Pengobatan Rumahan untuk Mengurangi Gejala Radang Pankreas (Pankreatitis)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Pankreatitis adalah kondisi organ pankreas yang mengalami peradangan. Umumnya, penyakit pankreatitis menimbulkan gejala berupa mual, muntah, berat badan turun drastis, dan feses yang berminyak.  Penyakit ini biasanya harus segera ditangani oleh dokter agar tidak menyebabkan komplikasi lainnya. Akan tetapi, perawatan di rumah juga bisa dijadikan alternatif untuk mengobati pankreas secara alami.

Berbagai obat alami mengatasi pankreatitis

Beberapa cara untuk menurunkan risiko komplikasi pankreatitis adalah dengan mengurangi konsumsi alkohol, makan makanan yang sehat, dan disertai dengan olahraga.

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan rumahan yang berpotensi dapat membantu meredaan gejala pankreatitis. 

1. Mengganti daging dengan tahu

Untuk sementara ini, mungkin akan lebih baik untuk mengganti sumber protein hewani Anda menjadi tahu. Konsumsi daging merah berlemak dapat meningkatkan kadar lemak (lipid) dan kolesterol dalam darah yang berpotensi memperparah gejala pankreatitis. 

Melansir dari Mayo Clinic, jika Anda mengurangi makanan yang berlemak tinggi, seperti daging, kemungkinan besar potensi peradangan pada pankreas Anda dapat berkurang. 

Sementara itu, tahu mengandung sekitar 100 gram protein yang bisa mengendalikan nafsu makan Anda, sehingga Anda akan kenyang dalam waktu yang lama. 

2. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan

makanan tinggi antioksidan

Pada tahun 2014, terdapat sebuah laporan yang mengungkapkan bahwa antioksidan dapat mengurangi rasa sakit pada penderita pankreatitis. Para peneliti tersebut mempelajari 12 uji klinis yang sudah diterbitkan dengan total 585 peserta, tetapi terdapat efek samping ringan yang dialami oleh 16% peserta. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui efek antioksidan. 

Beberapa jenis makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti:

  • Ceri
  • Stroberi
  • Cokelat hitam

3. Memakan ginseng

Sumber: Organic Facts

Selain makanan yang kaya akan antioksidan, obat rumahan untuk mengatasi pankreatitis adalah ginseng. Tumbuhan yang tumbuh banyak di Amerika dan Korea ini dipercaya dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan pada pankreas. 

Sifat anti peradangan yang ada pada ginseng mungkin berasal dari senyawa ginsenosida yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Supaya memperoleh manfaat yang maksimal, Anda bisa menggunakan teh ginseng atau suplemen akar ginseng sebagai alternatif.

4. Asam lemak omega-3

omega 3 untuk ibu hamil

Tahukah Anda bahwa kandungan asam lemak omega-3 yang ada pada ikan dapat mengurangi kerusakan jaringan dan mengurangi peradangan pankreas?

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 tentang manfaat asam omega-3 terhadap pasien penderita pankreatitis akut, senyawa ini mampu menurunkan gejala nyeri pankreatitis. 

Senyawa lemak tak jenuh ini bisa ditemukan di berbagai makanan, seperti ikan tuna, salmon, susu kacang kedelai dan bayam. Apabila diperlukan, Anda juga bisa menggunakan suplemen asam omega-3 sebagai tambahan. 

5. Glutamin

suplemen testosteron

Glutamin merupakan senyawa yang berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh.

Seperti yang dijelaskan dari sebuah penelitian pada jurnal Pancreatology tahun 2013, memberikan suplemen glutamin bermanfaat bagi pasien pankreatitis. Pemberian suplemen tersebut dilakukan dengan nutrisi parenteral total, yaitu dengan cara disuntik. 

Namun, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memperoleh suplemen glutamin atau L-Glutamine untuk mengobati pankreatitis Anda. 

Walaupun banyak alternatif obat alami untuk mengobati pankreatitis, pengobatan rumahan tersebut ditujukan untuk mengurangi gejala dan masih dibutuhkan penelusuran lanjut untuk mengetahui sebab terjadi pankreatitis. Oleh karena itu, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memulai atau menggunakan pengobatan rumahan tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Obat yang Ampuh di Apotek dan di Rumah untuk Mengatasi Gusi Bengkak

Gusi senat-senut akibat gusi bengkak memang mengganggu. Namun, jangan khawatir. Coba obat untuk gusi bengkak berikut yang dapat meredakan kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Beragam Pilihan Obat Flu Paling Ampuh yang Aman untuk Orang Dewasa dan Anak

Banyak yang menyepelekan flu, padahal gejalanya merepotkan hidup. Kabar baiknya, ada banyak pilihan obat flu paling ampuh yang bisa Anda beli di apotek.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Benarkah Mahkota Dewa Ampuh untuk Mengobati Berbagai Penyakit?

Salah satu tanaman obat yang populer di Indonesia adalah mahkota dewa. Katanya, tanaman herbal ini ampuh mengobati berbagai macam penyakit. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Teh Hijau vs Teh Oolong, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Teh hijau dan teh oolong sering digadang-gadang sebagai jenis teh paling menyehatkan. Di antara keduanya, mana yang lebih baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

obat alami oral thrush

Pilihan Obat Alami Oral Thrush atau Infeksi Jamur di Mulut

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020

5 Manfaat Quercetin, Pigmen Tumbuhan yang Baik untuk Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/02/2020
manfaat artemisia annua

Mengenal Artemisia Annua, Herbal yang Berpotensi Basmi Kanker dan Malaria

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/11/2019
Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Mengenal Susu Organik, Sumber Antioksidan yang Kaya Manfaat Bagi Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2019