3 Bahan Kimia Penyebab Kerusakan Ginjal yang Sering Ditemui Dalam Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI, sebanyak 0.2% dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami gagal ginjal kronis. Dari data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014, pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah paling banyak disebabkan oleh hipertensi (37%), diabetes (27%), dan kelainan bawaan (10%). Tapi ketiga kondisi ini bukanlah satu-satunya penyebab gagal ginjal. Ada beberapa zat kimia yang mungkin sering ditemui di rumah, yang tanpa disadari bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Apa saja? Simak artikel ini.

Macam-macam zat kimia di dalam rumah yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal

1. Antibiotik

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journal, antibiotik resep dokter untuk menyembuhkan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal jika digunakan dalam jangka panjang, apalagi dikonsumsi tidak sesuai dengan anjuran dosis dan cara pakai.

Para peneliti dari Kanada dan Amerika Serikat menemukan bahwa antibiotik jenis fluoroquinolone, siprofloksasin, levofloxacin, dan moxiflxacin meningkatkan risiko kerusakan ginjal hingga dua kali lipat, terutama pada pria.

Penggunaan antibiotik harus di bawah pengawasan dokter. Jangan membeli dan meminum obat antibiotik sembarangan jika Anda tak ingin ginjal Anda rusak. Meski begitu, peluang kerusakan ginjal akibat minum antibiotik tergolong kecil yaitu 1:1500 orang.

2. Obat penghilang rasa sakit atau pain killer

Analgesik adalah obat penghilang nyeri yang bisa didapatkan tanpa harus pakai resep dokter. Contohnya aspirin, acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sodium. Jika dikonsumsi sesuai dosis dan cara pakai, obat pereda nyeri pada umumnya tidak menimbulkan bahaya.

Namun, dalam beberapa kondisi obat penghilang rasa sakit ini bisa berbahaya bagi ginjal jika diminum secara teratur dalam jangka waktu lama, padahal tidak perlu-perlu amat. Obat pereda nyeri telah dikaitkan dengan dua bentuk kerusakan ginjal, yaitu gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis.

Sebagian besar obat yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal biasanya hanya diekskresikan melalui ginjal. Artinya, obat ini tidak ‘dipecah’ oleh hati, atau keluar dari tubuh lewat urin.

3. Alkohol

Minum satu atau dua gelas alkohol mungkin tidak akan memiliki efek yang serius pada tubuh Anda. Namun jika Anda menenggak terlalu banyak alkohol dalam satu waktu, ini bisa membahayakan kesehatan, termasuk merusak kesehatan ginjal Anda.

Ginjal berfungsi menyaring zat berbahaya dari darah. Salah satu zat berbahaya yang akan disaring oleh ginjal adalah alkohol. Terlalu banyak meminum alkohol dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal dan membuat kinerja ginjal berkurang karena mereka kurang mampu menyaring darah.

Selain menyaring darah, ginjal juga menjaga jumlah air dalam tubuh Anda dengan benar. Alkohol mempengaruhi kemampuan ginjal untuk detoksifikasi racun karena alkohol menyebabkan dehidrasi. Efek dehidrasi ini dapat mempengaruhi fungsi normal dari sel-sel dan organ, termasuk ginjal. Minum 3-4 gelas alkohol sehari meningkatkan kemungkinan Anda mengalami penyakit ginjal kronis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Karena ketidakberfungsian ginjalnya, pasien cuci darah memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi daripada mereka tidak memiliki penyakit penyerta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . 5 menit baca

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Antibiotik digunakan untuk mencegah bakteri berkembang sekaligus mengatasi infeksi. Namun, apa yang terjadi jika seseorang mengalami resistensi antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/04/2020 . 4 menit baca

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Cimino merupakan salah satu prosedur dalam proses cuci darah (hemodialisis). Apa itu cimino dan bagaimana prosedurnya dilakukan? Simak artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Hemodialisis dan CAPD adalah dua metode pencucian darah yang sering digunakan untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, manakah yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 6 menit baca
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca