Penyebab Penyakit Kanker Lambung (Perut) dan Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kanker bisa menyerang bagian tubuh manapun, termasuk lambung dan lapisan perut Anda. Ini ditandai dengan gejala kanker lambung atau perut berupa mulas, perut kembung, dan muntah terus-menerus. Namun, tahukah Anda penyebab kanker lambung atau perut, serta faktor risiko yang meningkatkan kemungkinannya? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab utama penyakit kanker lambung (perut)

perbedaan kanker ovarium dan kista ovarium

Ilmuwan memang telah menemukan berbagai hal yang menjadi faktor meningkatnya risiko kanker lambung (perut). Akan tetapi, penyebab pasti dari penyakit kanker ini tidak diketahui.

Sebagian besar berpendapat, penyebab kanker yang menyerang lapisan perut dan lambung ini adalah mutasi DNA sel. Mutasi membuat DNA yang berisi perintah dan fungsi sel menjadi rusak.

Sel yang harusnya membelah, tumbuh, dan mati dengan normal malah bertindak di luar kendali. Sel-sel tersebut terus membelah dan terus hidup sehingga menimbulkan penumpukan dan akhirnya membentuk tumor.

Munculnya sel kanker ini dapat bermula dari lapisan mukosa, submukosa, otot, jaringan ikat, dan serosa. Awalnya, kanker dimulai di sekitar lapisan paling dalam, yakni mukosa yang seiring waktu menyebar ke lapisan luar.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kanker lambung

gejala kanker usus besar

Meski penyebab utamanya tidak ketahui, periset telah menemukan berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya. Adanya risiko ini, membuat seseorang memiliki peluang lebih besar terkena penyakit kanker pada sistem pencernaan.

Setiap jenis kanker memiliki faktor risiko yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya dapat diubah sehingga menurun risikonya, tapi ada juga yang tidak bisa diubah.

Lebih jelasnya, faktor yang menjadi penyebab meningkatnya risiko penyakit kanker pada lambung atau lapisan perut, yaitu:

1. Usia yang bertambah tua dan jenis kelamin pria

Berdasarkan situs American Cancer Society, penyakit kanker lambung dan perut paling sering terjadi pada pria ketimbang wanita. Selain itu, penyakit ini meningkat pesat risikonya pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan umumnya terdeteksi  di usia 60 hingga 80an.

Usia menjadi penyebab meningkatnya risiko kanker lambung atau kanker perut ini karena berhubungan dengan kinerja organ, jaringan, dan sel yang juga semakin menurun kesehatannya.

2. Infeksi bakteri H. pylori

Bakteri Helicobacter pylori, disingkat H. pylori, merupakan bakteri yang hidup pada lapisan lendir pada saluran pencernaan manusia. Koloni bakteri ini sering menggali permukaan lendir pada saluran pencernaan, menimbulkan peradangan dan luka yang menganga.

Luka yang ditimbulkan oleh H. pylori akibat infeksi kronis dilaporkan jadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko penyakit kanker lambung dan lapisan perut.

Peradangan dan luka akibat infeksi bakteri H. pylori bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel dalam sistem pencernaan Anda. Kerusakan sel dalam waktu yang lama bisa memicu mutasi genetik. Mutasi atau perubahan genetik inilah yang kemudian mengubah sel yang normal menjadi sel kanker.

3. Kebiasaan merokok

Merokok tidak hanya menjadi penyebab meningkatkan risiko kanker paru, tapi juga jenis kanker lain, seperti kanker lambung dan kanker di lapisan perut.

Periset berkesimpulan bahwa ini bisa terjadi karena rokok mengandung zat kimia yang bersifat karsinogenik. Zat kimia yang masuk ke tubuh ini dapat mengalir ke dalam darah, menyebabkan peradangan, yang nantinya bisa memicu sel-sel tubuh bertindak abnormal.

4. Pola makan yang buruk dan obesitas

Pola makan yang buruk sering kali menyebabkan obesitas (berat badan berlebihan). Nah, kedua hal ini nantinya bisa jadi penyebab tingginya risiko kanker lambung atau kanker perut pada seseorang.

Pola makan yang tidak sehat ini meliputi konsumsi makanan pemicu kanker, seperti terlalu sering makan makanan yang dibakar serta ikan dan daging yang diawetkan. Kemudian, waktu dan porsi makan yang tidak tepat juga membuat pola makan semakin buruk.

5. Pernah menjalani operasi di perut

Tingginya risiko kanker lambung juga terlihat pada orang yang pernah menjalani operasi pengangkatan abses di perut. Penyakit kanker ini biasanya berkembang bertahun-tahun setelah operasi dilakukan.

Meningkatnya risiko ini kemungkinan besar disebabkan oleh lambung yang menghasilkan asam terlalu sedikit, sehingga membuat bakteri penghasil nitrit semakin gencar berkembang biak dan akhirnya memicu kanker.

6. Terdapat masalah kesehatan tertentu

Penyebab meningkatnya risiko kanker lambung dan perut selanjutnya adalah memiliki penyakit lain, yaitu:

  • Anemia pernisiosa: Sel di perut yang tidak menghasilkan IF dengan cukup dan menyebabkan kekurangan vitamin B12. Kondisi ini bisa proses produksi sel darah merah menjadi terganggu.
  • Menetrier disease: Pertumbuhan lapisan perut berlebih yang menyebabkan adanya lipatan dan kadar asam lambung yang rendah .
  • Polip lambung: Benjolan kecil di di lapisan perut, seperti adenomatosa bisa berkembang menjadi kanker.
  • Limfoma perut: Jenis limfoma di lambung ini menyebabkan sel-sel di sekitar menjadi abnormal.
  • Virus Epstein-Barr (infeksi mononukleosis): Penyakit ini meningkatkan risiko limfoma perut sekaligus  kanker perut.

7. Sindroma kanker keluarga

Penyebab tingginya risiko kanker lambung atau kanker perut bisa jadi karena sindroma kanker keluarga, seperti:

  • Kanker lambung difus herediter: Orang dengan sindrom ini mewarisi mutasi gen CDH1 sehingga risiko terkena kanker sebesar 70-80% seumur hidupnya.
  • Lynch syndrome: Kelainan genetik bawaan pada gen MLH1/MSH2 serta MLH3, MSH6, TGFBR2, PMS1, dan PMS2.
  • Familial adenomatous polyposis (FAP): Kondisi yang membuat seseorang rentan memiliki polip di lambung, dinding perut dan usus, yang disebabkan oleh mutasi gen APC.
  • Orang yang mewarisi kanker payudara: Orang ini mewarisi mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 yang membuat risiko kanker perut jadi lebih tinggi.
  • Li-Fraumeni syndrome: Orang yang mewarisi mutasi gen TP53, sehingga rentan memicu kanker perut di usia muda.
  • Peutz-Jeghers syndrome: Sindrom ini menyebabkan tumbuhnya polip di saluran cerna karena adanya mutasi gen STKI. Risiko kanker lain, seperti kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker usus besar juga ikut meningkat.

Mengetahui penyebab membantu dokter untuk menentukan pengobatan kanker lambung yang tepat untuk Anda. Mulai dari kemoterapi, operasi pengangkatan tumor di perut, hingga radioterapi. Namun sebelum itu, Anda perlu menjalani serangkaian tes kesehatan terlebih dahulu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

Ahli kesehatan merekomendasikan berbagai cara mencegah penyakit kanker lambung (perut). Lantas, apa saja tindakan pencegahan kanker lambung (perut)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gejala kanker lidah

Kanker Lidah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker mulut gusi gigi bibir

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit