Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Di Indonesia, jumlah penderita kanker serviks sangat tinggi. Oleh karena itu kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia selain kanker payudara.

Bagi penderita kanker serviks, informasi mengenai tingkat stadium kanker sangatlah penting, karena hal ini akan membantu dokter dalam melakukan tindakan pengobatan yang tepat untuk pasien. Selain membantu dokter untuk menentukan tindakan, stadium kanker juga membantu pasien kanker serviks agar benar-benar memahami kondisi kesehatan yang sedang mereka alami.  

Perkembangan stadium kanker serviks

Stadium pada kanker digunakan untuk mendeskripsikan penyebaran tumor pada jenis kanker seperti di mana letak kanker, lokasi penyebarannya, dan bagaimana pengaruhnya pada bagian tubuh pada saat diagnosis. Stadium kanker adalah bagian penting untuk menentukan rencana pengobatan yang dilakukan dokter nantinya.

FIGO (Internasional Federation of Gynecology and Obstetrics) dan AJCC (American Joint Committee on Cancer) telah mengembangkan sistem untuk stadium kanker. Berdasarkan kedua sistem tersebut, perkembangan kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan ukuran tumor, kedalaman penetrasi pada leher rahim, dan penyebaran kanker di dalam maupun di luar leher rahim.

Secara umum, tahapan kanker serviks adalah sebagai berikut:

  • Tahap 0: Dalam tahap ini sel-sel yang abnormal hanya pada permukaan serviks, seperti terjadinya pertumbuhan jaringan epitel leher rahim.
  • Tahap I: Pertumbuhan kanker ini masih terbatas di bagian rahim. Ada sejumlah tumor kecil yang belum sampai menyebar ke bagian kelenjar getah bening atau area lainnya.
  • Tahap II: Kanker telah meluas sampai keluar leher rahim tetapi belum sampai dinding pelvis, dan kanker sudah menyerang vagina tapi belum mencapai 1/3 vagina bagian bawah.
  • Tahap III: kanker sudah meluas ke dinding pelvis, selain itu tumor menyerang 1/3 vagina bagian bawah; pada semua kasus juga ditemukan adanya hidronefrosis atau ginjal tidak berfungsi.
  • Tahap IV: kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, atau ke area lain di tubuh.

Apa artinya jika Anda dinyatakan mengidap kanker serviks stadium 4?

Stadium 4 kanker disebut juga sebagai kanker metastatis atau kanker stadium lanjut. Kanker serviks stadium 4 umumnya terdeteksi dari pemeriksaan panggul yang abnormal atau gejala yang dihasilkan oleh pasien yang mengalami kanker. Setelah melakukan pemeriksaan, kanker stadium 4 dikatakan ada jika kanker telah menyebar ke dalam organ lain yang berdekatan dengan leher rahim ataupun meluas ke bagian tubuh lainnya.

Kanker serviks stadium 4 dipisahkan menjadi dua subkategori, yaitu:

  • Tahap 4A : dalam keadaan ini kanker telah menyebar ke organ yang berdekatan dengan leher rahim seperti kandung kemih atau rektum, tetapi tidak ke kelenjar getah bening.
  • Tahap 4B : dalam keadaan ini, kanker telah menyebar ke lokasi yang lebih jauh dalam tubuh seperti menyebar ke bagian tulang, paru-paru, atau hati.

Harapan hidup pasien kanker serviks stadium 4

Berdasarkan diagnosis yang dilakukan National Cancer Data Base pada penderita kanker serviks di tahun 2000 dan 2002, angka harapan hidup lima tahun (5 Years Survival Rate) jika kanker serviks diketahui dan diobati pada stadium 4 sekitar 16%. Sedangkan kanker stadium IVB memiliki tingkat ketahanan hidup 5 tahun setelah diagnosis sekitar 15%. Namun, sering ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk wanita dengan tahap-tahap kanker.

Ingat, tingkat kelangsungan hidup ini hanya perkiraan – dan persentase ini tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada setiap individu. Bicarakan dengan dokter Anda untuk lebih memahami situasi yang lebih jelas.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium 4

Berbagai faktor akhirnya mempengaruhi keputusan pasien untuk melakukan pengobatan kanker. Tujuan melakukan pengobatan kanker tentunya untuk mengurangi gejala dengan mengontrol perkembangan kanker, meningkatkan kesempatan pasien untuk sembuh, atau memperpanjang kelangsungan hidup pasien. Dalam melakukan pengobatan kanker, harus hati-hati karena potensi risiko dalam melakukan pengobatan kanker pun tidak bisa dibilang remeh.

Pasien kanker serviks stadium 4 direkomendasikan untuk melakukan kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi. Terapi radiasi adalah pengobatan dengan sinar-X yang memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dilakukan dengan cara menyinari tubuh menggunakan sinar-X atau dengan menyisipkan kapsul kecil yang mengandung bahan radioaktif langsung dekat leher rahim (internal radiasi atau implan).

Kebanyakan pasien akan melakukan kedua jenis terapi radiasi ini selama pengobatan. Terapi radiasi untuk kanker serviks diberikan pada pasien rawat jalan selama 4 sampai 6 minggu.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca