Kanker Nasofaring

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker nasofaring?

Kanker nasofaring adalah jenis penyakit kanker yang berkembang di bagian kepala dan leher, tepatnya di bagian nasofaring. Nasofaring merupakan bagian atas tenggorokan (faring) yang terhubung dengan bagian belakang hidung.

Nasofaring memiliki bentuk yang menyerupai ruang kotak. Fungsi dari nasofaring adalah sebagai jalur pernapasan dari hidung ke tenggorokan, yang kemudian diteruskan menuju paru-paru.

Kanker ini merupakan jenis kanker paling umum menyerang dan awalnya berasal sel epitel (yang melapisi permukaan nasofaring). Karsinoma nasofaring terbagi menjadi beberapa jenis seperti undifferentiated carcinoma, keratinizing squamous cell carcinoma, dan non-keratinizing squamous cell carcinoma.

Apakah kanker nasofaring menular?

Penyakit kanker nasofaring adalah penyakit yang tidak menular, sebagaimana jenis kanker lainnya.

Jadi, penyakit kanker ini tidak akan ditularkan dari pengidap ke orang sehat di sekitarnya melalui berhubungan intim, ciuman, sentuhan, berbagi makanan, atau menghirup udara yang sama.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Menurut data Globocan 2018, penyakit kanker nasofaring adalah jenis yang paling umum menyerang di Indonesia, yakni menempati posisi kelima.

Pada tahun tersebut tercatat kasus baru sebanyak 17.992 jiwa dengan angka kematian mencapai 11.204 jiwa. Penyakit ini umumnya menyerang pria ketimbang wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker nasofaring?

Pada stadium 1 (awal), kanker nasofaring kerap tidak menimbulkan ciri atau gejala. Biasanya, gejala akan muncul kanker nasofaring telah menyebar dan ini menandakan bahwa kanker telah memasuki stadium 2, 3, atau bahkan 4.

Jika sudah menyebar, sel kanker bisa menyerang kelenjar getah bening terdekat. Kondisi tersebut umumnya akan menimbulkan gejala kanker nasofaring berupa pembengkakan (benjolan) di kedua sisi leher. Bila Anda menyentuh benjolan terasa, akan terasa keras dan tidak nyeri.

Selain pembengkakan, ciri-ciri kanker nasofaring yang mungkin dirasakan orang dewasa adalah:

  • Berkali-kali mengalami infeksi telinga.
  • Hidung sering tersumbat dan mimisan.
  • Satu sisi telinga terasa penuh, kadang nyeri dan berdenging, atau telinga kehilangan pendengaran.
  • Terus-terusan merasa sakit kepala.
  • Wajah mati rasa sehingga sulit untuk membuka mulut dan terasa nyeri.
  • Sulit berbicara, sulit bernapas, dan penglihatan kabur.

Sementara, gejala kanker nasofaring yang umumnya dirasakan anak adalah:

  • Hidung tersumbat dan mimisan.
  • Sering mengalami infeksi telinga dan sakit tenggorokan.
  • Kelenjar getah bening di sekitar leher dan tenggorokan membengkak.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Terlebih jika gejala tersebut tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Setiap orang dapat mengalami gejala kanker yang berbeda, mungkin juga tidak disebutkan pada ulasan di atas. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker nasofaring?

Penyebab kanker nasofaring tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ilmuwan menemukan adanya kaitan virus Epstein-Barr (EBV) dengan penyakit kanker ini.

Orang yang terinfeksi virus ini umumnya dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Ini karena sistem imun mampu mengenali dan menghancurkan virus tersebut. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, potongan DNA dari EBV dapat bercampur dengan DNA sel di nasofaring.

DNA dalam tubuh Anda menyimpan serangkaian perintah bagi sel untuk bekerja secara teratur. Ketika DNA virus bercampur dengan DNA tubuh, DNA virus akan mengambil alih perintah sehingga membuat sel-sel di nasofaring membelah tanpa kendali dan tidak mati. Kondisi inilah yang dapat memicu terjadinya kanker.

Walaupun begitu, ilmuwan masih melakukan penelitian lebih dalam mengenai EBV sebagai penyebab kanker nasofaring.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kanker nasofaring?

Kanker nasofaring adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Ada pula kemungkinan Anda tetap mengalami kanker meski tidak memiliki satupun faktor risiko.

Beberapa faktor risiko yang memicu Anda terkena penyakit kanker nasofaring adalah:

  • Usia tertentu

Penyakit ini dapat menyerang segala usia, tapi lebih sering menyerang remaja, orang dewasa berumur 30 tahun ke atas, dan lansia berusia 50-60 tahun.

  • Jenis kelamin pria

Kanker jenis ini lebih sering ditemukan pada pria, bahkan menduduki peringkat keempat di Indonesia.

  • Riwayat genetik atau keturunan

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker jenis ini, risiko Anda untuk terserang pun lebih tinggi.

  • Konsumsi garam berlebihan

Konsumsi makanan yang tinggi garam atau makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin dapat meningkatkan risiko kanker ini.

  • Kebiasaan tidak sehat

Kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai macam jenis kanker, termasuk kanker yang menyerang sistem pernapasan ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker nasofaring didiagnosis?

Untuk mendiagnosis penyakit kanker nasofaring, dokter biasanya akan mulai dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti kapan gejala muncul dan riwayat penyakit Anda.

Selain itu, dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan atau benjolan di leher Anda. Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, beberapa tes tambahan akan direkomendasikan, seperti:

1. Tes endoskopi

Jika dokter menduga Anda menderita kanker, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani tes endoskopi.

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung kecil dengan kamera melalui hidung Anda. Dengan tabung ini, dokter dapat melihat bagian dalam hidung dan tenggorokan Anda untuk mengetahui adanya kelainan.

2. Biopsi

Dokter juga mungkin akan mengambil sedikit sampel jaringan nasofaring Anda untuk diteliti di laboratorium. Biopsi umumnya dilakukan dengan endoskopi.

3. Tes pengambilan gambar

Setelah Anda terdiagnosis dengan kanker nasofaring, dokter akan melakukan tes pengambilan gambar untuk menentukan stadium kanker yang Anda derita. Tes pengambilan gambar meliputi:

  • Computerized tomography (CT scan).
  • Magnetic resonance imaging (MRI scan).
  • Positron emission tomography.
  • X-ray.

Apa saja cara mengobati kanker nasofaring?

Penyakit kanker nasofaring yang terdeteksi di awal, seperti stadium 1, 2, dan 3 yang belum sepenuhnya parah, umumnya sembuh dengan pengobatan dokter.

Namun, peluang bisa sembuh dari kanker nasofaring stadium 3 yang sudah menyebar luas dan stadium 4 adalah sangat kecil atau berkemungkinan besar tidak bisa disembuhkan. Meskipun begitu, pengobatan tetap harus dilakukan dengan tujuan untuk membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penyembuhan kanker nasofaring bisa dilakukan dengan pengobatan berikut ini:

Operasi

Operasi merupakan pengobatan untuk mengangkat dan menghilangkan sel tumor pada nasofaring agar tidak semakin menyebar luas. Prosedur medis ini mencakup juga pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena kanker.

Jika sudah mencapai leher seperti ini, jenis operasinya disebut dengan diseksi leher parsial/selektif (mengangkat sebagian kelenjar getah bening dekat tumor), dan diseksi leher radikal (mengangkat kelenjar getah bening seutuhnya dan beberapa jaringan otot serta saraf dekat tulang rahang dan selangka).

Efek samping dari pengobatan kanker ini adalah mati rasa pada telinga, kelemahan saat mengangkat lengan di atas kepala, serta kerusakan saraf.

Radioterapi

Selain operasi, kanker nasofaring juga bisa diobati dengan radioterapi, yakni pengobatan berbasis energi radiasi untuk mengecilkan tumor dan menghancurkan sel kanker.

Pengobatan ini terbilang cukup ampuh. Akan tetapi, radioterapi untuk kanker nasofaring dapat menimbulkan efek samping berupa luka pada kulit dan mulut, mual dan muntah, dan kehilangan kemampuan untuk mengecap rasa.

Kemoterapi

Pengobatan kanker selanjutnya adalah kemoterapi. Pengobatan ini dapat dilakukan bersamaan dengan radioterapi, baik sebelum atau setelah prosedur dilakukan.

Kemoterapi dapat mengobati kanker nasofaring menggunakan berbagai macam obat yang disuntikan langsung ke pembuluh darah atau diminum dalam bentuk pil/kapsul.

Cisplatin adalah obat kemoterapi yang paling umum digunakan untuk mengobati kanker nasofaring. Di samping itu, ada juga obat kemoterapi jenis lain yang juga digunakan, seperti:

Obat-obatan di atas cukup ampuh untuk menyembuhkan kanker. Akan tetapi, dapat juga menimbulkan efek samping, seperti rambut rontok, sariawan, mual, muntah, diare, dan tubuh kelelahan.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan yang membantu mengatasi kanker nasofaring?

Di samping mengikuti pengobatan dokter, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat yang sesuai untuk pasien kanker. Tujuannya, untuk mendukung efektivitas pengobatan sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Anda akan direkomendasikan menjalani diet kanker, yakni menjauhi pantangan makanan untuk kanker nasofaring, seperti mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak, dan berpengawet. Jenis makanan ini sangat harus dibatasi.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang kaya antioksidan untuk membantu mengobati kanker nasofaring.

Anda mungkin tertarik untuk mencoba menggunakan obat herbal atau tradisional untuk mengobati kanker nasofaring, seperti ekstrak dari tanaman sage merah (Salvia miltiorrhiza).

Penggunaan obat mungkin bisa membantu meredakan gejala kanker, tetapi bisa juga menimbulkan efek samping maupun alergi. Oleh karena itu, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum Anda mencobanya.

Selain itu, lengkapi juga dengan olahraga rutin untuk mengontrol berat badan tetap ideal, tidur cukup, dan penyesuaian aktivitas.

Sangat penting menjaga kebersihan mulut dan gigi karena pengobatan kanker rentan menimbulkan masalah di area tersebut. Jadi, perbanyak minum air putih dan rajin untuk menggosok gigi setiap hari sebanyak 2 kali sehari, yakni pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker nasofaring?

Mencegah kanker bisa dilakukan dengan menurunkan berbagai risikonya. Namun, tidak semuanya dapat dihindari, contohnya jika risiko kanker berkaitan dengan faktor yang diturunkan oleh keluarga.

Risiko yang bisa dihindari terkait dengan kanker nasofaring adalah menerapkan pola hidup sehat. Ini meliputi dengan berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Di samping itu, Anda juga perlu memperhatikan asupan garam dalam makanan per harinya dan meningkatkan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

kanker yang menyebabkan mimisan

Waspada, Ini 3 Jenis Kanker yang Menyebabkan Mimisan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2017 . Waktu baca 3 menit