Kualitas Tidur Ibu Hamil Memengaruhi Pertumbuhan Janin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda hamil, tentu pola hidup Anda harus berubah menjadi pola hidup sehat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin Anda dalam kandungan. Anda mungkin akan mengubah pola makan Anda, Anda akan lebih banyak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan olahraga, dan sebagainya. Tak ketinggalan, yang juga harus Anda lakukan adalah mendapatkan kualitas tidur yang baik. Ya, kualitas tidur ibu hamil ternyata juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi pertumbuhan janin

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia, tak terkecuali saat Anda hamil. Bahkan kualitas tidur yang baik sangat Anda butuhkan saat Anda hamil. Kualitas tidur yang baik bahkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin Anda.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk, seperti ibu kesulitan bernapas saat tidur, pola tidur yang buruk, dan insomnia, membawa dampak negatif pada kehamilan. Gangguan tidur pada ibu hamil berhubungan dengan hipertensi, diabetes gestasional, dan hambatan pertumbuhan janin, di mana semua hal ini merupakan faktor risiko dari bayi lahir mati (stillbirth).

Janin yang berkembang di rahim ibu membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen, namun aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ini dapat mengalami gangguan ketika ibu mempunyai masalah saat tidur. Karena nutrisi dan oksigen yang diterima janin tidak mencukupi kebutuhannya, maka kemudian hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin.

BACA JUGA: 11 Fakta Menakjubkan Tentang Pertumbuhan Janin Dalam Kandungan

Kurang waktu tidur atau tidur yang kurang nyenyak juga dapat mengurangi jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan. Sehingga, hal ini juga dapat menyebabkan masalah pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

Perlu Anda ketahui bahwa aliran darah dari ibu ke janin mengalami puncaknya saat ibu tidur. Ketika terjadi gangguan saat tidur, seperti sleep apnea yang menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh ibu berhenti sejenak saat tidur, maka janin akan bereaksi dengan menurunkan ritme jantung dan asidosis. Tentu, hal ini yang dapat membahayakan janin.

Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan komplikasi pada ibu hamil

Kualitas tidur yang buruk dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda menurun. Selain itu, gangguan bernapas selama tidur atau sleep apnea juga dapat membuat Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi kehamilan. Pada akhirnya, tidur yang buruk selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, hambatan pertumbuhan janin, serta masalah kesehatan atau kematian pada bayi yang baru lahir.

Mendengkur dan sleep apnea saat tidur, terutama selama trimester kedua dan ketiga, dapat mengganggu pernapasan Anda selama tidur. Hal ini kemudian dapat memengaruhi kesehatan kehamilan Anda. Gangguan napas selama tidur juga dapat membuat Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hipertensi, preeklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi pulmonari.

BACA JUGA: Mengenal Hipertensi dalam Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Penelitian telah menunjukkan bahwa ibu hamil dengan preeklampsia mempunyai kualitas tidur yang buruk. Ibu hamil dengan preeklampsia biasanya mendengkur selama tidur. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan di sepanjang saluran napas, sehingga dapat mempersempit jalan yang dilalui oleh udara. Selain itu, ibu hamil dengan berat badan berlebih (obesitas) atau memiliki lingkar leher yang besar biasanya juga mengalami masalah tidur selama kehamilan.

Sleep apnea atau berhenti bernapas sesaat mungkin berhubungan dengan tekanan darah. Lonjakan tekanan darah dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah dan meningkatnya tekanan darah. Hal ini dapat mengurangi volume darah yang dipompa oleh jantung, sehingga aliran darah ke janin melalui plasenta dapat menurun. Penurunan aliran darah ke janin kemudian dapat mengurangi nutrisi dan oksigen yang diterima janin. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terganggu.

Tidur yang buruk juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Ibu hamil yang kurang tidur dapat mengalami perubahan pada pengaturan glukosa dan kontrol nafsu makan. Selain itu, kebiasaan mendengkur dan sleep apnea  pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

BACA JUGA: Tidak Hanya Pada Ibu, Preeklampsia Juga Berdampak Pada Bayi

Bagaimana tidur yang baik untuk ibu hamil?

Kualitas tidur yang baik ditentukan oleh banyak hal, antara lain waktu tidur dan seberapa nyenyak Anda tidur (tidak ada gangguan saat tidur). Posisi tidur juga mempunyai peran penting agar Anda mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Posisi tidur saat hamil

Banyak ahli menyarankan agar Anda tidur dalam posisi miring ke kiri saat sedang hamil. Hal ini dapat mencegah rahim mengalami tekanan dari hati. Tidur miring ke kiri juga dapat meningkatkan sirkulasi darah ke jantung, janin, rahim, dan ginjal.

Jika Anda tidur dengan posisi miring ke kanan, ini dapat memberi tekanan pada rahim dari hati. Tidur dengan posisi berbaring telentang juga dapat menghambat aliran darah karena terjadi penekanan pada pembuluh darah vena cava inferior (vena besar yang membawa darah kembali ke jantung).

Setiap posisi tidur yang membuat Anda tidak nyaman atau menyebabkan masalah pada Anda juga dapat mengakibatkan masalah pada bayi. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tidur ibu bisa menjadi faktor risiko bayi lahir mati (stillbirth). Untuk itu, Anda perlu menemukan posisi yang nyaman saat Anda tidur. Anda dapat menggunakan bantal sebagai bantuan dalam menemukan posisi tidur yang nyaman.

BACA JUGA: Posisi Tidur Paling Nyenyak Untuk Ibu Hamil

Waktu tidur saat hamil

Perubahan yang terjadi pada tubuh selama kehamilan mungkin membuat Anda lebih sulit tertidur atau sering mengalami gangguan saat tidur. Namun, ibu hamil tetap membutuhkan waktu tidur lebih banyak dan perlu untuk tidur lebih awal di malam hari. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan. Seorang profesor keperawatan dari University of California, Kathy Lee, merekomendasikan agar ibu hamil tidur selama 8 jam setiap malam, dilansir dari LiveScience.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa ibu hamil (kehamilan pertama) yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari memiliki kemungkinan 4,5 kali lebih besar untuk melahirkan dengan cara operasi caesar dan mereka membutuhkan waktu rata-rata selama 10 jam atau lebih untuk melahirkan, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidur 7 jam atau lebih. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko bayi mengalami kelahiran prematur.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

leher sakit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kurang asupan makanan

7 Ciri-Ciri pada Tubuh yang Menandakan Anda Kurang Asupan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur saat sakit pinggang

5 Posisi Tidur yang Baik Saat Anda Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit