Apa itu MRI Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Salah satu pemeriksaan yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis keberadaan kanker payudara adalah dengan melakukan MRI payudara. Bagaimana prosedur ini dilakukan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu MRI Payudara?

Breast Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah tes yang menggunakan magnet dan gelombang radio untuk melihat adanya kelainan pada payudara. MRI mempermudah dokter melihat jaringan pada tubuh.

Dokter dapat meminta Anda untuk melakukan prosedur ini jika ia menduga adanya kelainan. Pemeriksaan ini akan menunjukkan informasi penting tentang kondisi payudara Anda yang tidak didapat oleh alat tes pencitraan lainnya, seperti mammografi atau ultrasonografi (USG). 

Untuk apa MRI payudara dilakukan?

Biasanya, Anda akan menjalani pemeriksaan MRI payudara apabila hasil tes lainnya tidak memadai.

Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk wanita yang berisiko memiliki kanker payudara atau untuk memantau perkembangan kanker payudara dan pengobatannya.

Dikutip dari American Cancer Society, kegunaan MRI payudara dibagi menjadi dua, yaitu:

Untuk membantu menentukan perkembangan kanker

 MRI payudara terkadang dilakukan pada wanita yang telah didiagnosis kanker payudara. Biasanya, prosedur ini dilakukan untuk menentukan sejauh mana kanker telah berkembang.

Beberapa yang dapat dilihat adalah seberapa besar ukuran kanker, melihat apakah ada tumor lain, dan untuk memeriksa tumor pada payudara lainnya. 

Meskipun begitu, tidak semua wanita dengan kanker payudara membutuhkan pemeriksaan ini. 

Untuk skrining kanker payudara

Untuk beberapa wanita yang memiliki faktor risiko penyebab kanker payudara, tes MRI biasanya direkomendasikan untuk dijalani bersamaan dengan mammografi tahunan.

MRI tidak direkomendasikan sebagai tes skrining yang berdiri sendiri karena dapat melewatkan beberapa kanker yang terdeteksi melalui mammografi

Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes MRI payudara jika:

  • Anda telah didiagnosis kanker payudara dan dokter ingin memeriksa sejauh mana kanker berkembang.
  • Anda mengalami dugaan implan payudara bocor atau pecah.
  • Anda punya risiko tinggi mengalami kanker payudara, didefinsikan sebagai risiko seumur hidup 20% atau lebih. 
  • Anda memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker payudara atau kanker ovarium.
  • Anda memiliki jaringan payudara yang sangat padat dan mammografi tidak mendeteksi sebelumnya.
  • Anda memiliki riwayat perubahan payudara prekanker, seperti hiperplasia atipikal atau karsinoma lobular in situ.
  • Anda memiliki mutasi gen kanker payudara, seperti BRCA1 atau BRCA2.
  • Anda menjalani perawatan radiasi di area dada sebelum usia 30 tahun. 

Meskipun pemeriksaan ini dapat menemukan beberapa kanker yang tak terlihat pada mammografi, tes ini juga memungkinkan untuk menemukan hal-hal yang ternyata bukan kanker

Biasanya pemeriksaan ini tidak direkomendasikan utnuk wanita yang memiliki risiko kanker sedang. 

Adakah efek samping MRI payudara?

MRI payudara dianggap sebagai alternatif yang lebih aman untuk wanita hamil dibanding scan yang menggunakan radiasi, seperti CT scan. Walau kadar radiasi pada CT scan aman untuk orang dewasa, tapi tidak untuk janin.

Tidak ditemukan bukti bahwa magnet dan gelombang radio berbahaya. Walaupun lebih aman, MRI payudara juga memiliki beberapa pertimbangan:

Hasil tidak akurat

Tes ini tidak dapat selalu membedakan pertumbuhan kanker dan non-kanker. Akan tetapi, tes ini bisa mendeteksi hal yang berpotensi kanker. Untuk mengonfirmasi hasilnya diperlukan penelitian sampel jarinan alias biopsi.

Reaksi alergi terhadap zat pewarna kontras

MRI payudara dilakukan dengan menggunakan zat pewarna kontras yang disuntikkan pada aliran darah. Hal ini bertujuan agar gambar lebih mudah dilihat.

Zat pewarna kontras mungkin saja bisa menyebabkan reaksi alergi dan komplikasi serius untuk orang dengan masalah ginjal.

Apa yang harus dipersiapakan untuk MRI payudara?

Sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani MRI payudara, antara lain:

Lakukan MRI payudara pada awal siklus menstruasi

Penting untuk menjadwalkan MRI pada awal siklus menstruasi Anda. Waktu yang paling baik adalah di antara hari ketujuh dan hari ke-14 siklus bulanan Anda.

Jika Anda premenopause, MRI mungkin akan dijadwalkan pada waktu tertentu selama siklus menstruasi Anda, sekitar hari ketiga hingga ke-14.

Beri tahu dokter soal alergi yang Anda miliki

Sebelum MRI dilakukan, dokter akan menjelaskan tes dan melihat kembali riwayat fisik dan medis Anda. Informasikan obat apa saja yang mungkin sedang Anda minum atau jika memiliki alergi tertentu. 

Beri tahu juga jika Anda memiliki perangkat implan karena bisa terdampak dari tes ini. Laporkan pula apabila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap zat pewarna kontras. 

Beri tahu dokter jika memiliki masalah ginjal

Zat warna yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar MRI (gadolinium) dapat menyebabkan komplikasi serius pada orang dengan masalah ginjal. Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat masalah ginjal. 

Beri tahu dokter jika Anda hamil

Umumnya, MRI tidak direkomendasikan untuk wanita hamil karena terdapat potensi risiko efek gadolinium terhadap bayi. 

Beri tahu dokter jika Anda menyusui

Jika Anda menyusui, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk berhenti menyusui bayi Anda selama dua hari setelah MRI payudara. 

Jangan menggunakan sesuatu berbahan logam apa pun selama MRI

Objek berbahan logam, seperti perhiasan atau jam tangan dapat rusak ketika proses MRI. 

Beri tahu dokter tentang perangkat medis tanam di dalam tubuh

Jika Anda memiliki alat medis implan, seperti alat pacu jantung, defibrillator, port obat implan, atau sendi buatan, beri tahu dokter. 

Bagaimana proses MRI payudara?

Mesin MRI payudara meliputi meja datar yang dapat digeser masuk dan keluar. Bagian yang seperti roda adalah tempat magnet dan gelombang radio yang memproduksi gambar dari payudara Anda.

Sebelum scan, Anda akan menggunakan pakaian rumah sakit dan melepas semua perhiasan Anda. Jika menggunakan zat pewarna kontras, infus akan dipasang pada lengan Anda agar pewarna dapat disuntikkan ke aliran darah.

Di ruangan MRI, Anda akan berbaring tengkurap di meja tersebut. Kemudian Anda akan masuk ke dalam mesin. Ahli teknis akan menginstruksikan, seperti kapan harus diam dan menahan napas. Instruksi akan diberikan melalui mikrofon.

Anda tidak akan merasakan mesin bekerja, tapi akan terdengar suara-suara keras. Biasanya teknisi akan memberikan sumbat telinga. Tes biasanya berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam. Begitu gambar telah direkam, Anda dapat keluar dan prosedur telah selesai dilakukan.

Cara membaca hasil MRI payudara

Hasil pemeriksaan biasanya akan diserahkan oleh seorang radiologi kepada dokter yang mengirim Anda. Mirip dengan rontgen, hasil MRI berwarna hitam dan putih.

Tumor dan kelainan lainnya dapat muncul sebagai bercak berwarna putih, akibat zat pewarna kontras yang berkumpul di aktivitas sel yang meningkat. 

Jika hasil MRI payudara menunjukkan sel yang tampak berpotensi kanker, dokter akan melakukan biopsi. Biopsi akan memastikan apakah itu jaringan kanker atau bukan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 menit baca

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

    Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

    Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kanker Payudara, Health Centers 10/06/2020 . 5 menit baca

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    kanker-muncul-kembali

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca