Kenapa Perut Saya Tidak Besar Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pastinya Anda sudah sering melihat orang hamil. Yang paling terlihat dari ibu hamil adalah perutnya yang besar. Tapi, tak jarang juga Anda menemukan perut ibu hamil kecil dibandingkan dengan ibu hamil lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dan, apakah ini normal?

Mengapa perut saya lebih kecil dibanding ibu hamil lainnya?

Besar perut ibu hamil bisa berbeda, ada yang besar sekali dan juga ada yang tidak terlihat bahwa ia sedang hamil. Jadi, Anda tidak perlu membandingkan antar ibu hamil. Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti berapa seharusnya besar perut ibu hamil dan ukuran perut ibu hamil ini tidak selamanya menunjukkan berat janin Anda.

Perut ibu hamil kecil biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  • Merupakan kehamilan pertama Anda. Pada umumnya, ibu yang baru pertama kali hamil akan menunjukkan pembesaran perutnya lebih lambat. Hal ini karena otot-otot perut ibu masih sangat kencang dan belum pernah melebar sebelumnya. Sehingga, ibu baru mungkin akan menunjukkan perut yang lebih kecil.
  • Tinggi badan ibu. Wanita yang tinggi atau yang mempunyai sumbu tubuh yang panjang juga lebih sering memiliki perut yang kecil. Hal ini disebabkan karena mereka lebih banyak memiliki ruang untuk bayi mereka untuk berkembang dan memanjang. Sehingga, perut ibu tidak didorong jauh ke depan.
  • Posisi bayi. Bagaimana posisi bayi Anda di dalam rahim turut memengaruhi bagaimana perut Anda terlihat. Pergerakan bayi dalam rahim dapat mengubah bentuk perut Anda, bisa terlihat lebih kecil atau lebih besar. Pergerakan bayi dan perubahan posisi bayi secara teratur biasanya meningkat pada usia kehamilan 32-34 minggu.
  • Rahim menggeser usus. Rahim yang terus membesar dapat mendorong usus Anda ke atas dan ke belakang. Hal ini membuat perut Anda terlihat lebih kecil. Berbeda jika usus didorong di sekitar sisi rahim, ini akan membuat perut ibu hamil terlihat lebih bulat dan lebih besar.
  • Jumlah janin yang ada di rahim ibu. Tentunya, perut ibu akan terlihat lebih besar jika ia sedang mengandung anak kembar. Sedangkan, ibu hamil yang mengandung satu anak tentu perutnya akan terlihat lebih kecil.
  • Jumlah cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban juga dapat memengaruhi besar perut ibu hamil. Cairan ketuban yang berjumlah lebih banyak tentu membuat perut ibu hamil terlihat lebih besar. Sedangkan, cairan ketuban yang lebih sedikit membuat perut ibu hamil lebih kecil.

Perut ibu hamil kecil, apakah normal?

Anda tidak perlu khawatir tentang perut yang kecil selama kehamilan. Selagi dokter Anda mengatakan bayi Anda berkembang dengan baik di dalam kandungan dan berat badan Anda berada dalam rentang yang normal, perut ibu hamil kecil adalah hal yang normal. Tidak selamanya perut Anda yang kecil menunjukkan bahwa bayi Anda tidak normal atau ukuran bayi Anda kecil.

Dokter akan memeriksa kondisi kehamilan Anda setiap Anda melakukan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester pertama, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui ukuran rahim Anda yang tumbuh dan melakukan USG untuk melihat sudah seberapa besar bayi Anda. Biasanya, Anda baru akan melihat tonjolan perut Anda pada usia kehamilan antara 12-16 minggu. Beberapa dari Anda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat perut membesar.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit