Leukemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit leukemia?

Leukemia adalah penyakit yang terjadi ketika sel kanker ditemukan di darah dan sumsum tulang. Kondisi ini disebabkan oleh produksi sel darah putih abnormal atau terlalu banyak. Oleh karena itu, penyakit ini juga kerap disebut dengan kanker sel darah putih.

Sel abnormal ini menghalangi kerja sel darah putih dalam melawan infeksi serta merusak kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah dan trombosit yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh, seperti anemia, perdarahan, dan infeksi.

Bahkan, sel leukemia juga bisa menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya, sehingga menimbulkan pembengkakan atau nyeri di area tubuh tertentu.

Beberapa pasien leukemia masih bisa sembuh. Namun, pada kondisi tertentu, leukemia bisa sulit disembuhkan, sehingga pengobatan yang diberikan hanya untuk mengendalikan penyakit serta memperpanjang angka harapan hidup pasien.

Seberapa umum leukemia terjadi?

Leukemia adalah satu dari tiga jenis kanker darah yang sering terjadi. Adapun dua jenis kanker darah lainnya, yaitu limfoma dan multiple myeloma.

Kanker sel darah putih ini paling sering ditemukan pada lansia, yaitu berusia 65-74 tahun. Namun, leukemia pada anak pun bisa terjadi. Bahkan, penyakit ini merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Di Indonesia, leukemia menempati posisi ke-9 dengan jumlah kasus kanker terbanyak. Berdasarkan data Globocan 2018, jumlah kasus baru leukemia mencapai 13.498 kasus dengan jumlah kematian mencapai 11.314 kasus.

Anda masih bisa mencegah penyakit ini dengan menghindari berbagai faktor risiko penyebabnya. Tanyakan pada dokter untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Jenis-jenis

Jenis-jenis leukemia

Leukemia dapat berkembang secara cepat atau lambat. Sel kanker yang berkembang secara lambat disebut dengan leukemia kronis, sedangkan yang berkembang secara cepat disebut leukemia akut.

Selain perkembangan penyakitnya, penyakit ini pun dibagi kembali berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena kanker. Berdasarkan kedua hal tersebut, berikut adalah empat jenis leukemia yang utama:

  • Leukemia limfoblastik akut: Terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih limfosit abnormal yang belum dewasa (matang) atau disebut limfoblas. Jenis ini adalah yang sering terjadi pada anak-anak.
  • Leukemia mieloid akut: Terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih mieloid abnormal yang belum dewasa (matang) atau disebut myeloblast.
  • Leukemia limfositik kronis: Sel kanker yang melibatkan sel limfosit yang sudah dewasa atau matang.
  • Leukemia mieloid kronis: Sel kanker yang melibatkan sel mieloid yang sudah matang.

Selain jenis yang umum, ada pula tipe lainnya yang jarang terjadi, seperti hairy cell leukemia, praleukemia atau myelodysplastic syndromes (MDS), atau myeloproliferative disorders.

Tanda & gejala

Tanda-tanda dan gejala dari leukemia

Gejala leukemia bisa bervariasi, tergantung pada jenis yang dialami. Namun, secara umum, tanda-tanda atau gejala terjadinya penyakit ini, yaitu:

  • Demam, menggigil, atau berkeringat yang berlebihan pada malam hari.
  • Kelelahan dan terasa lemah.
  • Sakit kepala.
  • Sering infeksi atau mengalami infeksi yang parah.
  • Penurunan berat badan drastis yang tidak dapat dijelaskan.
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Mimisan yang berulang.
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Kulit pucat.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan, atau perut (akibat limpa atau hati yang membesar).

Gejala leukemia pada anak umumnya sama dengan yang terjadi pada orang dewasa yang disebutkan di atas.

Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Gejala di atas memang tampak seperti penyakit umum yang sering terjadi, yaitu flu. Namun, sebaiknya Anda segera periksa ke dokter jika merasakan gejala-gejala seperti di atas, terutama bila kondisi tersebut terus terjadi secara berulang.

Jika penyakit ini ditemukan lebih dini, kemungkinan sembuhnya akan lebih besar. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab & faktor-faktor risiko

Penyebab terjadinya leukemia

Secara umum, penyebab leukemia adalah perubahan atau mutasi DNA pada sel darah, atau kelainan sel darah putih lainnya. Kelainan ini menyebabkan sel darah tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali. Sel abnormal ini akan tetap hidup dan berkembang ketika sel yang normal justru akan mati.

Sampai saat ini penyebab terjadinya hal tersebut belum diketahui. Namun, para peneliti menduga beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko leukemia

Beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Faktor-faktor tersebut, yaitu:

  • Pernah menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Kelainan genetik tertentu, seperti down syndrome. 
  • Terpapar bahan kimia tertentu, seperti benzene.
  • Kebiasaan merokok.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit leukemia.

Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas belum tentu Anda akan pasti terkena penyakit ini. Sebaliknya, seseorang yang terkena leukemia pun bisa saja memiliki faktor risiko lain yang tidak disebutkan di atas atau tidak diketahui.

Diagnosis & stadium

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Cara mendiagnosis leukemia

Langkah awal dalam diagnosis leukemia adalah dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, berapa lama gejala tersebut dialami, serta kondisi medis Anda secara keseluruhan.

Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda lainnya, seperti kulit yang pucat, pembengkakan pada kelenjar getah bening, atau pembesaran hati dan limpa.

Bila Anda dicurigai memiliki leukemia, Anda mungkin akan menjalani serangkaian pemeriksaan atau tes. Beberapa tes yang mungkin perlu Anda jalani, seperti:

  • Tes darah

Tes darah yang umumnya dilakukan, yaitu hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC). Tes ini menunjukkan kondisi secara detail tentang sel darah yang Anda miliki. Seseorang yang terkena kanker sel darah putih umumnya memiliki jumlah sel darah merah dan trombosit yang lebih rendah dan sel darah putih yang lebih banyak.

  • Tes sumsum tulang

Tes atau biopsi atau aspirasi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sampel sel sumsum tulang dari tulang pinggul Anda, menggunakan jarum tipis yang panjang. Sampel kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat sel kanker di dalamnya.

  • Tes pencitraan

Dua tes di atas merupakan pemeriksaan leukemia yang utama. Namun, dokter juga mungkin akan meminta Anda melakukan tes pencitraan, seperti rontgen dada, CT scan, atau MRI, sebagai pemeriksaan penunjang, teruama bila Anda memiliki gejala yang terkait dengan komplikasi leukemia.

Jenis pemeriksaan atau tes yang akan dijalani tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pemeriksaan yang tepat.

Menentukan stadium leukemia

Stadium atau tahap leukemia berarti seberapa jauh leukemia kronis Anda telah berkembang. Dokter dapat mengetahui hal tersebut dari hasil tes atau pemeriksaan diagnosis leukemia yang Anda jalani. Adapun mengetahui stadium ini dapat membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk Anda.

Dilansir dari Moffitt Cancer Center, tahapan stadium leukemia kronis dapat dijelaskan menggunakan sistem Rai. Berikut penjelasannya:

  • Stadium 0: pasien memiliki tingkat sel darah putih yang tinggi, tetapi tidak memiliki gejala fisik tertentu.
  • Stadium 1: pasien memiliki kadar sel darah putih yang tinggi dan pembesaran kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: pasien memiliki kadar sel darah putih yang tinggi dan mengalami gejala anemia. Pasien juga mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Stadium 3: pasien memiliki kadar sel darah putih yang tinggi dan mengalami anemia. Ia juga mungkin mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan/atau pembesaran hati atau limpa.
  • Stadium 4: pasien memiliki kadar sel darah putih dan trombosit yang rendah. Ia juga mungkin mengalami anemia, pembesaran kelenjar getah bening dan hati atau limpa.

Pengobatan

Jenis pengobatan untuk leukemia

Pengobatan untuk leukemia ditentukan berdasarkan usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, jenis, serta perkembangan atau penyebaran sel kanker di tubuh Anda. Namun, beberapa pengobatan yang umum diberikan untuk penyakit ini, yaitu:

  • Kemoterapi

Menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker yang diminum secara oral atau melalui injeksi vena.

  • Terapi biologis

Pengobatan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

  • Terapi target

Menggunakan obat-obatan untuk menyerang sel kanker secara spesifik.

  • Terapi radiasi

Menggunakan radiasi tingkat tinggi untuk merusak dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

  • Transplantasi stem cell

Prosedur untuk menggantikan sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang yang sehat.

Selalu konsultasikan dengan dokter jenis pengobatan yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan di rumah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi leukemia?

Selain menjalani pengobatan medis, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini. Berikut adalah pengobatan leukemia di rumah yang bisa Anda lakukan:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk perbanyak makan sayuran dan buah-buahan serta menghindari makanan berlemak tinggi.
  • Tetap aktif dengan rutin berolahraga ringan.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok dan minuman beralkohol.
  • Kelola stres.
  • Cari dukungan dari orang terdekat.

Pencegahan

Cara mencegah leukemia

Penyebab terjadinya penyakit ini masih belum jelas. Meski demikian, Anda masih bisa mencegah leukemia dengan menghindari berbagai faktor risiko yang menyebabkannya, seperti:

  • Hindari paparan bahan kimia, seperti benzena.
  • Hndari radiasi sinar-X yang tidak perlu.
  • Hindari rokok atau berhenti merokok.
  • Segera periksa ke dokter bila merasakan perubahan atau gejala tertentu pada tubuh.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Tetap aktif.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami dan mendapat solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit maag

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
pencegahan glaukoma mencegah glaukoma

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit