Depresi Setelah Serangan Jantung Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/05/2020 . 7 mins read
Bagikan sekarang

Penyakit jantung koroner (PJK) masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia. PJK termasuk salah satu penyebab utama terjadinya serangan jantung. Bentuk penyakit jantung bermacam-macam, tapi sering kali diawali dengan serangan jantung terlebih dahulu. Nyatanya, risiko serangan jantung ini dapat meningkat, bahkan sampai mengakibatkan kematian dini, jika penderitanya mengalami depresi. Bagaimana bisa pasien mengalami depresi setelah serangan jantung? Simak penjelasannya berikut ini.

Depresi pada pasien serangan jantung tingkatkan risiko kematian

penyebab depresi

Semua orang dapat mengalami depresi jika ia merasa sangat sedih dan tertekan dalam jangka waktu yang lama. Selain lebih sering dialami oleh perempuan, kondisi ini juga umum terjadi pada orang-orang yang mengidap penyakit kronis, salah satunya serangan jantung.

Melansir Cleveland Clinic, tergolong wajar untuk merasa sedih hingga depresi setelah mengalami serangan jantung. Perasaan ini muncul karena Anda mungkin merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah ini, dan mungkin merasa sedih karena tidak bisa bebas melakukan aktivitas seperti biasanya.

Depresi dan risiko serangan jantung rupanya memiliki hubungan timbal balik, seperti mata rantai yang tidak terputus. Artinya, depresi bisa saja menyebabkan serangan jantung. Namun, depresi juga bisa muncul setelah mengalami serangan jantung. Bahkan, kombinasi serangan jantung dan depresi dapat membuat seseorang mengalami kematian dini.

Hal ini diawali dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Heidy May, Ph.D., seorang epidemiolog dari Intermountain Medical Center Heart Institute di Salt Lake City. Ia meneliti sekitar 24.137 pasien yang didiagnosis terkena penyakit jantung koroner, baik itu serangan jantung, angina stabil, dan angina tidak stabil.

Sebanyak 15 persen atau sejumlah 3.646 pasien ternyata juga didiagnosis mengalami depresi setelah terkena serangan jantung. Kemudian, para peneliti mengabaikan faktor risiko, usia, jenis kelamin, obat-obatan, dan komplikasi lanjutan.

Dari keseluruhan peserta yang didiagnosis terkena serangan jantung dan depresi, sebanyak 50 persen pasien meninggal selama penelitian berlangsung. Sementara itu, hanya sekitar 38 persen pasien yang tidak meninggal dan tetap bertahan sampai penelitian selesai. Para ahli mengambil kesimpulan bahwa depresi memegang peran yang kuat dalam menyebabkan kematian pada pasien serangan jantung, bahkan risikonya bisa naik dua kali lipat.

Hubungannya depresi, serangan jantung, dan kematian dini

komplikasi penyakit jantung

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, depresi, dan risiko serangan jantung saling memengaruhi satu sama lain. Sebagai contoh, depresi dapat meningkatkan gejala serangan jantung menjadi semakin parah. Sementara itu, depresi juga bisa muncul setelah seseorang mengalami serangan jantung.

Tidak hanya itu, depresi yang muncul setelah serangan jantung dapat meningkatkan risiko kematian dini pada pasien serangan jantung. Namun, masih belum diketahui dengan jelas mengapa depresi setelah serangan jantung dapat meningkatkan risiko tersebut. Hal ini diduga muncul karena adanya kecemasan pasien terhadap pengobatan yang dijalaninya.

Saat pasien mengalami depresi setelah serangan jantung, pasien cenderung kurang disiplin untuk mengonsumsi obat dan malas berolahraga. Jangankan untuk olahraga, hanya untuk makan teratur dan menjalani pola hidup sehat saja rasanya tidak bersemangat. Padahal, semua ini sangat penting untuk mendukung dan mempercepat proses penyembuhan pasien.

Terlebih lagi, depresi setelah mengalami serangan jantung dapat meningkatkan produksi hormon kortisol alias hormon stres. Hormon ini dapat memicu peradangan di pembuluh darah dan memudahkan lemak menyumbat pembuluh darah.

Bukan cuma menyebabkan serangan jantung jadi semakin parah, pasien pun rentan kena penyakit lain yang akan semakin menurunkan harapan hidupnya.

Bagaimana cara mengatasi depresi pada pasien serangan jantung?

Gula darah rendah hipoglikemia saat olahraga

Penting untuk mengatasi depresi pada pasien yang mengalami serangan jantung sedini mungkin. Ini tidak hanya bermanfaaat untuk mencegah risiko serangan jantung yang lebih parah, tapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dengan kata lain, usia harapan hidup pasien jadi lebih panjang dan menurunkan risiko kematian. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi depresi yang Anda alami setelah serangan jantung. Berikut adalah tips yang bisa Anda coba, misalnya:

1. Terus mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter

Tahukah Anda bahwa salah satu penyebab depresi setelah serangan jantung adalah tidak mengikuti rencana pengobatan? Ya, mungkin setelah mengalami serangan jantung, Anda merasa sudah tidak bisa hidup seperti sedia kala, sehingga pesimis terhadap ragam pengobatan yang seharusnya dijalani.

Padahal, rutin mengonsumsi obat-obatan dan memperbaiki gaya hidup dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung kedua dan seterusnya. Maka itu, cobalah untuk menerima kondisi yang ada dan usahakan hidup yang lebih baik dengan mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter.

Jika memang Anda masih merasa kesulitan menghadapi kenyataan, konsultasikan hal ini pada dokter Anda. Mungkin dokter bisa memberikan metode lain untuk membantu pemulihan Anda dengan cara yang lain.

Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan beberapa antidepresan, seringnya berupa SSRI seperti sertraline (Zoloft), citalopram (Celexa), atau escitalopram (Lexapro). Obat-obatan ini dianggap aman dan efektif untuk mengatasi depresi pada pasien serangan jantung.

2. Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung

Anda juga bisa mengatasi depresi setelah serangan jantung dengan menjaga pola makan tetap sehat. Setelah mengalami serangan jantung, Anda tentu akan disarankan oleh dokter untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi untuk kesehatan jantung.

Selain itu, Anda juga akan diminta mengurangi asupan makanan yang tidak sehat bagi kesehatan jantung Anda. Makanan yang sehat untuk jantung biasanya sayur-sayuran, biji-bijian, gandum, dan ikan. Selain sehat untuk jantung, makanan sehat juga dapat mengurangi depresi yang mungkin sedang Anda alami.

3. Rutin berolahraga

Setelah pulih dari serangan jantung, dokter tentu akan menyarankan Anda mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini bisa juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi depresi setelah serangan jantung.

Setidaknya, Anda disarankan untuk berolahraga setiap hari selama 30 menit. Anda bisa memulainya perlahan, dan tidak perlu memaksakan diri. Sebagai contoh, Anda bisa memulai olahraga dengan berjalan kaki selama 30 menit dan dilakukan beberapa kali dalam seminggu.

Setelah Anda terbiasa, Anda bisa meningkatkan olahraga Anda menjadi jogging atau berjalan cepat. Meski begitu, Anda tetap tidak perlu memaksakan diri jika memang belum mampu. Dengan berolahraga, serotonin akan meningkat pada otak, sehingga suasana hati Anda membaik.

Setiap kali Anda berolahraga, Anda akan mendapatkan manfaat untuk kesehatan jantung dan kesehatan mental. Namun, sama halnya dengan efek dari olahraga yang tidak bisa Anda langsung rasakan dalam sekejap, efek yang diberikan dari olahraga terhadap suasana hati Anda juga tidak bisa dirasakan dalam sekejap.

Artinya, Anda harus bersabar dengan rutin menjalaninya jika ingin mengurangi depresi setelah mengalami serangan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . 4 mins read

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 mins read

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 5 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 11 mins read