Info Penting Seputar Prosedur Ikat Leher Rahim, Solusi Serviks Lemah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada beberapa kasus, wanita bisa saja mengalami rahim lemah saat hamil. Jika tidak ditangani dengan perawatan yang tepat hal ini akan membahayakan bayi karena dapat menyebabkan kelahiran prematur. Biasanya prosedur yang paling disarankan untuk mengatasi masalah ini ialah dengan melakukan ikat leher rahim. Lantas apa itu prosedur ikat leher rahim dan siapa saja yang membutuhkannya?

Apa itu prosedur ikat leher rahim (cervical cerclage)?

Prosedur ikat leher rahim adalah prosedur di mana serviks ditutup dengan cara dijahit selama kehamilan untuk membantu mencegah kelahiran prematur. Serviks atau leher rahim adalah bagian yang menghubungkan vagina dengan rahim.

Sebelum kehamilan, serviks yang normal akan tertutup dan kaku. Namun, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan semakin dekat dengan jadwal persalinan, serviks perlahan melembut, memendek, dan melebar sehingga memungkinkan bayi untuk keluar.

Selama masa kehamilan bayi akan tumbuh dan berkembang. Hal ini akan membuat tekanan yang lebih besar pada rahim yang terkadang pada beberapa wanita bisa menyebabkan serviks melebar hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum bayi siap dilahirkan. Kondisi ini menyebabkan rahim lemah saat hamil dan sering disebut dengan inkompetensi serviks.

Sumber: Pregmed.org

Lewat prosedur inilah rahim lemah dapat diatasi. Prosedur ini biasanya akan direkomendasikan jika serviks Anda berisiko terbuka sebelum bayi siap dilahirkan atau dalam beberapa kasus jika serviks secara perlahan terbuka terlalu cepat sebelum waktunya.

Hal ini dilakukan untuk menjaga bayi dapat berkembang dengan baik dan menurunkan risiko keguguran atau bayi lahir prematur. Prosedur ikat leher rahim atau dalam istilah asing disebut dengan nama cervical cerclage umumnya dilakukan melalui vagina  (transvaginal cervical cerclage) dan dalam kasus yang sangat jarang dilakukan melalui abdomen (transabdominal cervical cerclage).

Kapan prosedur ikat leher rahim ini diperlukan?

Sebagian prosedur cervical cerclage biasanya dilakukan melalui vagina. Sebelum posedur ini dimulai dokter akan melakukan ultrasound (USG) untuk memeriksa kesehatan bayi. Selain itu, dokter juga akan mengambil sampel cairan dari serviks Anda untuk memeriksa kemungkinan infeksi yang sedang Anda miliki.

Idealnya, prosedur ini dilakukan di antara minggu ke-12 hingga ke-14 kehamilan saat serviks diketahui memiliki risiko untuk melemah. Sehingga upaya ini dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Hal ini juga dapat dilakukan hingga minggu ke-24 kehamilan saat hasil tes menunjukkan bahwa serviks sudah mulai terbuka. Namun, prosedur ini biasanya dihindari setelah minggu ke-24 kehamilan karena berisiko memicu kelahiran prematur dan pecahnya kantung amnion.

Sumber: Pregmed.org

Selama prosedur dilakukan dokter akan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina dan menggunakan bantuan ultrasound untuk melihat dengan jelas bagian mana yang akan diikat dan dijahit. Setelah prosedur jahitan selesai biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa kondisi bayi yang ada di dalam kandungan.

Dalam beberapa hari Anda kemungkinan akan mengalami bercak, kram, dan rasa sakit saat buang air kecil. Selain itu, dokter akan meminta Anda untuk tidak melakukan hubungan seks setidaknya selama satu minggu untuk memastikan vagina dan serviks telah pulih dari trauma.

Dokter juga akan meminta Anda untuk tetap melakukan kunjungan mingguan atau dua mingguan untuk memeriksa serviks Anda hingga hari kelahiran tiba. Biasanya, jahitan pada leher rahim akan diangkat pada minggu ke-37 kehamilan.

Siapa saja yang membutuhkan prosedur ikat leher rahim?

Biasanya dokter akan merekomendasikan prosedur ini , jika sang ibu:

  • Memiliki riwayat keguguran di trimester kedua yang berkaitan dengan pelebaran atau kerusakan pada serviks.
  • Terdiagnosis memiliki rahim lemah atau inkompetensi serviks.
  • Pernah mengalami kehamilan (di trimester kedua) dan persalinan yang terjadi dengan sedikit atau tanpa kontraksi. Hal ini biasanya mengindikasikan bahwa serviksnya mungkin tidak tertutup sempurna atau tidak selalu tertutup selama kehamilan.
  • Memiliki riwayat trauma pada serviks seperti operasi serviks atau kuret.
  • Pernah mengalami kelahiran prematur spontan. Biasanya kondisi ini dimulai dengan serviks yang pendek (kurang dari 25 milimeter) yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 24 minggu.

Akan tetapi, prosedur ikat leher rahim tidak sesuai untuk semua orang yang berisiko melahirkan prematur. Dokter biasanya tidak menyarankan Anda untuk mengambil prosedur ini jika:

  • Mengalami pendarahan vagina
  • Infeksi intrauterin
  • Kehamilan kembar
  • Pecah ketuban dini, terjadi ketika kantung amnion bocor atau pecah sebelum minggu ke-37 kehamilan
  • Kantung amnion menonjol ke bukaan serviks

Selalu konsultasikan ke dokter mengenai perkembangan bayi dan kondisi Anda secara berkala. Jangan ragu untuk meminta penjelasan lebih lanjut saat dokter merekomendasikan Anda untuk melakukan prosedur ini.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Kini usia kehamilan Anda sudah memasuki usia 10 minggu. Bagaimana perkembangan janin 10 minggu kehamilan? Cari tahu semua informasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Bagus

Sedang merencanakan kehamilan atau baru mendapat kabar gembira kehamilan? Berikut tips dan pertimbangan dalam memilih dokter kandungan yang bagus.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fetomaternal, Pemeriksaan Kehamilan oleh Dokter Spesialis Kandungan

Selain dokter kandungan, ibu hamil dengan kondisi tertentu juga disarankan periksa ke fetomaternal. Namun sebelumnya, cari tahu informasinya dulu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit