Apa Dampaknya Berolahraga di Tengah Kabut Asap Australia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Pertandingan tenis di turnamen Australia Terbuka hari Selasa (14/1) terpaksa ditunda karena kesehatan petenis terganggu oleh kabut asap kebakaran semak. Mengingat dampaknya yang besar bagi tubuh, buruknya kualitas udara akibat kabut asap memang perlu menjadi pertimbangan jika Anda hendak olahraga di luar rumah.

Alih-alih membuat tubuh terasa sehat dan bugar, berolahraga di tengah kepungan kabut asap justru dapat membahayakan sistem pernapasan. Ini pula yang terjadi pada Maria Sharapova dan sejumlah petenis lainnya sehingga pertandingan dihentikan sementara.

Apa saja bahaya berolahraga di tengah kabut asap?

Sumber: Popular Science

Asap kebakaran semak mengandung jutaan partikel halus yang bisa memasuki mata, hidung, tenggorokan, bahkan paru-paru. Begitu memasuki paru-paru, partikel-partikel tersebut dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan pada sistem pernapasan.

Laju pernapasan meningkat pesat ketika berolahraga. Anda juga akan menarik napas lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat. Jika Anda olahraga di tengah kabut asap, akan ada lebih banyak partikel berbahaya yang memasuki saluran pernapasan.

Pada kondisi udara normal, sistem pernapasan sebenarnya mampu membersihkan partikel berbahaya yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, mekanisme tersebut tidak cukup untuk membersihkan partikel dan polutan yang berasal dari kabut asap.

Paparan asap secara terus-menerus bisa mengakibatkan sesak napas, batuk, dan rasa tidak nyaman saat bernapas. Anda mungkin juga akan mengalami sakit pada mata atau tenggorokan bila keduanya terkena partikel asap.

Bagi mereka yang menderita penyakit asma, emfisema, dan angina (nyeri dada akibat kurangnya pasokan darah menuju jantung), dampaknya tentu lebih besar lagi. Hal yang sama pun bisa terjadi pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Ketika kualitas udara benar-benar buruk akibat kabut asap, opsi terbaik bagi Anda yang ingin olahraga adalah melakukannya di dalam rumah. Jika rumah Anda tidak dapat dijadikan tempat berolahraga, jauh lebih aman untuk tidak berolahraga sama sekali.

Tips aman berolahraga saat terdapat kabut asap

Sumber: Huffpost Australia

Kualitas udara di beberapa wilayah pada umumnya lebih aman dibandingkan daerah yang dekat dengan titik api. Anda masih dapat berolahraga di wilayah ini, tapi tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dilansir dari Australian Fitness Academy, berikut tips yang perlu Anda terapkan untuk berolahraga aman di tengah kabut asap:

1. Memantau kualitas udara

Kualitas udara adalah hal terpenting yang diketahui bila Anda hendak olahraga saat terdapat kabut asap. Carilah informasi tersebut dari media lokal, website, atau sumber lainnya. Kualitas udara ditentukan berdasarkan Air Quality Index (AQI).

Udara sekitar Anda tergolong aman jika indeksnya berkisar antara 0-33. AQI sebesar 67-99 masih aman bagi kebanyakan orang, tapi tidak bagi Anda yang memiliki penyakit pada saluran pernapasan. Hindari aktivitas di luar rumah saat AQI melebihi 100.

2. Menentukan durasi dan jenis olahraga

Jenis olahraga turut menentukan keamanan Anda di luar rumah. Ketika terdapat kabut asap, batasi waktu olahraga agar tidak melebihi 45 menit. Anda boleh melakukan latihan kekuatan dan kardio, tapi hindari latihan yang lebih berat dari keduanya.

Penggemar jalan kaki, bersepeda, dan jogging juga disarankan untuk membatasi durasinya agar tidak lebih dari 45 menit. Bagi orang yang menderita asma, ada baiknya untuk tidak berolahraga di luar rumah sama sekali.

3. Tidak memaksakan diri

Berolahraga saat terdapat kabut asap sangat berisiko. Maka dari itu, jangan paksakan diri Anda dan lingkungan ketika kondisinya tidak memungkinkan. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gangguan pernapasan ataupun keluhan lainnya.

Olahraga memang menyehatkan, tetapi melakukannya saat terdapat kabut asap justru berbahaya bagi kesehatan. Selalu pastikan Anda berada dalam lingkungan yang aman agar kabut asap yang melanda tidak mengurangi manfaat berolahraga.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 20, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca