Hepatitis C adalah infeksi virus yang terjadi pada hati. Kebanyakan, hepatitis C terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Tentu saja, berbagai macam pengobatan dibutuhkan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius, seperti sirosis hati atau kanker hati. Akan tetapi, hal yang terpenting adalah diri sendiri, bagaimana Anda menjaga kesehatan Anda dan lingkungan Anda supaya hepatitis C yang diidap tidak semakin parah.

Ada faktor-faktor fisik dan psikis yang dapat Anda terapkan untuk membantu Anda hidup dengan hepatitis C yang Anda idap. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda terapkan.

Tips menjaga kesehatan fisik bagi penderita hepatitis C

1. Menerapkan pola makan yang sehat

Ketika Anda mengidap hepatitis C, mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan menerapkan pola makan sehat akan membantu hati Anda bekerja dengan lebih baik dan menurunkan risiko hepatitis C yang Anda idap berkembang menjadi sirosis hati atau merusak hati Anda. Pilihlah berbagai jenis makanan yang terbuat dari gandum, buah-buahan dan sayur-sayuran, susu low-fat atau makanan berbasis susu lain, dan makanan yang kaya akan protein sehat seperti ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan kering.

2. Mengatasi hilangnya nafsu makan

Beberapa efek samping dari obat-obatan hepatitis C adalah hilangnya nafsu makan. Untuk mengurangi rasa lemas akibat kurang makan, cobalah untuk memakan sedikit demi sedikit, namun sering. Hindari makan makanan yang pedas atau asam. Untuk melawan rasa pahit di mulut Anda, Anda bisa makan beberapa sendok yogurt setengah jam sebelum jam makan Anda.

3. Hindari meminum alkohol

Hepatitis C menurunkan kemampuan hati untuk menghancurkan alkohol dan membuang produk racun dari alkohol tersebut di tubuh Anda. Kalau Anda tetap meminum alkohol saat Anda mengidap hepatitis C, maka konsekuensinya adalah hati Anda semakin rusak dan mempercepat terjadinya sirosis hati. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan untuk penderita hepatitis C meminum minuman beralkohol.

4. Beraktivitas fisik secara aktif

Ketika Anda terserang hepatitis C, berolahraga secara rutin dapat membantu Anda meningkatkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan sekaligus mengatasi efek samping dari obat-obatan yang Anda minum, seperti lemas dan depresi. Olahraga yang paling ideal adalah aktivitas yang tidak bisa dilakukan dalam tempo stabil, misalnya berjalan kaki atau berenang. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang olahraga apa yang paling cocok untuk Anda.

5. Menjaga berat badan tetap ideal

Kalau Anda kelebihan berat badan atau obesitas, lemak akan bertumpuk di hati dan membuat hepatitis C yang Anda idap semakin parah. Sebaliknya, berat badan yang ideal bisa mengatasi masalah tersebut. Mulailah menyusun strategi untuk mengurangi berat badan Anda bila berlebihan. Mungkin bisa dimulai dengan mula-mula membuat misi untuk mengurangi 10% dari berat badan Anda. Hindari juga diet yang ekstrem, sebab hal tersebut dapat menimbulkan ketegangan di organ hati Anda.

6. Mengatasi demam dan rasa sakit

Salah satu efek samping yang mungkin Anda alami dari obat-obatan hepatitis C adalah gejala-gejala seperti kalau Anda terserang flu. Untuk meredakan demam, banyaklah minum air putih dan mandi air hangat. Untuk meringankan rasa sakit pada otot Anda, pijatlah bagian otot yang sakit dengan dikompres oleh air panas. Jika Anda ingin mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

7. Berhati-hati dengan suplemen

Untuk orang yang mengidap hepatitis C, suplemen justru bisa jadi malah menyebabkan masalah. Contohnya, suplemen yang mengandung vitamin A, D, E, dan K. Kalau tubuh Anda kelebihan zat besi (masalah yang sering dihadapi oleh orang-orang pengidap sirosis hati), hindarilah suplemen yang mengandung zat besi dan kaya akan vitamin C.

8. Tidur yang cukup

Orang-orang yang mengidap hepatitis C memang terkadang mengalami susah tidur, apalagi saat dalam masa pengobatan. Padahal, sangat penting untuk memiliki tidur yang cukup supaya tidak memperparah gejala-gejala masalah kesehatan yang sudah ada, misalnya lemas. Memang tidak ada obat khusus untuk mengatasi masalah ini, tapi Anda bisa mengambil langkah-langkah berikut:

  • Pergi tidur di waktu yang sama setiap harinya. Begitu juga dengan bangun tidur, bangunlah di waktu yang sama setiap harinya.
  • Buatlah kamar tidur Anda benar-benar hanya untuk tempat tidur. Jangan ada hewan peliharaan, TV, meja kerja, atau gadget.
  • Pastikan temperatur ruangan tempat Anda tidur nyaman.
  • Gunakan bahan yang lembut untuk piyama, selimut, dan sprei Anda.
  • Hindari tidur siang.
  • Hindari olahraga, makan makanan berat, atau alkohol 2-3 jam sebelum jam tidur Anda
  • Obat-obatan tidur juga bisa membantu, misalnya zolpidem.

Tips menjaga kesehatan mental untuk penderita hepatitis C

1. Kurangi stress

Hidup dengan penyakit kronis seperti hepatitis C memang bisa jadi membuat Anda stress. Kalau Anda sudah mulai merasa stress, cobalah ambil waktu untuk berjalan-jalan, mengambil napas dalam-dalam, dan mempraktikkan yoga. Pastikan juga Anda istirahat yang cukup. Jangan malu untuk mendiskusikan kekhawatiran Anda dengan keluarga atau teman Anda. Mungkin juga Anda bisa ikut menjadi anggota support group yang bisa membantu menyemangati Anda.

2. Mengatasi masalah mental

Masalah kesehatan mental seperti depresi dan ketakutan memang umum terjadi pada orang-orang pengidap hepatitis C. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal ini. Memang, masalah mental juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan yang dikonsumsi oleh penderita hepatitis C. Contohnya, interferon bisa membuat Anda merasa depresi, bingung, emosi tidak stabil, dan susah berkonsentrasi.

Obat-obatan antidepresan dapat membantu. Anda juga bisa mendapat pertolongan dengan berbicara dengan psikiater atau konselor.

3. Mengatasi stigma tentang hepatitis C

Orang-orang yang mengidap hepatitis C sering merasa takut tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Survei menunjukkan bahwa 74% orang yang terserang hepatitis C berpikir bahwa orang lain akan berpikir bahwa mereka terserang penyakit ini akibat mereka adalah orang yang penyakitan atau memakai obat-obatan terlarang. Padahal pada kenyataannya, orang-orang tidak berpikir demikian, malahan mereka lebih bersimpati terhadap kondisi Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk berpikir lebih positif dan bicarakan fakta yang sebenarnya dengan orang lain supaya tidak ada kesalahpahaman tentang penyakit Anda.

4. Bicarakan dengan orang sekitar Anda tentang kondisi Anda

Memang, itu adalah hak Anda tentang apakah Anda mau memberitahukan kondisi Anda ke orang lain atau tidak. Tapi tentu saja, tidak dapat dipungkiri bahwa Anda harus memberi tahu orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga dan orang-orang terdekat Anda. Apalagi mereka yang tinggal di sekitar Anda, sebab hepatitis C adalah penyakit yang dapat menular. Sangat penting untuk menginformasikan mereka juga, supaya mereka bisa cepat pergi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut bila ada tanda-tanda mereka mulai tertular.

Terkadang pemberitahuan ini malah berakhir menjadi pertengkaran akibat kesalahpahaman. Mungkin mereka menjadi takut berada di sekitar Anda karena takut tertular. Bicarakanlah fakta yang sebenarnya untuk menghindari kesalahpahaman, misalnya:

  • Perkembangan penyakit hepatitis C di tubuh seseorang sangat lambat dan bisa jadi tidak akan menunjukkan gejala-gejala apapun selama puluhan tahun, bahkan selamanya.
  • Hepatitis C adalah penyakit yang bisa diatasi. Begitu ada gejala-gejala Anda terserang hepatitis C, cepat jalani pengobatan.
  • Hepatitis C sangat sulit tertular ke orang lain, jadi risiko kemungkinan menular ke orang yang tinggal di sekitar Anda sangatlah kecil.

5. Bicarakan dengan pasangan Anda tentang hepatitis C yang Anda miliki

Karena hepatitis C bisa menular melalui hubungan seksual, maka sangat penting untuk membicarakan hal ini dengan pasangan Anda. Untungnya, risiko menularnya hepatitis C melalui hubungan seksual sangatlah kecil. Lebih aman kalau Anda menggunakan kondom, sebab kondom dapat melindungi pasangan Anda dari hepatitis C dan melindungi Anda dari penyakit lain yang menular secara seksual. Akan tetapi, kalau Anda berhubungan seksual dengan pasangan yang sama untuk jangka waktu yang panjang, risiko tertular hepatitis C sangatlah kecil.

Jangan berkecil hati dengan kondisi Anda

Kebanyakan orang yang mengidap hepatitis C memiliki umur yang panjang. Kebanyakan mereka yang mengidap hepatitis C tidak menunjukkan gejala-gejala terserang hepatitis C selama berpuluh-puluh tahun, bahkan tidak sama sekali. Bahkan mungkin, dengan Anda terdiagnosis hepatitis C, Anda terinspirasi untuk hidup lebih sehat dan menikmati hidup Anda, secara fisik maupun mental.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca