Keguguran Berulang Disebabkan Oleh Faktor Genetik, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keguguran adalah kehamilan yang terhenti secara spontan akibat kematian janin karena ada sesuatu yang salah dalam kehamilan ibu, atau bahwa janin tidak bisa berkembang dengan baik dalam rahim. Keguguran merupakan salah satu masalah kehamilan yang paling ditakuti oleh perempuan. Tapi katanya keguguran bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Lantas, jika ibu Anda pernah keguguran berulang, apakah Anda juga akan pasti mengalami hal yang sama?

Benarkah keguguran berulang disebabkan oleh faktor genetik?

Keguguran sebagian besar terjadi pada trimester pertama, di 13 minggu pertama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, 10 sampai 25 persen dari semua kehamilan berakhir dengan keguguran. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, dan merasa terganggu dengan cerita ibu Anda yang mengatakan bahwa ibu Anda pernah mengalami keguguran, jangan merasa khawatir berlebihan.

Teorinya, ada peluang besar untuk seorang perempuan mengalami keguguran berulang jika ibunya pernah mengalami hal yang sama lebih dulu. Namun, hal ini tidak berarti bahwa risiko keguguran Anda menjadi lebih tinggi hanya karena ibu Anda memiliki riwayat keguguran. Keguguran berulang bukanlah hal yang saklek tertulis dalam takdir Anda.

Apa penyebab dari keguguran berulang?

Peneliti telah menemukan kemungkinan penyebab terjadinya keguguran berulang. Dan dari semua penyebab yang diketahui, keguguran tidak diturunkan dalam keluarga. Meski demikian, beberapa penelitian menemukan bahwa keguguran berulang kadang dapat terjadi turun-temurun di satu keluarga tanpa adanya penyebab yang jelas.

Para peneliti menemukan bahwa sebagian besar keguguran terjadi karena masalah kelainan kromosom yang ada pada sperma atau sel telur pada saat pembuahan, dan hal ini biasanya diakibatkan oleh kesalahan dalam pembelahan sel selama pembentukan sperma atau sel telur, dan bukan karena gen “bakat keguguran” yang secara langsung diwarisi oleh ibu atau ayah Anda.

Kondisi kelainan kromosom ini dapat terjadi pada keluarga dan menurun pada anak. Namun, kelainan ini hanya ada sekitar 5% dari semua pasangan dengan keguguran berulang. Anda perlu merasa khawatir, jika ibu Anda memiliki kelainan kromosom yang mungkin diturunkan kepada Anda.

Keguguran berulang juga bisa disebabkan oleh sindrom antifosfolipid, jika ibu Anda memiliki sindrom ini besar kemungkinannya Anda akan mengalami hal yang sama. Namun, masalah ini tidak sepenuhnya hanya karena unsur genetik, karena kelainan ini tidak begitu saja diturunkan dari orang tua ke anak, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki sindrom ini.

Apa yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami keguguran?

Di luar faktor kromosom, terdapat sejumlah faktor pemicu lain yang diduga berpotensi meningkatkan risiko keguguran. Di antaranya adalah:

  • Usia ibu. Risiko keguguran akan meningkat seiring usia ibu yang menua. Wanita yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko keguguran lebih tinggi.
  • Pengaruh masalah kesehatan sang ibu, misalnya karena ada masalah pada plasenta, memiliki struktur rahim yang abnormal, leher rahim yang lemah, atau menderita sindrom ovarium polikistik.
  • Penyakit jangka panjang (kronis), misalnya hipertensi yang parah, gangguan ginjal, lupus, atau diabetes yang tidak terkendali
  • Pengaruh infeksi tertentu, seperti malaria, toksoplasmosis, rubela, sitomegalovirus, chlamydia , gonore, atau sipilis
  • Konsumsi obat-obatan yang berefek samping buruk pada janin, misalnya retinoid, misoprostol, dan obat anti-inflamasi non-steroid.
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya
  • Merokok selama hamil
  • Minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan
  • Konsumsi kafein yang berlebihan
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan

Selama ibu Anda tidak memiliki kelainan kromosom dan sindrom antifosfolipid yang diturunkan secara genetik kepada Anda, Anda tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan karena kecil kemungkinannya Anda akan mengalami keguguran berulang.

Jika Anda memang berisiko tinggi untuk mengalami keguguran (terlepas dari apapun penyebabnya), ada baiknya Anda membicarakan hal ini pada dokter kandungan saat Anda berencana hamil atau sedang memeriksakan kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

Ibu hamil kerap menggunakan birth ball karena dapat membuatnya merasa nyaman. Namun, bagaimana cara memilih dan menggunakan birth ball yang tepat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Faktor Rhesus digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, selain sistem ABO. Faktor Rhesus juga bisa disebut dengan faktor Rh.

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit
makan pedas saat hamil

Benarkah Makan Pedas Saat Hamil Picu Keguguran?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit