Sering Makan Ikan Bakar Berisiko Kanker, Apa Benar?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyerang siapa saja. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kanker, seperti faktor genetik maupun faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker adalah makanan yang Anda makan. Ya, makanan tertentu bisa menyebabkan kanker, seperti daging yang dibakar pada suhu tinggi. Bagaimana dengan ikan bakar?

Kenapa makanan yang dibakar dapat meningkatkan risiko kanker

Kebanyakan orang suka dengan makanan yang dibakar. Ya, makanan yang dibakar mempunyai rasa khasnya tersendiri. Namun, tahukah Anda ternyata makanan yang dibakar tidak sesehat yang Anda kira? Makanan yang dibakar bisa jadi tidak sehat dan meningkatkan risiko Anda terkena kanker. Bagaimana bisa?

Mambakar makanan seperti daging, ayam, atau ikan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Senyawa protein dalam otot yang ada dalam daging, ayam, atau ikan dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik. Senyawa karsinogenik ini bernama heterocyclic amines (HCA). Selain itu, senyawa lain yang disebut sebagai policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) juga bisa terbentuk dan meningkatkan risiko kanker. Senyawa PAH terbentuk saat lemak daging, ayam, atau ikan menetes ke bara panas dan menimbulkan asap yang mengendap dalam makanan.

HCA dan PAH mulai terbentuk ketika suhu pembakaran mencapai 100C dan bisa menjadi lebih berbahaya saat suhu mencapai 300C. HCA dan PAH dapat merusak komposisi DNA dalam gen Anda, sehingga dapat memicu perkembangan sel kanker. Sel-sel kanker ini dapat berkembang menjadi kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, kanker prostat, sampai kanker getah bening. Hal ini mungkin terjadi karena senyawa karsinogenik HCA dapat menyebar ke jaringan lain di seluruh tubuh melalui aliran darah.

Apakah saya harus menghindari makan ikan bakar untuk mencegah kanker?

Tampaknya, Anda tidak harus menghindari konsumsi ikan bakar. Makanan bukan satu-satunya penyebab kanker, masih banyak penyebab kanker lainnya yang lebih besar. Namun, ada baiknya Anda membatasi, jangan terlalu banyak atau sering makan makanan yang dibakar, terutama daging yang dibakar.

Mengapa? Daging atau ayam memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih banyak dibandingkan ikan. Sehingga, senyawa HCA yang terbentuk dari pembakaran daging bisa lebih banyak dibandingkan ikan bakar. Selain itu, daging atau ayam membutuhkan waktu lebih lama saat dibakar dibandingkan ikan bakar. Semakin lama makanan dibakar, maka semakin berbahaya. Jadi, risiko ikan bakar dalam menyebabkan kanker sebenarnya lebih kecil dibandingkan jika Anda makan daging atau ayam bakar.

Tips membakar makanan agar lebih sehat

Untuk semakin mengurangi risiko kanker saat Anda makan makanan yang dibakar, ada baiknya Anda mengikuti tips berikut ini.

  • Marinasi ikan atau daging sebelum Anda membakarnya. Marinasi dapat menurunkan kadar pembentukan HCA sampai sebesar  99%. Terutama, marinasi dengan bahan-bahan yang asam.
  • Gunakan rempah-rempah untuk membumbui. Ini juga dapat menurunkan pembentukan senyawa HCA. Anda bisa menggunakan daun mint, bawang bombay, bawang putih, rosemary, dan kunyit.
  • Jangan mengoleskan saus saat membakar. Penggunaan saus barbeque saat membakar dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan HCA sebanyak 1,9-2,9 kali lebih besar. Sebaiknya gunakan saus saat Anda ingin memakannya.
  • Makan daging atau ikan bakar bersama dengan sayuran dan buah, seperti bayam, apel, semangka, blueberry, dan anggur. Ini dapat menghambat aktivitas senyawa HCA dalam tubuh.
  • Jangan membakar makanan terlalu lama. Anda bisa memotong daging atau ikan dalam potongan lebih kecil agar lebih cepat matang.
  • Bersihkan panggangan dari residu karsinogenik yang menempel sebelum maupun setelah Anda menggunakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

DefinisiApa itu adenoma bronkus? Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda. Meski awalnya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit