3 Gejala Fibroid Rahim (Tumor Jinak) yang Patut Diwaspadai

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 20, 2020
Bagikan sekarang

Rahim adalah organ penting wanita. Itu sebabnya, wanita harus menjaga rahimnya agar tetap dalam kondisi prima dan sehat. Sayangnya, organ penting wanita yang satu ini ternyata sangat rentan terkena tumor jinak atau yang disebut juga dengan fibroid. Meski terkadang muncul tanpa gejala, ada tiga tanda penting yang dapat mengarahkan Anda pada penyakit fibroid. Apa saja gejala fibroid rahim tersebut? Berikut penjelasannya.

Apa itu fibroid rahim?

Dalam bahasa medis, fibroid rahim disebut juga dengan leiomyoma atau mioma. Fibroid rahim adalah sejenis tumor jinak yang tumbuh di bagian rahim. Tanpa disadari, fibroid ini dapat terus tumbuh secara perlahan, dari yang awalnya sebesar kacang hingga sebesar buah semangka kecil.

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab fibroid rahim. Para ahli menduga hal ini dapat disebabkan oleh faktor hormon atau faktor genetik.

Kondisi lingkungan disinyalir ikut memberikan dampak pada pertumbuhan fibroid. Pasalnya, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa bahan kimia yang tersebar di lingkungan sekitar dapat mengganggu hormon estrogen pada wanita. Hormon estrogen inilah yang dapat membuka peluang untuk pertumbuhan tumor, termasuk fibroid rahim.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sekitar 80 persen wanita usia 40 sampai 50 tahun rentan terkena fibroid rahim, seperti dilansir dari Healthline. Artinya, penyakit yang satu ini cukup jarang ditemukan pada wanita usia muda.

Walau begitu, para wanita muda tak lantas bisa merasa bebas begitu saja dari fibroid. Terlebih bagi Anda yang mengalami obesitas, Anda berisiko 2 sampai 3 kali lebih mungkin terkena fibroid akibat berat badan yang berlebih, daripada wanita yang tidak obesitas.

Tanda dan gejala fibroid rahim yang patut diperhatikan wanita

Tingkat keparahan gejala fibroid rahim tergantung pada lokasi, jumlah, dan ukuran fibroid. Jika tumor fibroid tergolong kecil, Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun sampai fibroidnya membesar. Ini sebabnya, kebanyakan wanita cenderung tidak mengeluhkan apa-apa, walau sebenarnya mereka telah memiliki fibroid di rahimnya.

Begitu fibroidnya terus tumbuh membesar, tiga gejala fibroid rahim ini biasanya akan mulai bermunculan, di antaranya:

penyebab kram perut

1. Perdarahan tidak normal

Perdarahan yang tidak normal adalah salah satu gejala fibroid rahim yang paling umum terjadi. Semua jenis fibroid rahim umumnya menyebabkan darah keluar berlebihan selama menstruasi. Saking derasnya aliran darah yang keluar, wanita dengan fibroid rahim dapat mengalami anemia berat.

Namun, jenis fibroid submukosa biasanya yang paling menyebabkan perdarahan abnormal selama menstruasi. Bahkan, ukuran fibroid submukosa yang kecil saja bisa membuat penderitanya mengalami anemia berat akibat perdarahan.

Jika Anda mengalami periode menstruasi yang sangat berat dari bulan-bulan sebelumnya, maka segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apakah ini disebabkan karena fibroid atau tidak.

2. Nyeri panggul

Gejala fibroid rahim yang mudah dikenali adalah nyeri panggul. Nyeri panggul akibat fibroid rahim terdiri dari dua jenis, yaitu nyeri panggul siklik dan non-siklik.

Nyeri panggul siklik adalah jenis nyeri panggul secara terus-menerus yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Karena fibroid terbentuk dari otot polos rahim, hal ini jelas akan mengganggu aliran darah selama menstruasi. Ini sebabnya, fibroid akan menimbulkan kram perut yang dikenal sebagai dismenore.

Selain di bagian panggul, rasa nyeri di bagian punggung bawah juga dapat menandakan adanya pertumbuhan fibroid rahim. Pasalnya, pertumbuhan fibroid cenderung menekan otot dan saraf punggung bawah. Bahkan terkadang, rasa sakit tersebut akan meluas ke bagian selangkangan atau paha atas.

Fibroid rahim juga dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual atau disebut juga dispareunia. Namun, hal ini juga tergantung pada lokasi fibroid Anda.

3. Tekanan di bagian perut bawah

Ukuran fibroid yang semakin besar akan memengaruhi bentuk dan ukuran rahim Anda. Semakin besar fibroid dalam rahim, maka otomatis bentuk rahim Anda akan ikut membesar.

Fibroid yang tumbuh membesar akan menekan organ-organ yang ada di perut bawah, termasuk kandung kemih. Kandung kemih akan terdorong untuk terus “mengosongkan diri” walaupun belum dipenuhi oleh urine. Ini sebabnya, wanita dengan fibroid rahim sering mengeluh menjadi lebih sering buang air kecil.

Selain itu, fibroid juga membuat perut terlihat membesar atau membengkak. Ini dikarenakan fibroid ikut menekan rektum atau usus besar. Alhasil, Anda juga menjadi sulit buang air besar atau bahkan terkena sembelit. Buang air besar yang tidak lancar inilah yang membuat feses terus menumpuk di usus besar dan membuat perut terlihat membesar.

Jadi, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala fibroid rahim tersebut, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Symptoms of Uterine Fibroids. https://www.verywell.com/symptoms-of-uterine-fibroids-3956295. Accessed 8/5/2018.

What are Uterine Fibroids and What Causes Them to Grow? https://www.verywell.com/what-are-uterine-fibroids-3956316. Accessed 8/5/2018.

Fibroids. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids. Accessed 8/5/2018.

Uterine Fibroids. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288. Accessed 8/5/2018.

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

Anak Suka Mengejan Saat BAB, Waspada Gejala Sembelit

Apakah anak suka mengejan saat BAB? Bisa jadi ini gejala sembelit. Bila dibiarkan bisa saja meningkatkan risiko kondisi kesehatannya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Kesehatan Anak, Parenting April 27, 2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Mei 14, 2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 7, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020