Batuk adalah kondisi normal yang dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Namun terkadang banyak orang yang asal minum obat batuk karena toh sama-sama berfungsi untuk meredakan batuk. Eits, tunggu dulu. Tidak semua jenis obat batuk itu sama, lho. Alih-alih mengobati penyakit, salah pilih obat batuk justru dapat memperparah gejalanya. Lantas, bagaimana cara memilih obat batuk yang tepat?

Cara memilih obat batuk yang tepat dan sesuai kebutuhan

Memilih obat batuk yang tepat tak hanya membuat Anda lebih cepat sembuh, tapi juga mengurangi risiko masalah kesehatan lainnya yang mungkin terjadi. Yuk, ikuti panduan memilih obat batuk yang tepat berikut ini.

1. Kenali jenis batuknya

obat batuk kering tradisional

Sebelum membeli atau minum obat batuk, Anda harus tahu dulu jenis batuk yang Anda alami. Lagi-lagi, tidak semua jenis batuk dapat diobati dengan obat yang sama.

Contohnya begini. Bila Anda mengalami batuk kering dan langsung minum obat untuk batuk berdahak, maka obat ini tentu tidak akan mempan untuk meredakan gejalanya. Begitu pula saat Anda mengalami batuk berdahak dan malah minum obat untuk batuk kering, maka jelas saja penyakit Anda tidak akan sembuh karena tidak ditangani dengan obat yang tepat.

Coba perhatikan lagi gejala batuk yang Anda alami, lalu sesuaikan dengan jenis batuk berikut ini.

Batuk berdahak

Batuk berdahak dapat terjadi karena adanya lendir atau dahak yang menumpuk di saluran pernapasan bagian bawah, yaitu tenggorokan dan paru-paru. Akibatnya, batuk Anda terdengar bunyi grok-grok dan gatal di tenggorokan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit termasuk alergi, flu, dan infeksi.

Batuk kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak. Hal ini biasanya terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) seperti pilek atau flu. Selain itu, batuk kering juga dapat disebabkan oleh alergi, asma, terkena asap atau debu secara terus menerus.

Batuk alergi

Batuk yang Anda alami saat ini bisa saja terjadi akibat pengaruh dari alergi. Entah itu alergi debu, asap, atau partikel lainnya yang masuk ke dalam saluran pernapasan Anda.

2. Perhatikan komposisi obat

obat batuk berdahak

Setiap jenis batuk punya obatnya masing-masing. Bahan kimia yang terdapat pada obat batuk berdahak tentu tidak sama dengan obat untuk batuk kering. Itulah sebabnya, Anda wajib membaca komposisi dan dosis obat yang akan Anda minum supaya hasilnya lebih efektif.

Batuk berdahak

Pusat masalah pada batuk berdahak adalah adanya lendir yang memicu tenggorokan gatal hingga batuk terus-terusan. Pilihlah obat batuk berdahak ekspektoran yang mengandung guaifenesin yang berfungsi untuk mengencerkan lendir di tenggorokan. Guaifenesin dapat membantu meningkatkan jumlah air di tenggorokan sehingga dahak jadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan.

Batuk kering

Jika Anda mengalami batuk kering, pastikan obat batuk yang Anda pilih mengandung supresan atau antitusif untuk membantu meredam batuk. Sesuai namanya, supresan bekerja dengan cara menekan refleks batuk, sehingga frekuensi batuk Anda jadi lebih jarang.

Bahan aktif yang biasanya ada di dalam obat batuk supresan adalah Dextrometorfan Hbr dan Chlorphenamin Meleate. Kandungan Dextrometorfan Hbr bertugas untuk menekan batuk di pusatnya, sementara Chlorphenamin Meleate berfungsi sebagai antihistamin untuk meredakan reaksi alergi penyebab batuk. Kombinasi kedua bahan aktif ini ampuh meredakan batuk kering dan menjaga aktivitas Anda tetap lancar.

Pilihan lainnya, gunakan obat batuk kering yang mengandung Dextrometorfan Hbr dan Diphenhydramine HCl. Sama seperti sebelumnya, Dextrometorfan Hbr berfungsi sebagai antitusif untuk menekan batuk di pusatnya, sedangkan Diphenhydramine HCl bekerja sebagai antialergi.

Kombinasi kedua bahan aktif ini dapat membuat frekuensi batuk Anda jadi lebih jarang. Alhasil, waktu istirahat Anda jadi lebih nyaman dan tak lagi terganggu oleh batuk.

Batuk alergi

Jika reaksi alergi adalah penyebab batuk Anda, maka obat yang mengandung antihistamin wajib Anda pilih. Namun, perlu dicatat bahwa obat antihistamin dapat membuat Anda mengantuk. Itulah mengapa obat ini sebaiknya diminum di malam hari dan menjelang tidur. Hindari minum obat antihistamin saat hendak berkendara atau beraktivitas seperti biasanya.

3. Hindari minum dua obat batuk sekaligus dengan kandungan yang sama

obat batuk

Terkena batuk terus menerus memang sangat mengganggu aktivitas. Saking tidak tahan dengan gejalanya, tidak sedikit orang yang memilih untuk minum dua jenis obat batuk sekaligus untuk mempercepat penyembuhan. Bahkan, mereka sering kali tidak sadar bahwa bahan aktif pada kedua obat tersebut sebetulnya sama.

Jika Anda salah satunya, ada baiknya segera hentikan kebiasaan ini. Terkadang, minum beberapa jenis obat sekaligus memang dapat membuat Anda pulih lebih cepat. Namun di sisi lain, terlalu banyak mengonsumsi obat dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan overdosis obat.

Hati adalah organ penting yang bertugas untuk menyaring semua racun yang ada di dalam tubuh. Semakin banyak obat yang dikonsumsi, maka semakin berat pula kerja hati untuk menyaring semua zat toksik dari obat. Lama kelamaan hati akan rusak dan “mengundang” penyakit lainnya.

Maka itu, pastikan Anda benar-benar memahami komposisi bahan aktifnya dan mematuhi aturan minum obat batuk yang Anda pilih. Jika batuk Anda tak juga mereda, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca