Jangan Tertukar, Begini Cara Membedakan Usia Janin dan Usia Kehamilan

Saat ditanya soal usia kehamilan, Anda mungkin akan sangat mudah menjawabnya. Entah itu 3 bulan, 7 bulan, atau 9 bulan sesuai dengan kondisi Anda saat ini. Namun sebetulnya, usia kehamilan Anda ini berbeda dengan usia janin yang sebenarnya. Lantas, apa itu usia janin dan apa bedanya dengan usia kehamilan? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa itu usia janin?

pemeriksaan usg

Usia janin, atau disebut juga dengan conceptional age, adalah usia ketika janin mulai terbentuk. Dengan kata lain, usia janin dihitung sejak awal pembuahan antara sel telur dan sel sperma terjadi di dalam rahim.

Menghitung usia janin cenderung sulit dilakukan. Pasalnya, kita tidak akan pernah tahu pasti kapan proses pembuahan sel telur dan sel sperma terjadi di dalam rahim. Kecuali pada proses bayi tabung, waktu pembuahan antara sel telur dan sel sperma tersebut bisa dilihat dengan jelas karena dokter sendiri yang melakukannya.

Sedangkan pada kehamilan yang terjadi secara alami (natural), kita tidak akan tahu pasti kapan pembuahannya dimulai. Oleh karena itulah, standar yang digunakan sampai saat ini pada pemeriksaan USG di dokter maupun bidan adalah usia kehamilan, bukan usia janin.

Apa itu usia kehamilan?

janin terlilit tali pusar

Ketika ditanya, “sudah hamil berapa bulan?”, setiap wanita tentu akan sangat mudah menjawabnya. Entah itu 4 bulan, 6 bulan, atau 9 bulan sesuai dengan kondisi kehamilannya. Nah, angka-angka ini sebetulnya menggambarkan usia kehamilan Anda, atau disebut juga dengan gestational age.

Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Walaupun sebetulnya, perkembangan janin mungkin belum dimulai sampai terjadinya pembuahan.

HPHT ini akan mencerminkan kapan dimulainya kehamilan, biasanya akan dihitung secara mingguan atau weekly, bukan bulanan. Misalnya usia kehamilan 8 minggu, 16 minggu, 24 minggu, dan seterusnya.

Apa akibatnya kalau usia janin lebih kecil atau lebih besar?

Saat melakukan pemeriksaan USG di dokter kandungan, Anda mungkin bingung saat mengetahui bahwa usia kehamilan dan usia janin berbeda. Penting untuk dicatat bahwa usia janin dan usia kehamilan sudah pasti berbeda. Hal ini karena memang usia kehamilan tidak dihitung dari hari terjadinya pembuahan yang sebenarnya.

Selain itu, perbedaan usia janin dan kehamilan juga bisa dipengaruhi oleh siklus menstruasi yang tidak normal. Entah itu terlalu panjang lebih dari 30 hari atau terlalu pendek kurang dari 25 hari. Akibatnya, perhitungan HPHT tadi bisa jadi meleset dan menyebabkan usia si janin berbeda dengan usia kehamilannya.

Anda mungkin takut bahwa perbedaan tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan janin. Bahkan, ada juga yang bilang bahwa jika usia janin lebih kecil daripada usia kehamilan, maka Anda berisiko keguguran. Namun, apa benar begitu?

Jangan khawatir dulu, faktanya usia janin dan usia kehamilan yang berbeda tidak selalu berdampak buruk pada janin.

Kita tidak bisa hanya mengandalkan ukuran dan berat badan bayi untuk menentukan usia kehamilan, karena hasilnya bisa saja menipu. Misalnya, ukuran bayinya besar tapi usia kehamilannya kecil dan juga sebaliknya, ukuran bayinya kecil tapi usia kehamilannya justru besar.

Contohnya begini, Anda mungkin pernah melihat seorang wanita yang perutnya besar seperti sedang mengandung 8 bulan, tapi ternyata usia kehamilannya masih 5 bulan. Begitu juga sebaliknya, ada wanita hamil yang perutnya kecil seperti sedang mengandung 6 bulan, tapi ternyata sebenarnya sudah hamil 9 bulan.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan hanya menilai sehat atau tidaknya si bayi dari ukuran kehamilannya saja.

Ingat, jangan terpaku dengan usia kehamilan saja

berapa kali periksa kandungan

Kebanyakan orang mungkin terlalu fokus untuk memantau berat badan dan melihat jenis kelamin bayi lewat USG. Padahal, ada manfaat USG lainnya yang juga penting tapi sering disepelekan, yaitu mengetahui seberapa baik kesejahteraan bayi dalam kandungan.

Ya, kesejahteraan bayi sangat penting diperhatikan supaya pertumbuhan dan perkembangan bayi tetap normal sesuai dengan usia kehamilannya. Dokter akan melihat apakah kebutuhan nutrisi bayi tercukupi, proporsi badannya baik, fungsi tubuhnya berjalan normal, dan sebagainya.

Untuk menentukan usia kehamilan pun tidak cukup hanya dengan 1 kali USG saja. Hal ini dibutuhkan USG serial atau USG berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan janin berjalan normal sesuai usia kehamilannya atau tidak. Dengan begitu, perhitungan usia kehamilan jadi lebih akurat dan tidak akan meleset.

Baca Juga:

dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG Infertilitas

dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG adalah dokter kandungan dan kebidanan, yang tergabung dalam Tim Morula untuk penanganan Inseminasi dan Bayi Tabung dalam penanganan infertilitas. Juga merupakan salah satu dokter yang sudah berpengalaman dengan USG Screening selama bertugas.

Beliau menempuh pendidikan Laparoskopi di India dan mendapat gelar Fellowship of Minimal Access Surgery. Kemudian dr. Ivander melanjutkan studi dan mendapatkan Master’s Degree in the Biotechnology of Human Assisted Reproduction and Embryology di Valencia, Spanyol.

Saat ini merupakan anggota aktif Perhimpunan Fertilitas dan Teknologi Reproduksi Indonesia, Indonesian Gynecologic Endoscopy Society

Untuk konsultasi, dr. Ivander dapat ditemui di beberapa klinik dan rumah sakit ibu dan anak dengan melakukan perjanjian terlebih dahulu.

Selengkapnya
Artikel Terbaru