Pernahkah Anda tidur tidak nyenyak dan merasa kesulitan untuk fokus bekerja di pagi harinya? Tahukah Anda bahwa ada kaitan antara kualitas tidur yang baik dengan fungsi otak? Ya, beberapa penelitian menyebutkan ketika Anda kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu, salah satu penyebabnya mungkin adalah kualitas tidur yang buruk. Hmm, bagaimana bisa begitu?

Apa hubungan kualitas tidur dengan fungsi otak?

Ketika kita bangun, suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung dan napas meningkat. Selama masa ‘tidur pulas’, seseorang akan mengalami empat tahapan. Suhu tubuh turun, otot menjadi rileks, dan denyut jantung serta napas menjadi pelan. Tidur pulas memasuki tahapan ke alam bawah sadar dan membuat perubahan fisik berupa peningkatan kekebalan fungsi sistem tubuh. Salah satu kategori tidur, REM (rapid eye movement) sleep adalah masa di mana orang bermimpi. Penelitian melaporkan bahwa pada tahap ini terjadi peningkatan pembelajaran dan memori, serta berpengaruh pada kesehatan emosional.

Hubungan antara tidur, belajar, dan memori merupakan fenomena yang sulit dimengerti. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa ada kaitan antara kuantitas dan kualitas tidur seseorang dengan memori. Peneliti mengungkapkan, tidur dapat membantu seseorang belajar dan mengingat. Orang yang kurang tidur sering kali tidak bisa memusatkan perhatian secara optimal dan tidak dapat belajar secara efisien. Tidur juga memiliki perannya sendiri dalam menggabungkan memori, dan hal ini penting bagi otak untuk mempelajari informasi baru.

Meskipun tidak ada mekanisme yang pasti, belajar dan mengingat dapat digambarkan dalam tiga fungsi. Proses menerima, yaitu saat ada perkenalan informasi baru dalam otak. Proses penggabungan, merupakan proses untuk membuat memori jadi stabil. Setelah informasi disimpan, ada proses pemanggilan. Proses ini mengacu pada kemampuan untuk mengakses informasi (baik secara sadar maupun tidak sadar). Peneliti menduga, proses penggabungan ini terjadi ketika kita tidur, untuk menguatkan koneksi saraf yang membentuk memori. Peneliti juga berpikir bahwa karakteristik tertentu dari gelombang otak selama tahapan tidur dikaitkan dengan tipe pembentukan memori khusus.

Apa saja dampak dari tidur tidak nyenyak?

Setelah mengetahui ternyata kita memerlukan kualitas dan kuantitas tidur yang baik, mungkin Anda akan bertanya-tanya, apa dampak dari kurang tidur.

1. Kurang tidur dapat menurunkan proses berpikir Anda

Ilmuwan yang meneliti dampak kurang tidur, yang dikutip webMD, menemukan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan menurunnya kewaspadaan dan konsentrasi. Ketika Anda kurang tidur, Anda mungkin akan sulit untuk fokus dan memperhatikan, jadi Anda akan mudah merasa kebingungan. Memang belum diketahui mekanismenya, namun hal tersebut dapat menghambat Anda dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan penalaran atau kemampuan berpikir yang kompleks.

Selain itu, ketika Anda mengantuk, penilaian Anda terhadap sesuatu juga akan berkurang. Sehingga membuat keputusan menjadi lebih sulit karena Anda tidak mampu menganalisis situasi dan sulit memiliki perilaku yang benar.

2. Kurang tidur yang berlebihan dapat melemahkan memori Anda

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hubungan saraf dapat membuat memori Anda menguat selama Anda tidur. Tahapan selama Anda tidur memainkan peran yang berbeda dalam penggabungan informasi baru pada memori kita. Jika tidur Anda terpotong, jelas hal tersebut akan mengganggu tahapan dalam menggabungkan informasi. Ketika Anda mengantuk, biasanya Anda akan lupa dan salah meletakkan sesuatu.

Tidur yang buruk dapat membuat Anda sulit belajar. Ketika Anda memiliki kualitas tidur yang cukup, Anda akan lebih mudah dalam mengambil informasi, sehingga Anda dapat belajar secara efisien. Pada anak-anak, kurang tidur dapat menyebabkan hiperaktif. Efeknya, memiliki kualitas tidur baik pada remaja dapat membuatnya lebih fokus, pintar, dan memiliki kapasitas memori untuk menunjukkan performa yang baik di sekolah.

Apa bahaya dari tidur tak nyenyak?

Kurang tidur dapat membuat waktu untuk bereaksi Anda mengalami penurunan; seperti ketika melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi seperti menyetir dan melakukan pekerjaan yang membutuhkan respon cepat. Selain itu, kurang tidur juga berdampak pada kesehatan mental, seperti suasana hati Anda akan terganggu dengan jelas.

Gangguan mood, memori, dan fungsi lainnya dapat menyebabkan kualitas kehidupan yang buruk. Tentunya, dalam jangka panjang, hal tersebut dapat mempengaruhi pekerjaan dan hubungan sosial Anda. Bahkan kurang tidur yang parah dapat meningkatkan risiko depresi. Selain depresi, pada penderita gangguan bipolar ditemukan bahwa 69% hingga 99% penderita mengalami gangguan tidur pada tahap manik (tahapan pada gangguan bipolar yang merujuk pada kondisi senang berlebihan). Kurang tidur dapat memicu tahap tersebut. Gangguan kecemasan juga bisa muncul pada orang yang kurang mendapat kualitas tidur. Ketika Anda cemas, Anda akan sulit berpikir jernih.

Bagaimana Anda tahu kalau kualitas tidur Anda buruk?

Anda mengantuk ketika sudah terbangun, itu tandanya Anda masih kurang tidur. Anda seharusnya merasa energik sepanjang hari. Ketika waktu tidur tiba, perlahan energi pun menurun. Cara mengetahuinya adalah dengan menemukan tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas. Namun, kesulitan untuk berkonsentrasi juga bisa dipicu oleh apa yang sedang Anda pikirkan, seperti ketika Anda sedang ada masalah. Cobalah tanyakan pada diri Anda, di mana fokus, perhatian, dan konsentrasi Anda saat ini?

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca