Serangan jantung bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Mungkin sebelumnya Anda terlihat sehat dan bugar, namun tak disangka-sangka tak lama kemudian Anda mengalami serangan jantung. Padahal, selama ini Anda dan keluarga sudah menghindari makanan yang berlemak, yang dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat.

Ya, memang banyak yang menganggap bahwa tumpukan lemak yang mengakibatkan serangan jantung. Tapi, ternyata hal itu bukan satu-satunya penyebab ketidaknormalan fungsi jantung ini.  

Penyebab utama serangan jantung

Serangan jantung adalah kondisi di mana otot-otot jantung berhenti akibat tidak mendapat aliran darah, sehingga jantung tak ada kekuatan untuk memompa darah dengan normal. Otot-otot jantung ini berhenti akibat jaringan pada otot tersebut mati karena tidak mendapatkan makanan dan oksigen dari aliran darah.

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh adanya penyumbatan di dalam pembuluh darah, mengakibatkan aliran darah tak sampai pada otot jantung. Penyumbatan pembuluh darah tersebut terjadi akibat ada penumpukan plak yang terjadi selama bertahun-tahun. Lemak dapat menjadi salah satu plak utama yang membuat aliran darah tersumbat.

Meskipun begitu, tak semua serangan jantung diakibatkan oleh penumpukan plak. Namun, bisa juga disebabkan oleh pembuluh darah koroner terlalu tegang akibat sesuatu hal yang kemudian menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tidak dapat mengalirkan darah dengan baik hingga ke otot-otot jantung. Pada akhirnya, otot jantung mengalami kerusakan dan terjadilah serangan jantung.  

Serangan jantung akibat penyumbatan vs penegangan pembuluh darah

Penyumbatan pembuluh darah akibat plak (tumpukan lemak) dapat terjadi pada satu atau lebih pembuluh darah di dalam tubuh. Jika mengalami ini, Anda akan merasakan sakit dada saat atau setelah melakukan aktivitas fisik.

Sedangkan serangan jantung akibat penegangan pembuluh darah biasanya terjadi ketika Anda beristirahat atau saat bangun dari tidur. Sakit dada ini biasanya berlangsung selama kurang dari 15 menit. Bila penegangan terjadi lebih dari 15 menit maka akan sangat mungkin serangan jantung terjadi.

Apa yang menyebabkan penegangan pada pembuluh darah koroner?

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan pembuluh darah Anda menegang kemudian tak mampu lagi mengalirkan aliran darah dengan normal, yaitu:

  • Kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dan sering.
  • Sedang mengalami pengobatan kemoterapi atau pernah mengalaminya.
  • Memiliki kadar magnesium dalam tubuh yang rendah.
  • Siklus menstruasi.
  • Mengalami stres dan depresi yang berlebihan.
  • Merasa kedinginan
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengandung stimulan, seperti amphetamine dan kokain.

Sebagian besar faktor risiko di atas bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk mengecilkan pembuluh darah, entah karena ada zat yang terkandung di dalamnya (kokain dan rokok) atau karena perubahan hormon (stres atau depresi).

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Tujuan utama dari pengobatan yang diberikan pada orang yang mengalami penegangan pembuluh darah adalah mencegah agar serangan jantung tak terjadi. biasanya, dokter akan memberikan beberapa obat yang dapat mencegah sakit pada dada.

Selain itu, bila Anda memiliki kondisi ini hindari berbagai pemicunya seperti merokok, stres berat, dan berada pada tempat yang dingin.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca