Mammogram adalah cara terbaik untuk mendeteksi dini kanker payudara. Jika hasil mammogram terbaru Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki jaringan payudara padat, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya hasil ini bagi risiko kanker payudara Anda.

Sejumlah penelitian melaporkan, kepadatan jaringan payudara merupakan penanda yang semakin penting untuk mendeteksi risiko kanker payudara wanita. Hampir 8% wanita usia 40-74 tahun memiliki kepadatan payudara yang sangat tinggi. Jaringan payudara padat dapat membuat lebih sulit bagi para profesional kesehatan untuk secara akurat menemukan kejanggalan saat mammogram.

Apa artinya jika Anda memiliki jaringan payudara padat?

Beberapa wanita berpikir bahwa karena payudara mereka terasa kencang dan keras, payudara mereka padat. Padahal, kepadatan jaringan payudara tidak didasarkan pada bagaimana payudara Anda terasa saat disentuh atau bergerak. Kepadatan jaringan payudara juga tidak terkait dengan ukuran payudara atau teksturnya.

Kepadatan payudara digunakan sebagai pembanding jumlah lemak dengan jumlah jaringan kelenjar payudara yang dimiliki seorang wanita, tetapi hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan mammogram. Massa jaringan pembentuk payudara beserta jaringan pengikatnya lebih padat daripada lemak dan perbedaan ini muncul pada hasil mammogram.

Jaringan payudara terdiri dari kelenjar susu, saluran susu, dan jaringan pengikat (jaringan payudara non-lemak), dan jaringan lemak. Bila dilihat pada mammogram, wanita dengan kepadatan payudara tinggi memiliki jaringan lemak yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan payudara yang tidak padat. Payudara padat terdiri dari lebih banyak jaringan kelenjar produksi susu dan jaringan pendukung (juga disebut stroma) yang mengelilingi kelenjar.

Payudara padat sangat umum ditemukan, dan bukan berarti ini tidak normal. Sekitar 4 dari 10 wanita ditemukan memiliki jaringan payudara padat pada hasil mammogram mereka. Kepadatan payudara bisa diwariskan, jadi jika ibu Anda memiliki payudara yang padat, kemungkinan Anda akan juga memilikinya. Secara umum, perempuan muda cenderung memiliki payudara padat, dan kepadatan payudara biasanya menurun seiring bertambahnya usia. Tapi pada beberapa wanita, perubahan kepadatan jaringan bisa terjadi hanya sedikit.

Bagaimana penampakan jaringan payudara padat pada hasil mammogram?

Ada 4 kategori kepadatan payudara, mulai dari berlemak (payudara hampir semua terdiri dari jaringan lemak), sedikit padat, padat rata-rata, hingga sangat padat dengan sangat sedikit lemak.

Contoh gambar mammogram di bawah ini menunjukkan berbagai kepadatan payudara:

Ragam kepadatan jaringan payudara pada hasil mammogram (ki-ka: berlemak, sedikit padat, padat, sangat padat) (sumber: Susan G. Komen)

Pada mammogram, jaringan lemak payudara tampak gelap dan transparan. Jaringan payudara non-lemak muncul sebagai daerah berwarna putih pada mammogram. Jaringan tumor dan jaringan kelenjar payudara padat sama-sama akan terlihat berwarna putih keabuan atau putih terang pada mammogram, sehingga hasil yang memunculkan jaringan payudara padat dapat menyembunyikan tumor dari pandangan teknisi demi memeriksa kemungkinan kanker payudara.

Wanita dengan payudara padat, 4-6 kali lebih mungkin kena kanker payudara

Ada hubungan kuat antara kanker payudara dan tingginya tingkat kepadatan payudara. Diperkirakan bahwa wanita dengan kepadatan payudara sangat tinggi memiliki peningkatan risiko kanker payudara hingga empat sampai enam kali lipat dibandingkan dengan wanita dengan kepadatan payudara yang sangat rendah. Ini adalah kasus di mana pasien telah menjalani skrining mamografi sebelumnya dan digolongkan sebagai ‘normal’. Diagnosis kanker berikutnya menunjukkan kegagalan mammografi mendeteksi kanker payudara.

Yang disepakati, jaringan payudara padat dapat menyulitkan dokter dan teknisi untuk menemukan potensi kanker payudara pada hasil mammogram. Karena tumor dan jaringan payudara padat terlihat putih keabuan atau terang pada mammogram, jaringan payudara padat dapat menyembunyikan tumor dari pandangan. Kanker payudara (yang terlihat putih mirip jaringan kelenjar payudara) lebih mudah untuk dideteksi saat mammogram ketika tumor dikelilingi oleh jaringan lemak yang terlihat gelap. Itu sebabnya, peluang wanita yang memiliki jaringan payudara yang hampir sepenuhnya berlemak untuk mengembangkan kanker dilaporkan menurun hingga setengah kalinya saat dibandingkan dengan payudara padat rata-rata.

Tapi, kepadatan payudara hanyalah salah satu faktor saja dalam beragam risiko lainnya (seperti mutasi gen dan usia), meski tetap merupakan indikator kuat. Saat disandingkan dengan risiko lain yang berhubungan dengan riwayat keluarga atau faktor reproduksi, kepadatan payudara tinggi memiliki andil penting dalam diagnosis kanker payudara. Para peneliti masih mencoba untuk mencari tahu alasan di balik hubungan ini.

Apakah semua wanita dengan payudara padat pasti akan kena kanker payudara?

Namun demikian Prof. Wendy Ingman dari University of Adelaide mengatakan bahwa meski jaringan payudara padat merupakan faktor risiko kanker payudara, tidak semua wanita dengan payudara padat akan mengembangkan kanker payudara. Peneliti juga masih meragukan apakah mengurangi kepadatan payudara akan menurunkan risiko kanker payudara. Usia dan kenaikan berat badan setelah menopause terkait dengan penurunan kepadatan payudara, namun di sisi lain, dua faktor ini juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Pada saat ini, tidak ada pedoman skrining khusus untuk wanita dengan payudara padat. BI-RADS® mengukur kepadatan payudara, tetapi tidak dilaporkan secara rutin atau digunakan untuk menilai risiko kanker payudara. Mammografi digital telah ditemukan lebih akurat mendeteksi potensi kanker payudara daripada mamografi 2D/film untuk wanita dengan payudara padat. Selain itu, mamografi payudara, USG, dan MRI sedang diteliti lebih dalam untuk menentukan apakah menggabungkan tes ini akan meningkatkan keakuratan deteksi pada wanita dengan payudara padat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca