Apa itu MRI Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Salah satu pemeriksaan atau tes yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara adalah MRI payudara. Bagaimana prosedur ini dilakukan? Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu MRI Payudara?

Magnetic Resonance Imaging (MRI) payudara adalah tes yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar struktur payudara secara detil. Melalui gambar ini, dokter dapat melihat bila ada kelainan pada payudara Anda. 

Prosedur ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kanker payudara lainnya, seperti mamografi dan ultrasonografi (USG). Tes MRI bisa menunjukkan informasi mengenai kondisi payudara Anda yang tidak didapat oleh kedua alat tes pencitraan tersebut. 

Mengapa perlu melakukan MRI payudara?

Dilansir dari American Cancer Society, ada dua kegunaan MRI payudara yang umum, yaitu:

1. Menentukan perkembangan kanker

MRI payudara terkadang dilakukan pada wanita yang telah didiagnosis kanker payudara. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kanker berkembang, mencari tumor lain di payudara, serta memeriksa kemungkinan tumor di payudara lainnya.  

Meski demikian, tidak semua wanita dengan kanker payudara membutuhkan pemeriksaan ini. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

2. Skrining kanker payudara

Skrining atau deteksi kanker payudara dengan MRI umumnya dilakukan pada wanita yang berisiko tinggi mengalami kanker payudara, seperti  riwayat keluarga atau faktor risiko kanker payudara lainnya.

Pada wanita dengan kondisi ini, biasanya tes MRI dilakukan bersamaan dengan mammografi tahunan. Bila tes MRI dilakukan sendiri, kemungkinan akan ada beberapa temuan kanker yang terlewat, yang hanya bisa ditemukan dengan mamografi.

Meski demikian, MRI juga memungkinkan untuk menemukan hal-hal yang ternyata bukan kanker. Oleh karena itu, tes ini tidak direkomendasikan pada wanita yang tidak memiliki risiko tinggi kanker payudara. 

Selain kondisi di atas, berikut beberapa kondisi lainnya yang mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan MRI payudara:

  • Anda mengalami dugaan implan payudara bocor atau pecah.
  • Anda punya risiko tinggi mengalami kanker payudara dengan kemungkinan 20-25 persen. 
  • Anda memiliki jaringan payudara yang sangat padat, yang sebelumnya tidak dapat dideteksi dengan mamografi.
  • Anda memiliki riwayat prakanker payudara, seperti hiperplasia atipikal atau karsinoma lobular in situ.
  • Anda memiliki mutasi gen kanker payudara, seperti BRCA1 atau BRCA2.
  • Anda menjalani perawatan radiasi di area dada sebelum usia 30 tahun. 

Apa yang harus dipersiapakan untuk MRI payudara?

Sebelum melakukan MRI payudara, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar memberikan hasil pemeriksaan yang maksimal. Berikut beberapa persiapan yang harus Anda lakukan:

1. Jadwalkan MRI pada awal siklus menstruasi

Penting untuk menjadwalkan MRI pada awal siklus menstruasi. Waktu yang paling baik adalah di antara hari ketujuh dan hari ke-14 siklus bulanan Anda.

Namun, jika Anda pramenopause, MRI mungkin akan dijadwalkan pada waktu tertentu selama siklus menstruasi Anda, sekitar hari ketiga hingga ke-14. Beri tahu dokter mengenai siklus menstruasi Anda dan dokter akan menentukan waktu yang tepat untuk Anda melakukan MRI. 

2. Beri tahu dokter soal alergi yang Anda miliki

MRI umumnya menggunakan zat pewarna untuk membuat gambar lebih mudah diinterpretasikan. Zat ini biasanya akan diberikan melalui vena di lengan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberi tahu dokter bila memiliki alergi terhadap zat tertentu untuk menghindari komplikasi.

3. Beri tahu dokter jika memiliki masalah ginjal

Zat warna yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar MRI (gadolinium) dapat menyebabkan komplikasi serius pada orang dengan masalah ginjal. Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat penyakit ini. 

4. Beri tahu dokter jika Anda hamil

Umumnya, MRI tidak direkomendasikan untuk wanita hamil karena terdapat potensi risiko efek gadolinium terhadap bayi. 

5. Beri tahu dokter jika Anda menyusui

Jika Anda menyusui, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk berhenti menyusui bayi Anda selama dua hari setelah MRI payudara. Meski efeknya rendah pada bayi, tetapi sebaiknya Anda lakukan ini bila khawatir. 

6. Jangan menggunakan sesuatu berbahan logam apa pun selama MRI

Objek berbahan logam, seperti perhiasan atau jam tangan, dapat rusak ketika proses MRI. Sebaiknya tinggalkan perhiasan Anda di rumah atau lepas sebelum MRI dilakukan. 

7. Beri tahu dokter tentang perangkat implan di dalam tubuh

Jika Anda memiliki alat medis implan, seperti alat pacu jantung, defibrillator, port obat implan atau sendi buatan, beri tahu dokter sebelum MRI dilakukan. 

Bagaimana proses MRI payudara?

Mesin MRI payudara meliputi meja datar yang dapat digeser masuk dan keluar. Bagian yang seperti roda adalah tempat magnet dan gelombang radio yang memproduksi gambar dari payudara Anda.

Sebelum scan, Anda akan menggunakan pakaian rumah sakit dan melepas semua perhiasan Anda. Jika menggunakan zat pewarna kontras, infus akan dipasang pada lengan Anda agar pewarna dapat disuntikkan ke aliran darah.

Di ruangan MRI, Anda akan berbaring tengkurap di meja tersebut. Kemudian Anda akan masuk ke dalam mesin. Ahli teknis akan menginstruksikan, seperti kapan harus diam dan menahan napas. Instruksi akan diberikan melalui mikrofon.

Anda tidak akan merasakan mesin bekerja, tetapi akan terdengar suara-suara keras. Biasanya teknisi akan memberikan sumbat telinga untuk mengatasi ini.

Tes biasanya berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam. Begitu gambar telah direkam, Anda dapat keluar dan prosedur telah selesai dilakukan.

Cara membaca hasil MRI payudara

Hasil pemeriksaan MRI payudara biasanya akan ditinjau oleh ahli radiologi. Tim medis di rumah sakit kemudian akan menghubungi Anda untuk membahas hasil tes. 

Mirip dengan rontgen, hasil MRI berwarna hitam dan putih. Tumor dan kelainan pda payudara akan terlihat seperti bercak berwarna putih, akibat zat pewarna kontras yang berkumpul di aktivitas sel yang meningkat. 

Jika hasil MRI payudara menunjukkan sel yang dicurigai kanker, dokter mungkin akan melakukan biopsi payudara. Biopsi akan memastikan apakah jaringan tersebut kanker atau bukan.

Apa risiko MRI payudara?

MRI payudara dianggap sebagai jenis pemeriksaan yang aman karena tidak menggunakan radiasi, seperti CT scan. Meski demikian, MRI payudara juga memiliki beberapa risiko lain, seperti:

  • Hasil tidak akurat. Tes ini tidak dapat selalu membedakan pertumbuhan kanker dan non-kanker. Anda mungkin perlu menjalani biopsi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan bila ternyata hasil biopsi menunjukkan tumor yang Anda miliki jinak. 
  • Reaksi alergi terhadap zat pewarna kontras. 
  • Komplikasi serius pada seseorang dengan masalah ginjal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit