Bolehkah Orang yang Punya Multiple Sclerosis (MS) Ikut Donor Darah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/12/2018
Bagikan sekarang

Selain menyelamatkan hidup orang lain, donor darah ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh pendonornya. Mulai dari menurunkan berat badan hingga menurunkan risiko berbagai penyakit serius, seperti kanker dan penyakit jantung. Artinya, donor darah dapat memperpanjang usia seseorang.

Sayangnya, tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh pendonor. Lantas, apakah orang yang punya penyakit multiple sclerosis boleh donor darah? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Punya penyakit multiple sclerosis, boleh donor darah tidak?

Ada syarat yang harus dipenuhi seseorang sebelum mendonorkan darahnya, terutama kesehatan tubuh pendonor. Pasalnya, darah orang yang sakit bisa menularkan penyakit dan membahayakan penerima donor. Selain itu, kesehatan pendonor juga akan menurun setelah melakukan transfusi darah. Itulah sebabnya orang yang sedang sakit atau kondisi tubuhnya tidak sehat, dilarang untuk melakukan donor darah.

Lalu, bagaimana dengan orang yang memiliki penyakit multiple sclerosis? Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi imun yang memengaruhi sel saraf pada otak dan tulang belakang. Kondisi ini membuat myelin (serabut yang mengelilingi sel sarah pusat) meradang dan rusak, Akibatnya, impuls listrik (rangsangan) dari otak tidak mengalir lancar ke saraf yang dituju.

Kondisi tersebut membuat orang dengan penyakit multiple sclerosis mengalami beberapa gejala, seperti kelemahan otot atau mati rasa, daya ingat bermasalah, sulit menjaga keseimbangan tubuh, dan penglihatan terganggu.

Nah, dilansir dari laman Very Well, orang dengan penyakit kronis masih dibolehkan untuk mendonorkan darah selama mereka merasa sehat, gejalanya terkendali, dan semua syarat donor darah terpenuhi. Hal ini juga berlaku pada orang dengan multiple sclerosis. Namun, ingat pertimbangan boleh donor darah bukan hanya dilihat dari kesanggupan pasien. Pasien harus mendapatkan izin dokter dan pemeriksaan lebih lanjut dari petugas donor darah.

Sebaliknya pasien multiple sclerosis tidak dibolehkan untuk donor darah jika gejalanya terus muncul, terutama gejala kelelahan. Hampir 80% orang dengan kondisi ini mengalami kelelahan yang parah.

setelah donor darah

Syarat yang harus dipenuhi pasien MS sebelum donor darah

Selain izin dokter, petugas PMI akan melakukan pengecekan, mulai dari mengukur berat badan, tekanan darah, denyut nadi, dan mengambil sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin. Saat pemeriksaan, beri tahu patugas mengenai kondisi Anda, surat keterangan dokter (bila ada), dan tunjukkan daftar obat-obatan yang Anda gunakan.

Dari pengecekan fisik, petugas PMI akan mengevaluasi apakah Anda sudah memenuhi syarat donor darah atau belum. Beberapa syarat donor darah yang harus dipenuhi sama seperti pendonor lainnya, antara lain:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Usia 17-65 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistole 100/180 dan diastole 70/100)
  • Kadar hemoglobin minimal 12,5 g/dl sampai 17 g/dl

Jika kondisi tubuh kurang sehat, Anda harus membuat jadwal ulang untuk donor darah di lain waktu. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi lebih dulu pada dokter setiap Anda ingin melakukan donor darah.

Supaya gejala multiple sclerosis dapat lebih terkendali, Anda perlu memperhatikan kembali asupan makanan, waktu isirahat, olahraga, dan pengobatan yang Anda lakukan beberapa hari atau minggu sebelum melakukan donor darah.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Can You Donate Blood If You Have Multiple Sclerosis? https://www.verywellhealth.com/donating-blood-if-you-have-ms-2440653. Accessed on December 4, 2018.

    Multiple Sclerosis and Fatigue. https://www.webmd.com/multiple-sclerosis/ms-related-fatigue#1. Accessed on December 4, 2018.

    Multiple sclerosis: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37556.php. Accessed on December 4, 2018.

    Can You Donate Blood If You Have Diabetes or Multiple Sclerosis? https://www.healthline.com/health-news/can-you-donate-blood-if-you-have-an-autoimmune-disease#Many-times,-you-can-donate. Accessed on December 4, 2018.

    Tentang Donor Darah. http://utdpmidkijakarta.or.id/faq. Accessed on December 4, 2018.

     

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata, Bakteri Usus Jadi Salah Satu Penyebab Penyakit Multiple Sclerosis

    Multiple Sclerosis adalah penyakit yang menyerang otak dan saraf tulang belakang. Tapi, nyatanya, bakteri usus juga berperan menyebabkan Multiple Sclerosis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

    Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

    Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

    Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Direkomendasikan untuk Anda

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
    Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

    Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
    Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

    Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
    Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

    Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020