cara mencampurnya bersama air hangat, jahe, dan perasan jeruk. 

Madu mengandung antiinflamasi (antiperadangan) dan antibakteri, sehingga mampu menekan batuk, infeksi saluran pernapasan, sampai batuk akut di malam hari. 

Bila ibu hamil mengalami batuk, bisa menggunakan campuran madu, air hangat, dan perasan jeruk nipis untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan.

2. Mengobati luka

Tidak hanya dikonsumsi, madu juga bisa menjadi obat penyembuhan luka, untuk semua orang termasuk ibu hamil. 

Dalam penelitian yang ditulis Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products, madu memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi yang bisa mempercepat penyembuhan dan perbaikan luka pada kulit. 

Kandungan asam yang cukup tinggi pada madu, membuat cairan manis ini mampu menghilangkan rasa sakit pada pasien luka bakar dan menurunkan risiko peradangan. 

Namun, penggunaan madu perlu diperhatikan pada ibu hamil atau pasien dengan tukak kaki kronis (kondisi kaki luka dalam). 

3. Mengurangi mual

Ibu hamil rentan mengalami mual dan muntah (morning sickness) saat hamil, terutama di trimester pertama. Anda bisa meredakannya dengan merebus irisan jahe dengan air hangat, lalu tambahkan satu sendok makan madu.

Mengutip dari Health Information for Western Australians, jahe dan madu memiliki sifat meredakan rasa mual selama hamil, sehingga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi kondisi tersebut.

4. Mengurangi perut begah

Semakin bertambah usia kandungan, perut ibu hamil akan semakin besar. Kondisi tersebut membuat tekanan pada usus dan lambung, sehingga membuat ibu hamil sering begah.

Anda bisa minum madu dicampur dengan air atau susu hangat untuk mengurangi perut tidak nyaman saat hamil. 

5. Menambah energi

Merujuk pada Data Komposisi Pangan Indonesia, satu sendok makan madu (15ml) setara dengan 44 kalori. 

Bila ibu hamil rutin mengonsumsi madu 3-5 sendok per hari, energi yang terkumpul sekitar 130-200 kalori. 

Maka dengan mengonsumsi madu, ibu hamil bisa menambah energi. Terutama saat trimester ketiga karena perut semakin membesar dan Anda jadi cepat lelah.

Hal yang perlu diperhatikan saat ibu hamil minum madu

Meski madu memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil, Anda tetap perlu memerhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsinya.

Perhatikan takaran yang tepat

Madu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena berisiko memicu diabetes gestasional. Dalam sehari, takaran madu untuk ibu hamil yang tepat adalah 3-5 sendok makan atau 180-200 kalori.

Madu mengandung banyak gula, seperti glukosa, fruktosa, dan maltosa.

Dari satu sendok makan madu, mengandung 44 kalori. Sementara selama kehamilan, asupan gula tidak boleh lebih 10 persen dari kebutuhan kalori per hari, yaitu 300 kalori.

Waspada reaksi alergi

Tidak semua ibu hamil cocok dengan madu, ada beberapa yang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan manis ini. 

Beberapa reaksi alerginya yaitu:

  • Bersin-bersin
  • Mata berair
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Pembengkakan
  • Gatal-gatal

Bila mengalami kondisi di atas setelah minum madu, segera konsultasi ke dokter. Meski madu tidak bahaya, reaksi alergi tersebut bisa mengganggu kesehatan ibu hamil.

Pilih madu tanpa gula tambahan

Tidak sedikit jenis madu yang menambahkan gula di dalamnya untuk memberi rasa lebih manis.

Maka, penting bagi ibu hamil untuk memilih madu murni tanpa tambahan gula karena bisa memicu diabetes gestasional.

Cara membedakannya, cium aroma dari madu tersebut. Bila manisnya sangat menyengat, kemungkinan besar sudah ditambahkan pemanis.

Pasalnya, madu murni umumnya memiliki aroma yang tidak terlalu menyengat dan mencolok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Saat Hamil Muda

Orang sekitar Anda mungkin merekomendasikan atau melarang Anda melakukan ini-itu saat hamil muda. Namun, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Konten Bersponsor
boleh dan tidak saat hamil muda
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Minum Teh Manis, Lebih Sehat Pakai Gula Pasir atau Pakai Madu?

Teh manis adalah minuman favorit sejuta umat Indonesia. Anda lebih suka minum teh manis pakai gula atau pakai madu? Kira-kira, lebih sehat yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Masalah Kehamilan 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Meski Rasanya Pahit, Ini 9 Manfaat Madu Hitam untuk Kesehatan Tubuh

Sama seperti madu pada umumnya, madu hitam juga memiliki manfaat yang cukup besar bagi kesehatan tubuh manusia. Apa saja ya keistimewaan dari madu ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat sembelit pencahar untuk ibu hamil

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
buah untuk ibu hamil

10 Buah yang Baik untuk Ibu Hamil dan Calon Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit