Berbagai Gejala Hipotermia yang Harus Segera Disadari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mungkin Anda sudah cukup familiar dengan istilah hipotermia, yakni kondisi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35 derajat Celcius. Padahal normalnya, suhu tubuh berkisar di angka 37 derajat Celcius. Penurunan suhu ini bisa berbahaya bagi sistem saraf dan organ-organ tubuh karena tidak dapat berfungsi secara optimal. Maka itu, memahami gejala hipotermia setidaknya bisa membantu Anda untuk memahami dan melakukan pertolongan sedini mungkin sebelum berakibat fatal.

Apa saja gejala hipotermia yang biasanya muncul?

Ciri-ciri seseorang yang mengalami hipotermia dapat dikelompokkan tergantung keparahan gejala hipotermia yang dialaminya, berupa:

Gejala hipotermia ringan

Tanda utama yang bisa diukur dari hipotermia ringan adalah suhu tubuh menurun berkisar antara 32-35 derajat Celcius. Pada tahap awal ini, aliran darah menuju ke kulit mulai menurun sehingga mengakibatkan kulit tampak pucat disertai dengan tubuh yang sulit bergerak.

Karena suhu yang dialami tubuh tidak normal, maka tubuh akan meresponnya dengan gerakan menggigil yang tidak terkontrol sebagai upaya untuk mengatasi paparan dingin sekaligus menciptakan panas.

Selain itu, gejala hipotermia ringan lainnya meliputi:

  • Tubuh gemetar
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kesulitan bicara dan melakukan gerakan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Rasa tidak nyaman

Seseorang yang mengalami hipotermia ringan harus segera diberi kehangatan, misalnya dengan menggunakan selimut atau pakaian tebal. Jika tidak diberikan pertolongan secepat mungkin, suhu tubuh akan terus menurun sehingga kedinginan yang dialami bertambah parah.

Gejala hipotermia sedang hingga berat

Kondisi hipotermia ringan yang tidak segera ditangani bisa semakin memburuk hingga masuk ke dalam golongan gejala hipotermia sedang hingga berat. Orang dengan hipotermia golongan ini umumnya memiliki suhu tubuh sangat dingin, hingga di bawah 28 derajat Celcius.

Uniknya, tubuh seseorang yang mengalami hipotermia sedang hingga berat ini tidak lagi menggigil. Alasannya karena tubuh sedang menghemat energi sebagai cara untuk menghadapi rasa dingin. Tanda yang harus diperhatikan yaitu:

  • Kebingungan ekstrim, misalnya melakukan suatu perilaku yang tidak wajar
  • Hilang kesadaran (pingsan)
  • Kelelahan
  • Pernapasan melambat

Jika kondisi terus memburuk, maka orang dengan hipotermia sedang mungkin saja beralih ke hipotermia berat. Memasuki fase ini, Anda mungkin akan tidak sadar dan tidak responsif terhadap rangsangan di sekitar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca