Ayo, Ganti Kasur! Kasur yang Sudah Tua Picu 5 Masalah Kesehatan Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tanpa disadari, kamar tidur jadi salah satu faktor penentu kualitas tidur Anda. Begitu juga dengan kasur yang Anda pakai untuk beristirahat selama ini. Seperti hasil survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation di Amerika Serikat tahun 2011, sekitar 92 persen orang menyatakan kasur yang nyaman dan empuk itu penting agar tidur lebih nyenyak. Lalu bagaimana kalau Anda selama ini tidur di kasur yang usianya sudah bertahun-tahun, bahkan sampai 15 atau 20 tahun? Yuk, cari tahu apa saja efeknya di bawah ini.

Efek negatif tidur di kasur yang sudah terlalu tua

Bukan hanya pegal linu atau sakit leher biasa saja yang bisa menyerang saat Anda tidur di kasur yang berumur cukup tua. Berikut beberapa efek kesehatan yang dapat mengintai Anda:

1. Debu, tungau, jamur menumpuk di kasur

Sumber: Reader’s Digest

Pernahkah Anda mengamati adanya noda di beberapa bagian kasur? Noda ini biasanya bukanlah bekas tumpahan suatu cairan, melainkan kumpulan dari kotoran, debu, dan jamur yang telah lama bersarang di kasur.

Bahkan, keringat Anda juga bisa memicu munculnya jamur yang berisiko buruk terhadap saluran pernapasan dan kesehatan Anda. Dalam kasus yang lebih parah, noda yang sering disepelekan ini dapat membuat seseorang alergi sehingga sulit tidur dengan nyenyak.

2. Memengaruhi daya ingat

aluminium pada otak

Menurut dr. Noah Siegel, seorang spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dan pakar kesehatan tidur di Harvard, satu dari sekian manfaat tidur adalah untuk memperbaiki daya ingat. Itulah mengapa bila Anda merasa tidak nyaman tidur di kasur yang sudah terlalu tua, secara tidak langsung daya ingat Anda juga mungkin saja terganggu sehingga sulit bekerja optimal.

Fase tidur REM (Rapid Eye Movement) adalah tahapan tidur di mana mimpi telah dimulai dengan disertai pernapasan lebih cepat, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, hingga aktivitas otak meningkat. Di fase ini biasanya mimpi dimulai sekaligus membantu otak untuk menyimpan informasi dalam ingatan jangka panjang.

3. Alergi

dampak stres berat alergi

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, berbagai kotoran, bakteri, jamur, serta debu yang mengendap di kasur tidur Anda dapat memicu timbulnya alergi jika didiamkan begitu saja. Kondisi ini diperparah jika Anda malas membersihkan kasur dan mengganti seprai.

Sebenarnya bakteri, debu, dan tungau bisa hinggap di kasur baru atau lama. Hanya saja, semakin lama umur kasur maka semakin kotor kondisinya. Pasalnya, selama Anda tidur tubuh akan menghasilkan sel kulit mati dan minyak alami (sebum) yang dapat menarik datangnya debu dan tungau.

Semua hal ini yang tanpa sadar dapat menimbulkan alergi pernapasan. Lebih dari itu, kondisi ini bisa semakin memperburuk kulit seseorang yang memiliki eksim, seperti dijelaskan oleh John D. Ramirez Jr., DC, RN, DACNB dari Florida Orthopedic Institute.

4. Penyakit asma semakin parah

asma bronkial

Tidur di kasur yang sudah terlalu tua bisa menimbulkan masalah pernapasan pada orang yang punya asma. Terlebih lagi, penyakit asma dapat mengganggu jam biologis tubuh atau ritme sirkadian yang bertugas untuk mengatur siklus bangun dan tidur sesuai kebiasaan setiap hari, aktivitas fisik, kondisi mental, hingga cahaya lingkungan selama 24 jam.

Sayangnya, proses tersebut bisa terhambat jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Salah satunya karena kasur Anda berumur cukup tua.

Singkatnya, dr. Cynthia Bodkin, seorang spesialis gangguan tidur, menerangkan bahwa kasur yang sudah tua memang tidak selalu menyebabkan asma. Namun, bagi orang yang memang sudah punya asma, risiko serangan kambuh lagi jadi lebih besar.

Perhatikan kondisi kasur Anda di rumah

Percaya atau tidak, ada segudang manfaat baik dari kualitas tidur yang optimal. Ini termasuk menguatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah diabetes, meningkatkan kemampuan otak, hingga menjaga berat badan. Sebaliknya, tidur yang kurang nyenyak bisa menimbulkan masalah terkait mudah ngantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi, terserang penyakit jantung, hipertensi, stroke, bahkan mengalami depresi.

Maka itu, memperoleh tidur yang cukup setiap malam adalah solusi yang tepat untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang. Tentunya, akan semakin baik bila dilakukan di kasur yang empuk dan nyaman guna menunjang tidur Anda semalaman. Tak lupa, sesuaikan pilihan kasur dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 30, 2018 | Terakhir Diedit: September 24, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca