Memahami dan Mengatasi Emosi Naik Turun Akibat Hormon Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain memengaruhi wanita secara fisik, kehamilan juga dapat memengaruhi wanita secara mental. Banyak dari Anda mungkin pernah menemukan orang terdekat Anda yang hamil mengalami perubahan emosi. Wanita hamil beralasan hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon hamil dalam tubuh mereka.

Ya, perubahan emosi saat hamil banyak dikaitkan dengan perubahan hormon pada tubuh wanita hamil. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Bagaimana hormon hamil bisa memengaruhi emosi?

Hormon merupakan bahan kimia yang mengalir dalam darah dan mempunyai banyak fungsi bagi tubuh. Saat kehamilan, hormon-hormon ini mengalami perubahan untuk mendukung kerja tubuh saat hamil sampai melahirkan. Beberapa hormon hamil yang sangat penting saat kehamilan adalah estrogen, progesteron, oksitosin, HCG, dan prolaktin. Hormon hamil ini mempunyai peran masing-masing dalam tubuh Anda.

Selain itu, perubahan hormon ini juga dapat memengaruhi emosi Anda. Peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron di awal-awal kehamilan misalnya, dapat berdampak pada kemampuan otak dalam mengatur emosi Anda.

Perubahan hormon dalam tubuh wanita hamil dapat memengaruhi tingkat neurotransmiter, yaitu bahan kimia otak yang salah satu fungsinya adalah mengatur emosi. Hal ini membuat ibu hamil kadang merasa sedih, ingin menangis, dan mudah tersinggung. Di lain waktu, ibu hamil juga bisa tiba-tiba merasa senang dan bahagia. Perubahan suasana hati dan emosi Anda selama kehamilan mungkin tidak terkendali.

Seperti apa perubahan emosi yang sering terjadi akibat hormon hamil?

Biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan emosi pada awal-awal kehamilan, sekitar enam sampai sepuluh minggu usia kehamilan. Emosi Anda mungkin akan terasa lebih baik setelah tiga bulan pertama kehamilan. Selanjutnya, perubahan emosi juga bisa terlihat lagi pada trimester ketiga kehamilan, saat tubuh mempersiapkan kelahiran bayi Anda.

Setiap wanita hamil mungkin akan merasakan perubahan emosi yang berbeda-beda. Mulai dari perubahan emosi yang biasa saja, bisa ditangani sendiri, perlu bantuan orang lain, hingga merasa depresi atau cemas. Ini tergantung dari seberapa besar jumlah hormon yang meningkat dan bagaimana cara Anda merespon perubahan emosi tersebut. Faktor lain juga dapat memengaruhi emosi Anda saat hamil, seperti stres dan kelelahan. Emosi yang tertangani dengan baik mungkin tidak akan muncul berlebihan.

Bagaimana cara mengatasi perubahan emosi saat hamil?

Perubahan emosi memang normal terjadi pada setiap ibu hamil. Namun, emosi yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan mental Anda. Untuk itu, sebisa mungkin Anda harus menangani emosi Anda sendiri dan mungkin juga Anda butuh bantuan orang lain, suami Anda misalnya.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menangani perubahan emosi Anda saat hamil adalah:

  • Jangan terlalu dipikirkan, bikin santai saja. Kehamilan mungkin membuat Anda khawatir harus melakukan hal ini dan itu agar bayi sehat, harus mempersiapkan ini dan itu sebelum bayi lahir. Namun, jangan ambil pusing dengan semua ini. Jalani kehamilan Anda dengan ringan dan bahagia.
  • Lakukan hal-hal yang Anda sukai. Ketahui apa yang Anda perlukan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman. Dengarkan tubuh dan pikiran Anda dengan baik. Terkadang, Anda membutuhkan waktu sendiri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai dan membuat Anda tenang.
  • Cukup tidur. Mendapat waktu istirahat yang cukup bisa berdampak baik pada keadaan emosional Anda. Pastikan Anda tidur setidaknya dalam waktu 8 jam per malam dan mendapatkan tidur yang nyenyak.
  • Konsumsi makanan yang bernutrisi. Pemenuhan nutrisi penting juga diperlukan selama kehamilan untuk menjaga kesehatan mental Anda. Beberapa makanan dapat membantu memperbaiki suasana hati dan emosi Anda. ¬†
  • Cari dukungan dari orang terdekat. Dukungan suami tentu sangat diperlukan oleh istri saat hamil. Pastikan Anda banyak menghabiskan waktu bersama suami untuk membicarakan keadaan Anda, sehingga suami lebih bisa mengerti Anda. Selain suami, dukungan dari orang terdekat lainnya juga dapat membantu, seperti ibu, ayah, mertua, dan teman. Anda bisa berbicara dengan mereka tentang perubahan emosi Anda atau masalah lain, sehingga Anda tidak membawa beban Anda sendiri.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 9, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca