7 Mitos yang Salah Seputar Kehamilan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak mitos tentang kehamilan yang berkembang di Indonesia, sebagian besar ibu hamil pun percaya dan mengikutinya. Mulai dari mitos tentang makanan yang harus dihindari ibu hamil, sampai dengan mitos yang berkaitan dengan jenis kelamin bayi yang akan lahir. Ya, mitos merupakan anggapan yang diturunkan dari generasi ke generasi, berkembang di masyarakat, bahkan sebagian dari masyarakat percaya akan mitos tersebut. Kalau yang dibawah ini, mitos atau bukan, ya?

1. “Ibu hamil jangan makan ikan, nanti bayinya amis”

Nah loh, padahal yang kita tahu adalah ikan merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Tentu mitos ini tidak benar. Ikan mengandung protein, zat besi, dan seng yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak omega-3, termasuk asam dokoheksanoat (DHA) yang baik bagi perkembangan otak bayi.

Namun, memang ada jenis ikan yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil. Jenis ikan yang dilarang dikonsumsi adalah ikan predator yang mengandung merkuri tinggi, seperti ikan hiu, swordfish, king mackerel, dan tilefish. Jenis ikan ini memang jarang terdapat di Indonesia. Bagaimana dengan ikan tuna, sarden, dan salmon? Ikan tuna, sarden, dan salmon juga mengandung merkuri tetapi dalam kadar yang sedikit, sehingga ibu hamil masih diperbolehkan memakannya asal tidak terlalu sering. Jika Anda terlalu sering mengonsumsi ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi, merkuri dapat menumpuk dalam darah dan dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

2. “Ibu hamil harus sering minum air kelapa”

Kata banyak orang, minum air kelapa saat hamil dapat melancarkan persalinan dan membuat kulit bayi jadi putih bersih. Hal ini adalah mitos. Air kelapa tidak ada hubungannya dengan persalinan dan warna kulit bayi. Proses persalinan dipengaruhi oleh banyak faktor, sedangkan warna kulit bayi ditentukan oleh genetik yang diturunkan dari orangtua.

Namun, memang minum air kelapa pada saat hamil memiliki banyak manfaat karena mengandung banyak zat gizi. Air kelapa mengandung kadar elektrolit yang tinggi, klorida, kalium, dan magnesium, serta mengandung sangat sedikit gula, natrium, dan protein. Air kelapa juga sebagai sumber serat, mangan, kalsium, riboflavin, dan vitamin C.

Minum air kelapa saat hamil dapat mencegah ibu hamil mengalami dehidrasi, mengurangi kelelahan, membantu meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi ginjal, mencegah infeksi saluran kemih, dan mengurangi tekanan darah tinggi.

3. “Ibu hamil dilarang berhubungan intim”

Ini tidak benar. Ibu hamil masih tetap bisa melakukan hubungan intim jika kondisi kehamilannya sehat dan normal. Berhubungan intim saat hamil tidak akan membahayakan bayi karena kantung ketuban dan otot rahim yang kuat akan melindungi bayi, serta lendir tebal yang menutupi mulut rahim akan menjaga bayi dari serangan infeksi. Mungkin Anda akan merasakan bayi bergerak setelah Anda mencapai orgasme, jangan khawatir, ini merupakan reaksi bayi terhadap degup jantung Anda yang meningkat setelah orgasme. Bayi tidak mengetahui apa yang terjadi. Selain itu, berhubungan intim saat hamil juga tidak akan memicu melahirkan prematur. Justru, berhubungan intim secara teratur saat hamil dapat mengurangi risiko Anda melahirkan prematur.

4. “Ngidam tidak keturutan, nanti anaknya ileran”

Eits.. tunggu dulu, sebenarnya ngidam adalah permintaan bayi atau ibu? Tidak ada yang tahu apa sebenarnya arti ngidam, tetapi beberapa teori mengatakan bahwa ngidam dapat berarti tubuh ibu sedang kekurangan zat gizi tertentu yang bisa didapatkan dari makanan yang diidamkan ibu. Ada juga yang mengaitkan ngidam dengan  perubahan hormon ibu saat hamil, sehingga mengubah rasa di lidah dan aroma yang ibu cium. Intinya adalah ngidam tidak akan berpengaruh pada bayi. Jadi, bisa dikatakan bahwa ngidam tidak akan menyebabkan anak “ileran” dan ini sebenarnya hanya mitos belaka.

5. “Perubahan pada kulit ibu menandakan jenis kelamin bayi”

Ada yang mengatakan bahwa ibu hamil yang kulitnya lebih gelap saat hamil menandakan bahwa ia akan melahirkan bayi laki-laki, sedangkan ibu hamil yang memiliki kulit yang lebih cerah saat hamil akan melahirkan bayi perempuan. Ini adalah mitos. Kulit ibu memang akan berubah saat kehamilan disebabkan karena perubahan hormon. Beberapa ibu mungkin akan mengalami perubahan kulit menjadi lebih gelap atau lebih cerah dan perubahan ini tidak berkaitan sama sekali dengan jenis kelamin bayi yang nanti akan lahir.

6. “Makan lebih banyak saat hamil menandakan bayi berjenis kelamin laki-laki”

Ini juga adalah mitos. Makan yang lebih banyak saat hamil memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan ibu, serta untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Namun, hal ini tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan ibu. Jenis kelamin tidak dapat ditentukan oleh berapa banyak makanan atau jenis makanan yang kita makan, atau hal apapun itu.

7. “Nanas dan durian dapat menyebabkan keguguran”

Mitos yang berkembang seperti itu, sehingga ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi nanas dan durian. Namun, sebenarnya mitos ini tidak benar. Buah nanas atau durian tidak akan menyebabkan keguguran pada ibu hamil dan ini aman asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Durian mengandung organo-sulfur dan triptofan yang bermanfaat untuk ibu hamil. Namun,  konsumsi durian yang berlebihan tidak baik karena durian mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi. Ibu hamil yang mempunyai diabetes gestasional sebaiknya menghindari konsumsi durian.

Nanas mengandung vitamin C yang juga bermanfaat untuk ibu hamil. Namun, terlalu banyak konsumsi nanas juga dapat menyebabkan masalah karena dapat meningkatkan bromelain dalam tubuh. Bromelain ini dapat memecah protein dan meningkatkan risiko keguguran. Segala jenis makanan bila dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah petting bisa hamil

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit