Daftar Pilihan Obat Sesak Napas yang Bisa Dibeli di Apotek

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sesak napas adalah keluhan yang dapat didasari oleh bermacam-macam penyebab, termasuk salah satunya asma. Tanda paling khas dari kondisi ini adalah napas pendek-pendek dan mengeluaran suara “ngik-ngik” karena mengi. Untungnya, ada banyak obat sesak napas yang bisa dibeli di apotek. Namun, jangan asal beli. Pahami dulu jenis dan aturan pakainya dalam ulasan berikut.

Obat sesak napas di apotek berdasarkan cara pakainya

Ada tiga jenis cara pemberian obat untuk sesak napas yang umum, yaitu obat hirup, obat minum, dan obat suntik. Berbeda kondisi penyebab sesak napas dan tingkat keparahannya mungkin butuh jenis obat yang berbeda. Berikut ulasannya:

1. Obat hirup

penyakit asma

Obat sesak napas hirup paling sering diresepkan dokter untuk ditebus di apotek. Obat hirup dapat bekerja cepat mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, termasuk sesak napas. Ketimbang yang diminum, pemberian obat lewat jalur hirup dinilai bekerja lebih efektif karena langsung menargetkan saluran napas.

Inhaler adalah alat yang digunakan untuk mengantarkan obat hirup. Inhaler terdiri dari dua jenis, yaitu inhaler dosis dosis terukur (metered dose inhaler ) dan inhaler serbuk kering (dry powder inhaler). Dalam satu inhaler, dapat terdiri satu atau beberapa macam obat. Banyaknya obat ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Selain inhaler, obat hirup juga bisa disalurkan menggunakan nebulizer. Nebulizer adalah mesin yang mengubah obat dari yang semula cair menjadi uap untuk dihirup. Namun, nebulizer biasanya digunakan oleh bayi, anak-anak, atau orang yang kesulitan menghirup dengan inhaler.

2. Obat suntik

suntik tetanus untuk orang dewasa

Obat sesak napas juga bisa diberikan lewat suntikan atau infus. Obat jenis ini umumnya dibutuhkan dalam kasus sesak napas karena asma alergi.

Obat suntik akan bekerja cepat meredakan gejala sesak napas yang dipicu gejala alergi. Dengan begitu rasa sesak yang dialami pasien akan segera mereda dan mereka dapat kembali bernapas lebih lega.

Imunomodulator adalah salah satu jenis obat suntik yang bekerja dengan cara menekan antibodi.

3. Obat minum

obat kemoterapi kanker tenggorokan

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan obat oral (minum), mulai dari sirup, tablet, atau pil.

Dibandingkan dengan yang sudah disebutkan di atas, obat sesak napas jenis ini bisa dibilang bekerja lebih lama. Sebab, obat minum harus dicerna dulu di dalam usus untuk kemudian disalurkan ke seluruh tubuh lewat aliran darah.

Meski begitu, bukan berarti obat minum tidak efektif dan manjur untuk mengobati suatu penyakit. Pada prinsipnya semua jenis obat memiliki manfaat yang beragam sesuai dengan fungsi dan kebutuhan sendiri.

Obat sesak napas di apotek berdasarkan fungsinya

Sesak napas dapat muncul tiba-tiba atau bersifat kambuhan dalam jangka panjang. Kondisi ini pun bisa disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan. Salah satu yang paling umum adalah asma.

Ketika serangan asma kambuh, napas bisa jadi lebih cepat, dangkal, dan kadang berbunyi “ngik-ngik”. Bukan hanya itu saja. Dada pun terasa nyeri seperti terlilit tali erat-erat. Berbagai kondisi ini membuat orang dengan asma sering mengalami sesak napas atau ngos-ngosan, serta sulit bernapas lega.

Nah kabar baiknya, ada banyak pilihan obat sesak napas yang bisa didapat di apotek. Berikut sejumlah obat yang mungkin dapat membantu meredakan sesak napas Anda; berdasarkan fungsinya masing-masing

1. Obat kortikosteroid

perbedaan asma dan ppok

Obat kortikosteroid digunakan untuk mencegah dan mengatasi peradangan yang terjadi di saluran pernapasan.

Obat ini bekerja dengan cara menekan jumlah lendir supaya tak diproduksi berlebihan dan mengurangi pembengkakan. Hal ini akan memudahkan udara untuk keluar-masuk sehingga pada akhirnya gejala sesak napas yang dialami penderita asma dapat segera mereda.

Obat sesak napas ini tersedia dalam beragam bentuk, seperti oral, hirup, dan suntik. Namun, obat jenis ini hanya dapat boleh digunakan dalam jangka pendek. Pasalnya obat ini menyimpan potensi efek samping yang serius bila digunakan dalam jangka panjang.

Jenis obat sesak napas yang dapat dibeli di apotek tanpa harus menebus resep dokter adalah hidrokortison dosis rendah.

Sementara untuk obat kortikosteroid lain dosis tinggi seperti dexamethasoneprednison, betametason, dan metilprednisolon penggunaanya harus dengan resep dokter.

2. Bronkodilator

bronkodilator

Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan saluran napas dan membuat otot-otot paru serta saluran pernapasan rileks. Setelah minum obat ini, Anda dapat bernapas lebih lega dan nyaman.

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua, yiatu:

  • Reaksi cepat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami sesak napas akut (tiba-tiba) akibat peradangan dan penyempitan saluran napas, seperti pada serangan asma akut.
  • Reaksi lambat. Bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-paru kronis (PPOK) atau asma kronis.

3. Obat alergi

Jika sesak napas Anda disebabkan oleh alergi, obat yang diperlukan adalah obat alergi dengan kandungan antihistamin dan dekongestan.

Sebaiknya selalu siap sedia obat alergi ke mana pun Anda pergi supaya alergi muncul, gejala asma dapat dicegah. Obat sesak napas karena alergi banyak yang dijual bebas di apotek tanpa perlu menebus resep, tapi pastikan Anda menggunakannya dengan bijak.

Obat sesak napas di apotek berdasarkan jangka waktunya

asma dan TBC

Asma adalah penyakit kronis yang membutuhkan kombinasi pengobatan supaya gejalanya tak sering kambuh. Maka itu, sebagian besar pengidap asma membutuhkan kombinasi dari obat-obatan di bawah ini.

1. Obat jangka panjang

Obat yang diberikan dalam jangka panjang biasanya berfungsi untuk mengendalikan gejala supaya tak kambuh lagi.

Karena diberikan sebagai upaya pencegahan, obat-obatan ini harus diminum atau diberikan setiap hari meskipun tidak ada gejala apa pun yang kambuh.

Contoh obat-obatan yang diberikan dalam jangka panjang adalah:

  • Kortikosteroid dalam bentuk inhaler
  • Teofilin
  • Long acting beta agonists (LABA)
  • Leukotriene modifiers

Sayangnya, beberapa obat sesak napas di atas mungkin tidak bisa dibeli sembarangan di apotek. Anda membutuhkan rujukan dokter untuk mengonsumsi satu atau beberapa jenis obat tersebut.

2. Obat pereda instan

Bila rutin mengonsumsi obat jangka panjang yang diberikan dokter dan gejala asma jarang muncul, Anda mungkin tidak butuh obat pereda instan.

Obat pereda instan akan sangat menolong ketika gejala asma tiba-tiba kambuh. Obat sesak napas ini dapat melonggarkan saluran napas yang mengejang supaya Anda bisa bernapas lebih baik. Maka sebaiknya Anda bawa obat ini ke mana pun.

Obat sesak napas di apotek yang termasuk pereda instan di antaranya:

  • Short acting beta agonists
  • Anikolinergik (ipratropium)
  • Suntikan kortikosteroid yang hanya diberikan ketika gejala asma cukup parah

Bacalah aturan pakai obat yang tertera di bungkus kemasan dengan cermat dan teliti. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda tidak paham cara pakainya. Segera periksa ke dokter bila gejala tidak juga membaik, makin memburuk, atau Anda mengalami gejala tambahan yang tidak biasa. Semakin cepat Anda mendapatkan penanganan dokter, akan semakin baik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca