Obat radang tenggorokan penting untuk mencegah infeksi berlanjut pada area kerongkongan Anda. Umumnya  yang menderita radang tenggorokan akan merasa sakit menelan karena tenggorokan sakit atau panas sehingga mereka sulit makan.

Radang tenggorokan atau dalam bahasa medis disebut faringitis biasanya sembuh sendiri dalam seminggu tanpa menyebabkan kerusakan. Apa ada obat radang tenggorokan di apotek yang bisa dibeli tanpa resep dokter? Tentu ada, mari simak beberapa obat yang bisa Anda beli tanpa resep dokter, beserta penjelasannya.

Obat radang tenggorokan yang dapat Anda peroleh di apotek

1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat anti peradangan ini memang tepat digunkan bagi penderita radang, khususnya di tenggorokan. Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi substansi alami tubuh yang menyebabkan peradangan. Manfaat lainnya adalah membantu mengurangi bengkak, nyeri, atau demam.

Jika Anda mengalami radang pada tenggorokan, konsultasikan dengan dokter mengenai terapi non-obat dan/atau menggunakan obat lain untuk mengobati nyeri Anda. Minumlah ibuprofen, biasanya setiap 4-6 jam, dengan segelas air sebanyak 250 mililiter kecuali jika dokter menganjurkan berbeda. Jangan berbaring selama minimal 10 menit setelah meminum obat. Jika Anda mengalami sakit perut saat menggunakan obat ini, barengi dengan makanan, susu, atau antasida (obat asam lambung).

2. Aspirin

Aspirin, atau dalam dunia farmasi disebut asam asetil salisilat, adalah bentuk olahan senyawa salisin yang terdapat dalam banyak tumbuhan. Senyawa ini memiliki beberapa fungsi, sesuai dosisnya. Pada dasarnya, kandungan aspirin juga banyak terdapat pada obat radang tenggorokannyang banyak dijual dengan berbagai merk di pasaran. Aspirin bekerja menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja prostaglandin, sebuah senyawa dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi peradangan. Jadi, semua hal yang melibatkan prostaglandin dapat dicegah oleh aspirin.

Dosis obat aspirin untuk mendapatkan efek anti nyeri dan anti-demam adalah 300-900 mg, diberikan setiap 4-6 jam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari, karena jika lebih dari itu, aspirin akan menunjukkan efek sampingnya. Sedangkan untuk mendapatkan efek anti peradangan, dosis yang digunakan adalah 4-6 gram per hari.

3. Methylprednisolone

Obat radang tenggorokan yang satu ini, adalah jenis obat steroid yang menekan sistem kekebalan tubuh (immunosupresan) yang berguna untuk mengurangi gejala peradangan (inflamasi) seperi pembengkakan, nyeri, dan ruam. Pada umumnya, obat methylprednisolone digunakan untuk meredakan nyeri dan gejala alergi, namun bisa juga digunakan untuk mengatasi penyakit lainnya seperti asma, penyakit Crohn, ulseratif kolitis, serta jenis-jenis kanker tertentu.

Untuk mendapatkan obat ini harus dengan resep dokter dan bisa berupa tablet ataupun suntikan. Sebagai obat anti peradangan, methylprednisolone bekerja dengan mencegah jaringan merespon proses inflamasi dan menghambat bertumbuhnya jumlah sel yang terinflamasi

4. Naproxen

Naproxen adalah obat radang tenggorokan dengan fungsi untuk mengurangi rasa sakit nyeri ketika Anda menelan makanan ke dalam perut. Naproxen juga ini dikenal sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ia bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Anda bisa meminum naproxen pada takaran 250 mg-500 mg (naproxen biasa) atau 275 mg-550 mg (naproxen sodium) diminum 2 kali sehari. Dosis awal untuk controlled-release naproxen sodium adalah dua tablet 375 mg (750 mg) diminum sekali sehari, satu tablet 750 mg diminum sekali sehari, atau dua tablet 500 mg (1000 mg) diminum sekali sehari.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca