Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Donor Darah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Beramal tentunya tidak hanya bisa dilakukan dengan bersedekah dan menyantuni yang membutuhkan. Berbagai cara dapat dilakukan jika memang tujuannya untuk membantu. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mendonorkan darah. Satu tujuan, namun berbeda cara. Semua orang dalam kondisi sehat maupun sakit tentunya ingin tetap saling membantu. Namun, bagaimana jika melakukan donor darah saat hamil?

Bolehkah melakukan donor darah saat hamil?

Sayangnya donor darah saat hamil tidaklah dianjurkan. Hal ini  dilakukan untuk melindungi kesehatan sang ibu, serta menghindari stres pada janin akibat sirkulasi darah yang kurang dalam rahim. Setelah melahirkan jika ingin mendonorkan darah, Anda harus menunggu sembilan bulan dari masa melahirkan (termasuk masa nifas), untuk memungkinkan tubuh Anda memiliki kadar zat besi yang cukup guna menjaga kesehatan  gizi bayi dan diri Anda sendiri terkait masa menyusui.

Ibu hamil tidak perlu melakukan donor darah, mengingat ibu hamil cenderung mengalami anemia sehingga perlu darah untuk dirinya dan janinnya sendiri. Ibu yang nekat melakukan donor darah saat hamil, akan meningkatkan risiko terkena anemia.  Kadar zat besi darah ibu hamil sudah sudah rendah, bahkan sebelum melakukan donor. Saat menyumbangkan 250 atau 350 cc darah serta tambahan 30 cc untuk proses uji darah di lab, ibu berpotensi kehilangan minimal 204-299 mg atau 9-13 persen cadangan zat besi darah. Akibatnya menambah risiko anemia kurang zat besi bagi ibu dan janin yang dikandung.

Apa akibatnya jika ibu mendonorkan darah saat hamil?

Kekurangan darah pada ibu hamil akibat melakukan donor sangat banyak sekali efeknya pada kehamilan, bukan hanya bagi ibu melainkan juga pada janin di kandungnya, seperti:

  • Meningkatkan risiko keguguran
  • Kelahiran bayi prematur
  • Shock secara berkepanjangan
  • Terjadinya infeksi saat melakukan persalinan maupun pascapersalinan
  • Pendarahan yang disebabkan oleh tidak adanya kontraksi otot rahim
  • Persalinan yang lama karena kelelahan otot rahim saat berkontraksi

Bagaimana jika saya melakukan donor darah sebelum tahu bahwa saya sedang hamil?

Jika Anda telah mendonorkan darah sebelum mengetahui bahwa Anda hamil, hal ini mungkin terjadi pada masa kehamilan tahap awal. Pada awal kehamilan, tubuh Anda masih mempersiapkan diri untuk beradaptasi, sehingga Anda akan merasa sehat-sehat saja  dan tidak menyadari saat penyesuaian diri dengan kehamilan. Hal ini tidak apa terjadi, asalkan setelah donor fisik Anda tidak mengalami perubahan yang menurun. Dalam hal ini, biasanya Anda dianggap memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Anda juga akan menerima penjelasan singkat (sebelum dan sesudah donor darah) di mana tekanan darah, hemoglobin, dan suhu diukur oleh petugas donor. Tapi, jika khawatir dengan tahap berikutnya setelah mengetahui Anda hamil, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulan

Meskipun belum ada larangan pasti bagaimana jika ibu melakukan donor darah saat hamil, tetap tidak dianjurkan selama hamil melakukan donor darah. Mengingat kebutuhan selama atau setelah kehamilan belum bisa sepenuhnya diantisipasi terkait bahaya dan risiko yang akan diterima. Ibu hamil membutuhkan darah yang cukup untuk memenuhi tumbuh kembang janin dan kesehatan dirinya sendiri

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 mins read

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 mins read

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 mins read