Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
Bagikan sekarang

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) dengan ciri kejang yang tidak biasa dan kambuhan tanpa ada pemicu. Epilepsi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Pada beberapa kasus, epilepsi bisa terjadi pada bayi atau janin masih dalam kandungan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan apakah cara mendeteksi janin sejak dalam kandungan? Simak penjelasan berikut.

Mendeteksi epilepsi janin sejak dalam kandungan

Janin dalam kandungan memang kerap menunjukkan pergerakan yang bisa dirasakan oleh seorang ibu. Pergerakan janin yang normal biasanya terjadi dalam sepuluh kali atau lebih setiap dua jam.

Namun, tidak selamanya pergerakan janin di dalam kandungan bersifat normal. Dalam studi yang dilakukan Jurnal of Korean Medical Scienceseorang ibu berusia 35 tahun melaporkan pergerakan janin yang dikandungnya berubah menjadi lebih cepat dan berulang setelah usia kehamilan 28 minggu.

Pada usia kandungan 30 minggu, pergerakannya menjadi sangat ekstrim, hingga pada usia kandungan 36 minggu, bayi dalam kandungannya tersebut harus dilahirkan melalui operasi caesar. Bahkan, kejang pada bayi tersebut kerap terjadi setelah lahir.

Studi tersebut menyimpulkan, pergerakan janin yang tidak normal merupakan pertanda janin mengalami kejang. Kejang pada janin terjadi berulang kali di seluruh tubuh dan pada frekuensi yang bervariasi dari dua gerakan per detik menjadi beberapa kali per menit.

Penyebab kejang pada janin yang paling umum adalah adanya anomali kongenital atau kondisi yang tidak normal pada saat janin berkembang di dalam kandungan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit saraf, seperti epilepsi.

Untuk mendeteksi epilepsi tersebut, dokter biasannya melalui prosedur ultrasonography (USG) pada masa kehamilan. Melalui USG, pergerakan yang tidak normal pada janin dapat terdeteksi. Dengan begitu, orangtua dan dokter bisa bersiap bila kondisi kejang kembali terjadi saat bayi dilahirkan.

Mencegah epilepsi sejak janin dalam kandungan

Epilepsi bisa terjadi bila seorang ibu mengalami masalah selama kehamilan yang menyebabkan perkembangan otak janin terganggu. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi, seorang ibu sebaiknya menerapkan pola hidup yang sehat sebelum dan saat kehamilan.

Berikut langkah yang bisa dilakukan agar bayi tetap sehat selama di dalam kandungan dan setelah dilahirkan:

  • Menghindari rokok, alkohol, dan paparan zat berbahaya lainnya.
  • Memenuhi asupan gizi untuk ibu hamil dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, protein, susu rendah lemak, dan biji-bijian.
  • Rutin kontrol ke dokter kandungan.
  • Tidak minum obat sembarangan.
  • Hindari stres selama kehamilan.
  • Mengonsumsi suplemen yang baik untuk perkembangan otak janin, seperti asam folat dan zat besi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

4 Penyebab Janin Terlalu Aktif Bergerak di Dalam Kandungan

Janin yang aktif bergerak menjadi tanda bahwa ia dalam keadaan sehat. Namun, kalau janin terlalu aktif bergerak, apa penyebab hal itu?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 April 29, 2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 18, 2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal tayang Mei 17, 2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 14, 2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 12, 2020