6 Hal yang Bisa Membuat Jadwal Tidur Anda Terganggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Selain bangun pagi nyatanya memiliki tidur yang berkualitas juga menjadi masalah banyak orang, terlebih bagi mereka yang memiliki tingkat stres tinggi. Selain stres, penyebab tak bisa tidur nyenyak ternyata beragam, lho! Tanpa Anda sadari, ada beberapa hal di sekitar Anda yang bisa membuat Anda tidak bisa tidur dengan nyenyak yang menyebabkan jadwal tidur terganggu setiap malam.

Penyebab jadwal tidur terganggu

Ada berbagai faktor eksternal yang secara dramatis mampu mempengaruhi jadwal tidur Anda setiap malamnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang bisa membuat jadwal tidur terganggu.

1. Efek cahaya

Apakah Anda salah satu orang yang suka tidur menggunakan lampu? Nah, bisa jadi karena kebiasaan ini jadwal tidur terganggu. Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang paling penting yang dapat mempengaruhi tidur Anda. Hal ini secara langsung menyulitkan Anda untuk tertidur sehingga mampu mempengaruhi waktu tidur dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Pasalnya, mata kita bereaksi terhadap cahaya dan gelap, bahkan saat kelopak mata kita tertutup.

Hal ini dikarenakan cahaya memengaruhi ritme sirkadian di dalam tubuh melalui sel “sensitif cahaya” khusus  yang berada di retina mata dengan mengurangi produksi hormon melatonin. Sel-sel ini membuat tubuh menjadi lebih waspada karena berpikir jika masih siang – sepanjang waktu, akibat dari pancaran cahaya yang bisa berasal dari pancaran lampu kamar Anda. Padahal, pada kenyataanya hari sudah malam.

2. Jet lag

Jet lag atau sindrom zona waktu adalah gangguan yang diakibatkan oleh perpindahan antara zona waktu yang terjadi secara cepat. Tubuh manusia diatur oleh suatu ritme sirkadian yang diatur di otak bagian hipotalamus yang tersinkronisasi dengan “siklus gelap-terang” sehingga menjaga kita untuk terbangun di siang hari dan tertidur di malam hari secara alami.

Nah, ritme sirkadian ini beradaptasi dengan lambat terhadap perubahan zona waktu. Akibatnya, ketika terjadi perpindahan yang cepat, pengeluaran melatonin (hormon yang berfungsi untuk mengirim sinyal kepada tubuh untuk tidur atau terbangun) menjadi tidak sesuai dengan “siklus gelap-terang”.

Jet lag ini biasanya terjadi saat seseorang berpergian melintasi zona waktu – memiliki perbedaan jam dari daerah asal ataupun jenis pekerjaan yang mengharuskan bekerja pada shift malam yang mana mengharuskan mereka bekerja saat malam hari dan tidur di siang hari.

3. Kondisi medis tertentu

Berbagai kondisi medis tertentu dapat berdampak langsung pada pola tidur Anda. Pasalnya setiap kondisi yang membuat Anda terjebak rasa sakit ataupun ketidaknyamanan dapat membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak. Beberapa kondisi medis akibat seperti arthritis, gangguan asam lambung, sindrom pra menstruasi, fibromyalgia, dan masih banyak lainnya yang menimbulkan nyeri kronis dapat membuat Anda terjaga di malam hari. 

4. Kafein dan alkohol

Kafein adalah salah satu stimulan yang bisa bertahan di sistem tubuh selama berjam-jam lamanya. Jika Anda minum minuman yang mengandung kafein tinggi maka akan menghambat Anda untuk bisa tidur nyenyak. Jadi anggapan jika terlalu banyak minum kopi akan membuat susah tidur benar adanya.

Alkohol juga memberikan pengaruh terhadap pola tidur Anda. Sering minum alkohol beberapa jam sebelum tidur akan membuat Anda mendekur lebih sering dan sulit bernapas yang membuat tidur jadi gelisah.

Dalam semalam seseorang biasanya memiliki enam sampai tujuh siklus tidur REM, yang membuat merasa segar kembali setelah bangun. Namun, ketika sebelum tidur Anda minum alkohol akan menurunkan siklus tidur REM hanya satu sampai dua siklus saja yang akan membuat Anda terbangun dengan perasaan kelelahan.

5. Makan makanan berat sebelum tidur

Mengonsumsi makanan berat dalam jumlah yang banyak dekat dengan waktu tidur juga bisa mengganggu tidur. Makanan pedas atau berlemak dapat menyebabkan mulas, yang akan membuat Anda sulit tertidur karena merasakan ketidaknyamanan di bagian perut sepanjang malam.

Selain itu, makanan yang mengandung bahan kimia yang disebut tyramine (contohnya termasuk bacon, keju, kacang dan anggur merah) dapat membuat Anda tetap terjaga di malam hari. Pasalnya tyramine menyebabkan pelepasan noradrenalin yaitu stimulan otak. Karbohidrat, seperti roti atau pasta, memiliki efek sebaliknya. Mereka memicu pelepasan hormon serotonin, yang membuat kita mengantuk.

6. Pengaruh lingkungan

Lingkungan kamar tidur dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dan kuantitas tidur seseorang. Beberapa hal yang bisa mempengaruhi pola tidur seseorang dari lingkungan selain cahaya adalah  suhu, kebersihan, dan kebisingan.

Menyesuaikan diri dengan faktor-faktor dalam lingkungan tidur yang membuat Anda merasa nyaman, dan menghilangkan hal-hal yang dapat menyebabkan stres atau gangguan bisa jadi cara terbaik agar membuat tidur Anda lebih nyenyak. Penelitian menunjukkan bahwa rentang suhu ideal untuk tidur sangat bervariasi pada setiap orang. Jadi pada dasarnya tidak ada suhu kamar yang jadi paling baik untuk menghasilkan pola tidur yang optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

Bagaimana jika pekerjaan baru mengharuskan Anda bekerja di malam hari sementara Anda terbiasa aktif di siang hari? Ikuti cara mengubah pola tidur ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/05/2020 . 4 menit baca

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . 7 menit baca

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . 4 menit baca

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Baik laki-laki remaja maupun pria dewasa sama-sama bisa mengalami mimpi basah. Lantas, adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 menit baca
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 7 menit baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca
Tidur nyenyak perjalanan jauh

Tips Tidur Nyenyak Selama Perjalanan Jarak Jauh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 menit baca