Mengenal Gejala dan Penyebab Resistensi Insulin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi penderita diabetes tipe dua, mungkin istilah resistensi insulin telah tidak asing di telinga Anda. Sebelum beranjak lebih lanjut untuk mengetahui apa itu resistensi insulin, mari kita mendalami terlebih dahulu apa itu insulin dan bagaimana dia bekerja dalam tubuh.

Insulin adalah hormon yang dibuat di pankreas. Tugasnya adalah membantu sel tubuh agar dapat menyerap glukosa yang mengalir dalam darah untuk dipecah dan digunakan sebagai energi. Ketika Anda mengonsumsi makanan, tubuh akan menerima glukosa yang kemudian mengalir ke dalam darah. Glukosa juga masuk ke dalam tubuh Anda melalui minuman yang mengandung gula.

Pada proses metabolisme orang normal, insulin yang dilepaskan pankreas akan membantu sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa. Setelah diserap, glukosa akan dipecah di dalam sel tubuh untuk menjadi sumber energi. Sayangnya, tak semua orang memiliki proses metabolisme yang normal seperti seharusnya. Beberapa di antara mereka memiliki kondisi yang disebut dengan resistensi insulin, yang mengakibatkan tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah dengan baik.

Resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin secara wajar. Respons sel tubuh yang tidak wajar ini mengakibatkan insulin tidak bekerja seefektif biasanya. Akibatnya, banyak glukosa yang tidak terserap oleh sel tubuh dan mengalir bebas dalam pembuluh darah dalam jumlah banyak.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pankreas akan terus berusaha memproduksi insulin dengan harapan bahwa semakin banyak insulin, semakin banyak pula gula darah yang bisa masuk ke dalam sel tubuh. Dengan begitu, kadar gula yang beredar di dalam darah menjadi menurun. Usaha pankreas yang secara terus-menerus memproduksi insulin secara berlebihan, pada akhirnya membuat pankreas “kelelahan” hingga akhirnya kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin.

Resistensi insulin biasanya menjadi pintu gerbang menuju penyakit diabetes karena kemampuan tubuh dalam mengendalikan gula darah berangsur memburuk. Kondisi ini bisa membuat penderitanya juga rentan terhadap penyakit jantung dan stroke.

Gejala resistensi insulin

Sayangnya, resistensi insulin biasanya tidak memiliki gejala yang dapat dilihat atau dikenali dengan jelas. Jadi, bukan tidak mungkin bahwa ternyata Anda telah mengalami kondisi ini selama bertahun-tahun tanpa terlihat manifestasinya dalam diri Anda. Gejala pastinya baru akan muncul ketika sudah timbul efek lanjutan, seperti naiknya gula darah.

Sekalipun tak ada tanda-tanda pasti bahwa tubuh seseorang menjadi resisten terhadap insulin , setidaknya ada beberapa tanda lain yang bisa menjadi sinyal bagi Anda untuk mulai bersikap waspada. Berikut adalah beberapa tanda yang mungkin dapat muncul, antara lain:

  • Kelelahan
  • Mudah lapar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Muncul acanthosis nigricans (bercak hitam pada belakang leher, pangkal paha, dan ketiak)

Selain tanda-tanda tersebut, gejala lain yang biasanya juga sering muncul pada penderita resistensi insulin adalah:

Penumpukan lemak di sekitar perut merupakan salah satu indikasi Anda memiliki resistensi insulin atau mungkin sudah berkembang menjadi diabetes. Sebaiknya, tingkatkan gaya hidup sehat dan rutinlah berolahraga ketika Anda menyadari bahwa perut Anda telah membuncit.

Penyebab resistensi insulin

Sama seperti gejalanya yang tidak memiliki suatu tanda pasti, penyebabnya pun demikian. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab resistensi insulin, meski faktor yang menyumbang terjadinya resistensi insulin sudah dapat diketahui.

Anda mungkin dapat membatasi asupan makanan yang mengandung karbohidrat, seperti misalnya makan mi dan nasi bersamaan. Makanan yang mengandung karbohidrat nantinya akan dipecah menjadi glukosa. Asupan glukosa yang sangat banyak ke dalam tubuh bisa saja membuat pankreas kemudian kelelahan dalam memproduksi insulin.

Beberapa faktor yang turut menyumbang terjadinya resistensi insulin adalah:

  • Obesitas
  • Gaya hidup yang malas bergerak
  • Menjalani pengobatan dengan steroid dosis tinggi untuk jangka waktu yang cukup panjang
  • Stres kronis

Selain penyebab yang datangnya dari gaya hidup, banyaknya kadar insulin yang berada dalam darah rupanya juga turut menjadi salah satu penyebab terjadinya resistensi insulin. Penting untuk mengingat bahwa diagnosis resistensi insulin atau prediabetes adalah sebuah peringatan.

Untuk mengantisipasinya, lakukanlah pemeriksaan rutin terhadap gula darah Anda atau mungkin kondisi kesehatan tubuh Anda lainnya. Hanya dengan menjalani gaya hidup sehat dan mulai melakukan latihan fisik minimal selama 30 menit setiap harinya, Anda bisa mencegah kemungkinan terjadinya resistensi insulin dan berbagai penyakit metabolik lain dalam diri Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca