Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Limfoma atau Kanker Getah Bening

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker getah bening atau limfoma merupakan jenis kanker darah yang paling sering terjadi. American Society of Hematology menyebut, sekitar setengah dari kasus kanker darah yang terjadi setiap tahun adalah limfoma. Namun, tahukah Anda apa penyebab dari penyakit ini? Berikut penjelasan mengenai penyebab dan faktor risiko penyakit kanker kelenjar getah bening atau limfoma yang perlu Anda ketahui.

Apa penyebab kanker kelenjar getah bening atau limfoma?

Limfoma merupakan kanker darah yang berkembang di sel darah putih bernama limfosit. Sel ini tersebar di dalam sistem limfatik dan berperan dalam melawan infeksi di tubuh. Adapun sistem limfatik berada di seluruh tubuh manusia yang terdiri dari kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, dan kelenjar timus.

Penyebab terjadinya limfoma atau kanker kelenjar getah bening ini adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel limfosit. Mutasi ini menyebabkan sel limfosit berkembang secara abnormal dan tidak terkendali.

Sel yang abnormal ini akan terus hidup dan berkembang biak, ketika sel normal lainnya akan mati pada jangka waktu tertentu dan digantikan dengan sel normal yang baru.

Dengan demikian, di dalam sistem limfatik akan terdapat penumpukan sel limfosit abnormal (sel kanker), yang bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening atau menimbulkan gejala limfoma lainnya. Sel kanker ini pun dapat menyebar ke sistem limfatik lain atau bahkan hingga ke organ lain dari tubuh.

Sebenarnya, hingga saat ini tidak diketahui apa penyebab pasti dari mutasi genetik pada limfoma tersebut. Perubahan genetik ini mungkin terjadi secara kebetulan atau karena faktor risiko tertentu yang menyebabkannya.

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening?

Para ahli meyakini ada beberapa faktor yang mungkin dapat mengembangkan limfoma. Setiap jenis limfoma, baik itu limfoma Hodgkin maupun limfoma non-Hodgkin, mungkin memiliki faktor risiko yang berbeda.

Namun, dilansir dari Lymphoma Action, faktor risiko utama dari kanker kelenjar getah bening adalah masalah pada sistem kekebalan tubuh. Berikut faktor-faktor yang disebut dapat meningkatkan risiko dan bisa menjadi penyebab seseorang terkena penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening:

1. Penambahan usia

Limfoma dapat terjadi pada siapapun dan usia berapapun. Namun, penyakit ini paling sering ditemukan pada pasien berusia lanjut, yaitu di atas 55 tahun. Dengan demikian, risiko kanker limfoma meningkat seiring dengan pertambahan usia.

2. Jenis kelamin pria

Beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada pria. Oleh karena itu, pria lebih mungkin terserang penyakit ini dibandingkan dengan wanita.

3. Riwayat keluarga atau genetik

Kanker getah bening bukanlah penyakit yang bisa diturunkan. Namun, bila Anda memiliki keluarga atau saudara dekat (orangtua, kakak, adik, atau anak) yang memiliki kanker getah bening, Anda pun memiliki risiko untuk terkena penyakit ini pada masa depan.

Hal ini tidak dikaitkan dengan genetik tertentu. Namun, peningkatan risiko ini mungkin disebabkan oleh polimorfisme yang sering ditemukan di dalam gen sistem kekebalan tubuh. Selain itu, gaya hidup juga bisa berkontribusi sebagai penyebab limfoma yang terkait dengan riwayat keluarga.

4. Masalah pada sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh berperan dalam melawan infeksi dan membantu menyingkirkan sel-sel yang tidak diperlukan tubuh, seperti sel yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh lebih mungkin mengalami kanker kelenjar getah bening daripada yang tidak.

Beberapa kondisi berkaitan sisitem kekebal tubuh yang dapat meningkatkan risiko limfoma, termasuk:

  • Konsumsi obat imunosupresif (obat yang menekan sistem kekebalan)

Obat ini umum digunakan  seseorang yang melakukan transplantasi organ atau transplantasi sel induk alogenik (donor). Tujuan penggunaan obat imunosupresif untuk mencegah tubuh bereaksi buruk terhadap organ atau sel yang didapat dari donor.

  • Gangguan imunodefisiensi

Sebagai contoh, ataxia telangiectasia atau sindrom Wiskott-Aldrich. Namun, kedua penyakit tersebut sangat jarang terjadi, sehingga kasus limfoma yang muncul karena penyebab gangguan imunodefisiensi pun jarang ditemukan.

  • HIV

Seseorang dengan HIV tidak dapat melawan infeksi dengan baik, sehingga berisiko terkena berbagai penyakit, termasuk kanker limfoma. Selain itu, infeksi HIV pun dapat menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan tubuh sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

  • Gangguan autoimun

Beberapa gangguan autoimun dapat menyebabkan peradangan kronis, yang bisa menjadi penyebab penyakit kanker kelenjar getah bening. Selain itu, seseorang dengan gangguan autoimun pun lebih mungkin mengonsumsi obat  imunosupresif sehingga bisa menyebabkan limfoma. Adapun beberapa gangguan autoimun tersebut, yaitu sindrom Sjögren, lupus, atau penyakit celiac.

5. Infeksi virus tertentu

Bila Anda terinfeksi virus tertentu, seperti Epstein-Barr, HTLV-1, hepatitis C, atau herpes HHV8, Anda bisa berisiko terkena penyakit limfoma. Meski demikian, tidak semua orang dengan infeksi ini pasti akan mengalami limfoma. Bahkan, sebagian besar orang dengan infeksi ini tidak mengalami limfoma pada masa berikutnya.

6. Pernah mengalami kanker

Seseorang yang pernah memiliki penyakit kanker sebelumnya berisiko mengembangkan jenis kanker lain pada  masa mendatang. Hal ini bisa terjadi karena efek dari pengobatan kanker yang pernah dijalani, seperti kemoterapi atau radioterapi. Pasalnya, kedua jenis pengobatan ini dapat merusak sel, termasuk limfosit, yang bisa berkembang menjadi limfoma.

7. Paparan bahan kimia

Tidak hanya berisiko pada leukemia, paparan bahan kimia tertentu, seperti pestisida, juga bisa meningkatkan risiko terjadinya limfoma. Meski demikian, hal ini belum sepenuhnya terbukti. Risiko terjadinya limfoma karena penyebab ini pun kemungkinan hanya kecil. 

8. Pola hidup tidak sehat

Pola hidup yang buruk, seperti merokok, terlalu banyak mengonsumsi daging merah, lemak hewani, dan produk susu, kurang gerak, serta obesitas, disebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena limfoma. Meski demikian, kemungkinannya hanya kecil dan buktinya pun masih terbatas.

Namun, paling tidak, menerapkan pola hidup yang baik dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan lebih mungkin terhindar dari berbagai penyakit.

Meski demikian, perlu diingat, memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas bukan berarti Anda akan pasti terkena penyakit ini pada masa mendatang. Sebaliknya, seseorang yang mengalami kanker kelenjar getah bening pun mungkin memiliki faktor risiko atau penyebab yang tidak diketahui.

Namun, bila Anda khawatir akan faktor risiko tertentu, tidak ada salahnya untuk menanyakan ke dokter tentang kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit