Memahami dan Mengatasi Emosi Naik Turun Akibat Hormon Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain memengaruhi wanita secara fisik, kehamilan juga dapat memengaruhi wanita secara mental. Banyak dari Anda mungkin pernah menemukan orang terdekat Anda yang hamil mengalami perubahan emosi. Wanita hamil beralasan hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon hamil dalam tubuh mereka.

Ya, perubahan emosi saat hamil banyak dikaitkan dengan perubahan hormon pada tubuh wanita hamil. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Bagaimana hormon hamil bisa memengaruhi emosi?

Hormon merupakan bahan kimia yang mengalir dalam darah dan mempunyai banyak fungsi bagi tubuh. Saat kehamilan, hormon-hormon ini mengalami perubahan untuk mendukung kerja tubuh saat hamil sampai melahirkan. Beberapa hormon hamil yang sangat penting saat kehamilan adalah estrogen, progesteron, oksitosin, HCG, dan prolaktin. Hormon hamil ini mempunyai peran masing-masing dalam tubuh Anda.

Selain itu, perubahan hormon ini juga dapat memengaruhi emosi Anda. Peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron di awal-awal kehamilan misalnya, dapat berdampak pada kemampuan otak dalam mengatur emosi Anda.

Perubahan hormon dalam tubuh wanita hamil dapat memengaruhi tingkat neurotransmiter, yaitu bahan kimia otak yang salah satu fungsinya adalah mengatur emosi. Hal ini membuat ibu hamil kadang merasa sedih, ingin menangis, dan mudah tersinggung. Di lain waktu, ibu hamil juga bisa tiba-tiba merasa senang dan bahagia. Perubahan suasana hati dan emosi Anda selama kehamilan mungkin tidak terkendali.

Seperti apa perubahan emosi yang sering terjadi akibat hormon hamil?

Biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan emosi pada awal-awal kehamilan, sekitar enam sampai sepuluh minggu usia kehamilan. Emosi Anda mungkin akan terasa lebih baik setelah tiga bulan pertama kehamilan. Selanjutnya, perubahan emosi juga bisa terlihat lagi pada trimester ketiga kehamilan, saat tubuh mempersiapkan kelahiran bayi Anda.

Setiap wanita hamil mungkin akan merasakan perubahan emosi yang berbeda-beda. Mulai dari perubahan emosi yang biasa saja, bisa ditangani sendiri, perlu bantuan orang lain, hingga merasa depresi atau cemas. Ini tergantung dari seberapa besar jumlah hormon yang meningkat dan bagaimana cara Anda merespon perubahan emosi tersebut. Faktor lain juga dapat memengaruhi emosi Anda saat hamil, seperti stres dan kelelahan. Emosi yang tertangani dengan baik mungkin tidak akan muncul berlebihan.

Bagaimana cara mengatasi perubahan emosi saat hamil?

Perubahan emosi memang normal terjadi pada setiap ibu hamil. Namun, emosi yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan mental Anda. Untuk itu, sebisa mungkin Anda harus menangani emosi Anda sendiri dan mungkin juga Anda butuh bantuan orang lain, suami Anda misalnya.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menangani perubahan emosi Anda saat hamil adalah:

  • Jangan terlalu dipikirkan, bikin santai saja. Kehamilan mungkin membuat Anda khawatir harus melakukan hal ini dan itu agar bayi sehat, harus mempersiapkan ini dan itu sebelum bayi lahir. Namun, jangan ambil pusing dengan semua ini. Jalani kehamilan Anda dengan ringan dan bahagia.
  • Lakukan hal-hal yang Anda sukai. Ketahui apa yang Anda perlukan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman. Dengarkan tubuh dan pikiran Anda dengan baik. Terkadang, Anda membutuhkan waktu sendiri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai dan membuat Anda tenang.
  • Cukup tidur. Mendapat waktu istirahat yang cukup bisa berdampak baik pada keadaan emosional Anda. Pastikan Anda tidur setidaknya dalam waktu 8 jam per malam dan mendapatkan tidur yang nyenyak.
  • Konsumsi makanan yang bernutrisi. Pemenuhan nutrisi penting juga diperlukan selama kehamilan untuk menjaga kesehatan mental Anda. Beberapa makanan dapat membantu memperbaiki suasana hati dan emosi Anda.  
  • Cari dukungan dari orang terdekat. Dukungan suami tentu sangat diperlukan oleh istri saat hamil. Pastikan Anda banyak menghabiskan waktu bersama suami untuk membicarakan keadaan Anda, sehingga suami lebih bisa mengerti Anda. Selain suami, dukungan dari orang terdekat lainnya juga dapat membantu, seperti ibu, ayah, mertua, dan teman. Anda bisa berbicara dengan mereka tentang perubahan emosi Anda atau masalah lain, sehingga Anda tidak membawa beban Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit