Amniotic Band Syndrome, Ketika Janin Mengalami Amputasi Dalam Kandungan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/11/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap calon orangtua ingin anaknya lahir sempurna dan sehat walafiat. Maka dari itu Anda harus pintar-pintar menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Namun terkadang, komplikasi kehamilan bisa terjadi tanpa pernah diduga. Salah satu masalah kehamilan yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat adalah amniotic band syndrome. Seberapa bahaya masalah ini?

Apa itu amniotic band syndrome?

Amiotic band syndrome adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika jumlah cairan ketuban dalam rahim terlalu sedikit, sehingga tidak sepenuhnya membungkus badan janin. Kurangnya cairan ketuban bisa terjadi akibat selaput ketuban yang rusak atau sobek sebagian.

Hal ini dapat menyebabkan jaringan tubuh bayi yang tidak tertutupi cairan ketuban jadi gagal berkembang — hingga bahkan mungkin mati — akibat tidak kebagian asupan makanan dari cairan ketuban.

Maka dari itu ketika janin dilahirkan, akan ada beberapa bagian tubuh yang mengalami kecacatan. Dalam beberapa kasus, bagian tubuh janin yang rusak tersebut bahkan harus diamputasi meskipun ia masih berada di dalam kandungan.

Seberapa sering amniotic band syndrome ini terjadi?

Amniotic band syndrome adalah gangguan kehamilan yang sangat jarang terjadi. Para ahli mengatakan bahwa peluang untuk terjadinya kasus ini adalah 1 banding 1.200 hingga 1 banding 15.000 kelahiran. Sampai saat ini hanya tercatat sebanyak 600 kelahiran bayi di dunia dengan kondisi cacat fisik akibat amniotic band syndrome.

Namun, sindrom ini sulit untuk dideteksi dini. Pemeriksaan kehamilan seperti USG yang dilakukan rutin saat hamil tidak dapat mendeteksi kondisi ini sehingga sangat sulit untuk diketahui.

janin

Mengapa hal ini dapat terjadi?

Dalam rahim, janin terbungkus oleh selaput yang berisi cairan ketuban sebagai tempatnya bertumbuh kembang. Ada dua jenis lapisan yang melindungi selaput ini, yaitu lapisan amnion dan kronion. Lapisan-lapisan ini berfungsi menjaga agar bayi tetap aman berada dalam cairan ketuban.

Caira ketuban yang terlalu sedikit, entah akibat selaput sobek atau rusak, akan membatasi ruang gerak bayi. Janin yang terus berkembang seiring usia kehamilan akan terus menekan rahim dan akhirnya membuat lapisan terluar, yaitu amnion, rentan robek dan rusak. Hal ini yang kemudian menyebabkan ada anggota tubuh bayi yang berkembang di luar lapisan amion.

Kerusakan selaput amnion juga dapat menghasilkan serat-serat tipis yang dapat membelit bagian tubuh bayi. Ikatan ini dapat menghambat perkembangan anggota tubuh janin yang terikat, atau bahkan mengakibatkan putusnya bagian tersebut.

Sampai saat ini, belum diketahui dengan jelas apa penyebab amniotic band syndrome. Namun, para ahli dapat memastikan bahwa kondisi ini bukanlah terjadi akibat genetik atau keturunan.

Pengobatan apa yang dilakukan jika ibu mengalami kondisi ini?

Karena kondisi ini tidak dapat dideteksi, maka sebagian besar kasus akan ditangani setelah kelahiran. Kecacatan biasanya terjadi pada anggota gerak, seperti jari-jari tangan berdempet menjadi satu atau bentuk kaki yang tidak sempurna, hingga tak menutup kemungkinan juga terjadi pada bagian kepala.

Pada umumnya prosedur amputasi untuk mengangkat jaringan tubuh yang mati dilakukan ketika janin masih dalam kandungan. Namun bisa juga dilakukan ketika ia lahir. Hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi janin.

Apa yang terjadi pada bayi setelah lahir  jika saya mengalami hal ini?

Amniotic band syndrome menyebabkan bayi lahir cacat fisik, tergantung dari bagian tubuh mana yang tidak terlapisi selaput amnion ketika masih di dalam kandungan. Untuk pengobatannya pun akan tergantung dengan kondisi bayi masing-masing. Tetapi, karena kondisi ini tak disebabkan oleh kelainan genetik, maka kecacatan fisik yang dialami si kecil dapat ditangani dengan baik melalui operasi bedah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit