Wanita yang Optimis Bisa Lebih Panjang Umur, Ungkap Penelitian

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020
Bagikan sekarang

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang memiliki sikap optimis dalam kehidupan memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama dibandingkan dengan wanita yang pesimis, alias tidak optimis.

Eric Kim, kepala penelitian dari Department of Social and Behavioral Sciences di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston dan rekannya menyatakan bahwa salah satu cara untuk memperbaiki kualitas hidup dan memperbaiki kesehatan ialah dengan memiliki sifat optimis. Bahkan, penelitian yang dilakukan di University of Illinois menemukan fakta bahwa orang yang optimis cenderung memiliki kesehatan jantung yang lebih baik dibandingkan mereka yang pesimis.

Seperti apa, sih, sikap optimis itu?

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology mendefinisikan optimis sebagai sikap mental yang ditunjukkan dengan pikiran yang positif serta penuh pengharapan dan yakin bahwa sesuatu yang baik akan selalu datang. Orang yang optimis selalu memiliki pikiran yang positif sesulit apapun kondisinya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang optimis cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang pesimis. Sikap pesimis merupakan kebalikan dari sikap optimis, yakni memandang sesuatu dari sisi buruk dan selalu memiliki pengharapan yang buruk.

Bagaimana sikap optimis bisa bikin wanita panjang umur?

Kaitlin Hagan, salah satu peneliti kesehatan masyarakat di Brigham & Women’s Hospital dan Harvard University di Boston yang berkontribusi dalam penelitian ini menyatakan bahwa orang yang optimis cenderung bertindak dengan cara yang lebih sehat dalam hidup. Misalnya, melakukan olahraga lebih sering, mengonsumsi makanan sehat, serta hal lainnya yang akhirnya berdampak pada  berkurangnya risiko kematian dan secara tidak langsung memperpanjang usia.

Sumber: HD Wallpaper Up

Hagan juga menambahkan bahwa optimisme mungkin juga berdampak langsung pada fungsi biologis tubuh. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat optimisme yang tinggi pada seseorang berpengaruh pada tingkat peradangan yang lebih rendah, tingkat lipid (lemak dalam darah) yang lebih sehat, dan antioksidan yang lebih tinggi.

Berikut ini tiga hal yang menyebabkan sikap optimis baik bagi kesehatan, yaitu:

  1. Orang yang optimis lebih peduli mengenai kesehatannya dan apa saja yang membuatnya lebih sehat.
  2. Orang yang optimis biasanya memiliki gaya hidup sehat.
  3. Saat dirundung masalah, orang yang optimis punya cara efektif untuk mengatasinya ketimbang menanggapinya secara negatif.

Optimisme dapat mengurangi penyebab kematian hampir 30 persen

Untuk melihat lebih jauh manfaat sikap optimis terhadap kesehatan dan risiko kematian, Kim dan rekan-rekannya menganalisis data dari tahun 2004-2012 yang melibatkan sekitar 70 ribu wanita yang merupakan bagian dari Nurses Health Study. Nurses Health Study merupakan sebuah studi yang menilai kesehatan perempuan melalui survei yang dilakukan dalam dua tahun sekali.

Adapun faktor yang diteliti dalam penelitian tersebut yakni yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental serta kebiasaan yang terkait dengan hal-hal seperti diet, riwayat penyakit, intensitas olahraga, merokok, dan meminum alkohol. Selama tahun 2004-2012, survei tersebut ditambahkan dengan pertanyaan seputar optimisme.

Hasilnya, dibandingkan dengan wanita yang memiliki tingkat optimis lebih rendah, mereka yang memiliki tingkat optimis yang lebih tinggi memiliki risiko 30 persen lebih rendah mengalami kematian lebih cepat.

Peneliti juga menemukan fakta bahwa wanita yang paling optimis memiliki kemungkinan lebih kecil meninggal karena berbagai penyakit dibandingkan dengan wanita yang paling tidak optimis, di antaranya:

  • 16 persen lebih rendah untuk meninggal karena kanker
  • 38 persen lebih rendah  untuk meninggal karena penyakit jantung
  • 39 persen lebih rendah  untuk meninggal karena stroke
  • 38 persen lebih rendah untuk meninggal karena infeksi

Lalu bagaimana dengan pria?

Eric Kim menyatakan bahwa penelitiannya tidak menyertakan pria sebagai responden sehingga hasilnya hanya mencakup wanita.

Meskipun begitu, penelitian terdahulu telah menemukan hubungan antara optimisme dan kesehatan untuk laki-laki maupun perempuan. Ternyata hasilnya sama, yaitu sikap optimis memiliki pengaruh baik dalam kesehatan dan mampu memperpanjang usia.

Walaupun pemikiran negatif bukanlah satu-satunya faktor yang berperan dalam usia seseorang, Dr. Susan Albers, seorang psikolog dari Cleveland Clinic di Ohio menyatakan bahwa sikap optimis penting ditumbuhkan dan tidak dapat diabaikan. Sikap optimis bisa ditumbuhkan jika tidak datang dengan sendirinya. Konsultasi ke psikolog, berkumpul dengan orang-orang yang memiliki sikap positif menonton film yang memiliki pesan positif bisa menjadi cara untuk menumbuhkan sikap ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020