Punya Hewan Peliharaan ketika Karantina Selama Pandemi Atasi Rasa Sepi, Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa hewan peliharaan merupakan ‘teman’ yang bisa diandalkan di saat susah. Bahkan, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing disebut bisa membantu pemiliknya mengatasi kesepian saat karantina selama pandemi COVID-19 berlangsung. Benarkah demikian?

Hewan peliharaan bantu mengatasi kesepian saat pandemi

memelihara anjing

Wabah coronavirus COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari dua juta kasus di seluruh dunia dan ratusan orang meninggal dunia.

Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, menanggapi pandemi tersebut dengan mengimbau masyarakat menjalani karantina di rumah dan physical distancing. Keduanya dianggap berdampak besar terhadap penekanan angka penyebaran virus. 

Karantina di rumah selama pandemi COVID-19 menyebabkan masalah pada mental masyarakat. Bahkan, sebelum penyakit pernapasan ini menyebar, banyak orang yang mengalami masalah mental yang buruk, terutama tingkat kesepian yang cukup memprihatinkan. 

Untungnya, para ahli mengungkapkan bahwa hewan peliharaan bisa membantu mengatasi orang yang kesepian ketika menjalani isolasi selama pandemi COVID-19. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

882,418

Confirmed

718,696

Recovered

25,484

Death
Distribution Map

Pasalnya, memiliki hewan peliharaan seperti anjing mempunyai efek mengurangi stres pada orang yang sedang mengalami masa sulit. Tidak hanya kesehatan mental, kesehatan fisik pun membaik. Mulai dari penurunan detak jantung, tekanan darah, dan hormon kortisol. 

Efeknya mungkin terlihat mirip ketika seseorang mendapatkan dukungan dari teman dan kerabat dekatnya. Hal tersebut tentu sangat membantu seseorang melalui masalah yang mereka alami. 

Maka itu, hewan peliharaan terutama anjing dapat memberikan dukungan sosial yang sama, yaitu tetap berada di dekat Anda baik saat senang maupun sedih. 

Cara hewan mengatasi kesepian saat isolasi pandemi

kucing covid-19

Hewan seperti anjing dan kucing terbiasa menjalani rutinitas, terutama memanggil pemiliknya saat waktunya makan. Hewan akan menuntut Anda untuk tetap berada pada rutinitas tersebut meskipun hanya untuk mereka. 

Terlihat menyebalkan, tetapi hal tersebut ternyata membuat Anda dapat mengendalikan emosi dan menghabiskan waktu lebih efektif. Akhirnya, Anda mungkin tidak terlalu stres karena bisa melakukan sesuatu di samping bekerja di rumah

Sebagai contoh, seorang penulis merasa tidak memiliki ide apa pun untuk menyelesaikan pekerjaannya. Entah merasa kesepian karena tidak dapat bertemu orang lain atau hal lainnya.

Namun, hewan peliharaannya bisa membuat rasa jenuh berkurang dengan menghabiskan waktu bersama mereka. Mulai dari beristirahat, bermain, hingga tertawa bersama dianggap baik untuk produktivitas seseorang. Hasilnya, Anda pun mungkin merasa lebih termotivasi. 

cemas covid-19

Menurut Evan MacLean, asisten profesor antropologi dan direktur Arizona Canine Cognition kepada Futurity, hewan peliharaan juga dapat meringankan stres pemiliknya. Berdiam diri dan merasa cemas terhadap berita COVID-19 tidak akan membantu kesehatan Anda, bukan?

Dengan lebih berfokus pada mengembalikan energi kesehatan mental terhadap sesuatu yang positif baik untuk mengurangi stres. Sebagai contoh, mengajak anjing atau kucing bersama dapat membantu Anda mengusir rasa sepi dan mungkin membuat pikiran lebih lega. 

Begitulah cara kerja hewan mengatasi dan mengusir kesepian yang dialami oleh kebanyakan orang selama pandemi COVID-19. 

Merawat hewan peliharaan selama pandemi COVID-19

manfaat bicara dengan hewan peliharaan

Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memang mampu membantu Anda mengatasi kesepian saat menjalani isolasi selama pandemi. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan perihal merawat hewan peliharaan selama pandemi COVID-19.

Pasalnya, belakangan ini ada beberapa kasus yang menunjukkan hewan dapat terinfeksi COVID-19 tersebut melalui manusia. 

Walaupun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penularan virus bisa terjadi antara hewan peliharaan ke manusia, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga. Anda tetap harus melakukan berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19, seperti rutin mencuci tangan dan menggunakan masker saat bepergian. 

Kebiasaan ini tentu perlu diterapkan, baik sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan hewan peliharaan Anda. Apabila Anda merasakan gejala yang serupa dengan COVID-19 dan takut menularkannya ke hewan peliharaan, segera cari pilihan untuk perawatan hewan, seperti:

  • minta bantuan ke keluarga, teman, atau tetangga untuk merawat hewan Anda
  • mulai menyiapkan persediaan makanan dan tempat kotoran hewan peliharaan
  • tetap menjalani tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri
  • memastikan hewan dirawat dengan baik
  • membersihkan tempat makan dan minum, selimut, hingga mainan hewan secara rutin

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Jika kondisinya terbalik yaitu ketika Anda merasa hewan peliharaan tidak dalam kondisi yang fit, segera panggil dokter hewan dan beritahu klinik terdekat bahwa Anda akan datang. Hal ini dikarenakan setiap klinik hewan mungkin memiliki aturan yang berbeda. 

Namun, penting diingat bahwa pemilik hewan perlu mewaspadai apakah hewan Anda pernah melakukan kontak dengan pasien suspek atau positif COVID-19. 

Manfaat dari memiliki hewan peliharaan, terutama saat menjalani karantina ketika pandemi COVID-19, adalah mampu mengusir kesepian dan mengelola stres. Namun, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun hewan Anda.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit