Kasus keracunan karbon monoksida cukup sering terjadi. Salah satu kasus keracunan gas di Indonesia yang sempat bikin gempar masyarakat terjadi pada tahun 2007 silam di sebuah pondok pesantren di Kuningan, Jawa Barat. Kasus keracunan monoksida teranyar dialami oleh vokalis grup K-Pop Shinee, Kim Jonghyun, beberapa waktu lalu setelah secara sengaja menghirup gas karbon monoksida untuk mengakhiri hidupnya.

Keracunan gas monoksida bisa berakibat fatal. Berikut yang harus Anda lakukan untuk menyelamatkan diri dan/atau menyelamatkan orang lain ketika terjebak dalam situasi yang sama.

Apa yang terkandung dalam gas monoksida, sehingga bisa beracun?

Karbon monoksida disebut silent killer karena gejalanya yang samar dan dapat membunuh secara diam-diam. Terlebih, keracunan karbon monoksida atau gas CO seringkali terlambat dideteksi karena gas ini tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak mengiritasi. Padahal, gas karbon monoksida mudah terbakar dan sangat beracun.

Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna, misalnya pada asap knalpot kendaraan bermotor, tungku pemanas seperti kompor atau tungku kayu, asap kereta api, hingga asap rokok. Kadar persentase dari karbon monoksida dari pembakaran berbeda-beda. Misalnya, asap knalpot mobil biasanya mengandung 9% gas CO. Kandungan monoksida dari asap rokok bisa berkisar antara 5-10 persen.  

Setelah terhirup, karbon monoksida dapat terikat erat dalam hemoglobin darah 200 kali lebih kuat dibandingkan ikatan oksigen. Gas CO akan ikut mengalir bersama darah ke seluruh bagian tubuh, sehingga akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan karena kekurangan oksigen.

Gejala keracunan karbon monoksida

Berikut ini adalah gejala awal yang mungkin muncul setelah keracunan karbon monoksida.

  • Sakit kepala dan pusing yang tak tertahankan
  • Sakit perut
  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Kebingungan
  • Sesak napas
  • Mengantuk
  • Rasa lemas yang sangat

Semakin lama Anda menghirup gas tersebut, semakin buruk pula gejala yang didapatkan. Keracunan yang parah dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan, kehilangan penglihatan, kehilangan ingatan, hingga tak sadarkan diri (pingsan atau koma).

Jika keracunan bersifat terus menerus dalam jangka panjang, maka Anda dapat mengalami berbagai gejala pada sistem saraf seperti kesulitan untuk berpikir, berkonsentrasi, dan perubahan emosi sehingga kadang dapat mengambil tindakan yang tidak rasional dan impulsif.

Berikut ini adalah gejala lain yang lebih berat karena terlalu lama keracunan karbon monoksida.

  • Perubahan kejiwaan dan perubahan kepribadian
  • Vertigo
  • Ataksia (kehilangan koordinasi tubuh karena kerusakan otak dan sistem saraf)
  • Takikardia (detak jantung cepat, bisa lebih dari 100 denyut per menit)
  • Sakit dada karena angina atau sakit jantung
  • Kejang-kejang
  • Kehilangan kesadaran

Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama pada keracunan karbon monoksida

Semakin cepat keracunan terdeteksi dan ditangani, semakin tinggi peluang Anda untuk pulih dan bertahan hidup. 

Berikut ini adalah cara melakukan pertolongan pertama pada keracunan karbon monoksida.

Hubungi 119 atau nomor telepon darurat di daerah Anda, atau segera larikan ke rumah sakit, jika korban keracunan mengalami salah satu hal ini:

  • Mengantuk atau tidak sadarkan diri
  • Mengalami gangguan pernapasan atau berhenti bernapas
  • Rasa semangat atau gelisah yang tidak terkendali
  • Mengalami kejang

Bersiaplah untuk menjelaskan informasi tentang korban terkait gejala, usia, berat badan, obat-obatan yang ia gunakan, dan informasi lain yang Anda ketahui tentang penyebab keracunannya. Cobalah untuk menentukan jumlah racun yang telah ditelan dan sudah berapa lama sejak paparan racun tersebut dimulai.

Apa yang harus dilakukan sembari menunggu pertolongan?

Lakukan hal berikut sambil menunggu pertolongan datang:

  • Segera jauhi tempat yang diduga menjadi sumber gas tersebut, misalnya knalpot mobil. Bawa ke tempat terbuka yang banyak udara segar. Hindari ruangan tertutup.
  • Jika korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak bergerak, bernapas, atau batuk, segera lakukan resusitasi jantung (CPR).
  • Jika korban muntah, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah tersedak.

Hubungi Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional di 0813-1082-6879 di Jakarta, Indonesia, atau hubungi SIKer Daerah Anda untuk panduan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca