5 Tips Menjalin Hubungan Baik Dengan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika Anda tiba-tiba sakit di tengah malam, Anda mungkin akan segera membangunkan pasangan atau anggota keluarga lainnya supaya mencarikan obat yang tepat sesuai dengan keluhan Anda. Namun, bagi orang yang memiliki hubungan baik dengan dokter, ia mungkin akan langsung menghubungi dokter tersebut untuk meminta saran yang tepat terhadap gejala penyakit yang dirasakan.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pasien yang punya hubungan baik dengan dokter cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menjalin hubungan yang baik dengan dokter? Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini.

Manfaat menjalin hubungan baik dengan dokter

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para dokter di Massachusetts General Hospital, persentase hubungan pasien dan dokter yang meningkat memberikan efek positif pada kesehatan pasien. Pasalnya, pasien yang menjalin hubungan baik dengan dokter cenderung lebih jujur, terbuka, dan lebih mematuhi anjuran dokter.

Dr. Rodney Tucker, kepala petugas kesehatan di University of Alabama, Birmingham Health System, mengungkapkan pada Everyday Health bahwa pasien diabetes yang memiliki hubungan baik dengan dokternya cenderung lebih berhasil dalam memantau gula darahnya.

Ketika pasien dan dokter memiliki hubungan yang baik, dokter menjadi lebih mudah untuk menentukan diagnosis penyakit dan memotivasi pasien agar patuh minum obat. Alhasil, kondisi kesehatan pasien akan meningkat dan lebih cepat sembuh dari penyakitnya.

Tips jitu menjalin hubungan baik antara pasien dan dokter

Memang tidak mudah untuk menjalin hubungan baik dengan dokter kalau Anda jarang berkomunikasi atau bertemu dengannya. Tenang, ikuti langkah-langkah berikut ini agar hubungan Anda dan dokter kepercayaan Anda tetap baik, di antaranya:

1. Buat jadwal kunjungan

pergi ke dokter kandungan

Langkah utama untuk membangun hubungan baik dengan dokter adalah membuat jadwal kunjungan. Jangan sampai Anda baru ke dokter saat keluhannya sudah benar-benar parah saja. Ingat, di sini Anda tak hanya sekadar berkunjung tanpa persiapan apa pun.

Catat semua keluhan yang Anda rasakan beserta jenis obat-obatan yang selama ini Anda minum. Jangan lupa, ceritakan semua keluhan tanpa ada yang ditutup-tutupi untuk memudahkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

2. Manfaatkan waktu untuk berdiskusi

dokter kandungan yang bagus

Anda tentu tahu bahwa hampir semua dokter tidak punya banyak waktu untuk berdiskusi, karena jadwal praktiknya yang padat. Namun, bukan berarti Anda lantas melewatkan kesempatan emas ini begitu saja.

Bila dokter hanya memberikan waktu 30 menit dalam satu kali pertemuan, manfaatkan waktu tersebut semaksimal mungkin. Dengan mempersiapkan beberapa pertanyaan dari rumah, Anda tentu akan lebih mampu mengatur waktu agar semua pertanyaan Anda terjawab dengan baik.

Ingat, pastikan bahwa Anda telah mempersiapkan pertanyaan yang benar-benar Anda butuhkan jawabannya. Misalnya soal efek samping obat, apakah ada cara lain untuk mengobati penyakit, tes apa lagi yang harus dilakukan, dan lain-lain.

3. Catat semua informasi penting

obat untuk kolesterol harus pakai resep

Sembari mengajukan pertanyaan, jangan lupa untuk segera mencatat semua informasi penting yang dokter katakan pada Anda. Menurut dr. David Longworth, seorang pimpinan Cleveland Clinic’s Medicine Institute, pasien cenderung lebih sulit menyerap informasi hanya dengan mendengar saja.

Maka itu, gunakan catatan yang Anda bawa untuk mencatat semua jawaban dari dokter. Bila perlu, mintalah bantuan pasangan atau keluarga yang mendampingi untuk membantu memahami informasi dari dokter, baik dengan ikut mencatat atau merekamnya seizin dokter tersebut. Jangan ragu untuk meminta penjelasan ulang bila Anda memang belum benar-benar memahaminya.

4. Tanyakan cara komunikasi yang dokter inginkan

Setiap dokter memiliki cara komunikasi yang berbeda-beda. Ada yang ingin dihubungi melalui e-mail, telepon, atau langsung bertatap muka. Maka itu, tanyakan cara komunikasi seperti apa yang diinginkan oleh dokter di luar jam praktiknya. Begitu Anda sudah menyepakati cara komunikasi tersebut, maka Anda akan lebih mudah untuk berkonsultasi ke dokter.

5. Beri tahu dokter jika Anda menempuh second opinion ke dokter lain

second opinion

Anda tak perlu merasa segan atau tak enak hati kalau mau mencari second opinion alias pendapat dokter lain. Pada dasarnya, ini adalah hak Anda sebagai pasien. Terlebih jika Anda ternyata masih ragu setelah menerima hasil tes, diagnosis, rencana pengobatan, dan saran lainnya dari dokter tersebut.

Meski cukup sulit untuk berkata jujur tentang hal ini, sebisa mungkin ungkapkan semua hal yang dirasa tidak cocok dari anjuran dokter tersebut. Misalnya saja, obat yang diberikan tidak mengurangi gejala penyakit, diagnosis yang diberikan terlalu menakutkan, dan sebagainya.

Menurut para ahli, cara ini justru mengingatkan mereka untuk membantu mencari alternatif lain yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Bila Anda merasa semakin tidak cocok dengan dokter tersebut, carilah dokter lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 5, 2018 | Terakhir Diedit: Juni 7, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca