Anda Mungkin Masih Muda, Tapi Usia Jantung Anda Bisa Lebih Tua, Lho!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit jantung telah menjadi penyebab utama dari tingginya kematian di dunia akibat penyakit kronis. Ya, penyakit kronis ini cukup menakutkan dan bisa datang secara tiba-tiba. Namun, memang tidak heran jika sekarang ini banyak orang yang semakin banyak terkena penyakit jantung, sebab kebanyakan dari mereka mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat. Untuk itu, Anda perlu mengetahui seberapa usia jantung Anda.

Usia jantung setiap orang berbeda-beda, tergantung dengan masing-masing pola hidup. Lalu bagaimana menghitung usia jantung? Apakah mengetahui usia jantung bisa mencegah seseorang mengalami sakit jantung?

Usia jantung bisa memprediksi risiko penyakit jantung Anda

Usia jantung Anda tentunya tidak persis sama dengan usia Anda saat ini. Setiap orang akan memiliki usia jantung yang berbeda-beda, hal ini tergantung dengan pola hidup yang dijalaninya dari dulu. Sebenarnya, umur jantung adalah gambaran risiko dari jantung dan pembuluh darah Anda untuk terkena penyakit kronis.

Menurut para ahli, dengan mengetahui umur jantung, maka seseorang dapat lebih cepat menyadari bahwa jantung dan pembuluh darahnya dalam bahaya, kemudian mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Setidaknya, dari data Center for Disease Control and Prevention, 1 dari 2 pria memiliki usia jantung 5 tahun lebih tua ketimbang usianya saat ini. Sedangkan pada kaum wanita terdapat 2 dari 5 wanita yang usia jantungnya 5 tahun lebih tua. Dan setiap peningkatan umur jantung, akan membuat risiko serangan jantung dan stroke 3-4 kali lebih tinggi dari pada sebelumnya.

Contohnya saja, seorang wanita yang berusia 45 tahun memiliki ciri-ciri yaitu perokok aktif, mempunyai tekanan darah yang tinggi, ada riwayat diabetes, dan status gizinya normal (indeks massa tubuh sebesar 23 kg/m2). Kemudian wanita tersebut dihitung umur jantungnya dengan alat khusus dan hasilnya menunjukkan bahwa wanita itu memiliki jantung yang berusia 75 tahun. Ya, berbeda 30 tahun dari usia yang sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh pola hidup wanita tersebut yang sangat berisiko.

Lalu, bagaimana cara menghitung usia jantung?

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung berapa umur jantung Anda saat ini. Namun yang paling banyak digunakan adalah alat penghitung atau kalkulator khusus yang dibuat dari hasil penelitian Framingham Heart Study. Proyek ini dilakukan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute dan Boston University.

Dalam kalkulator penghitung ini, ada beberapa hal yang harus Anda isi datanya, seperti riwayat diabetes, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, usia saat ini, jenis kelamin dan berapa tekanan darah Anda yang paling terakhir. Meskipun kalkulator pengitung umur jantung ini belum ada di Indonesia, Anda dapat menghitungnya di sini.

Apa yang harus saya lakukan untuk membuat jantung saya tetap awet muda?

Setelah Anda melihat angka usia jantung Anda saat ini, mungkin Anda akan merasa takut dan cemas. Tapi, jangan putus asa dulu, Anda tetap bisa menurunkan dan membuat jantung tetap awet muda dengan melakukan berbagai hal – terutama mengubah pola hidup. Berikut adalah cara untuk membuat jantung Anda awet muda:

  • Hindari merokok. Jika Anda belum pernah merokok, maka jangan pernah mencobanya. Sedangkan apabila Anda telah memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya mulailah untuk berhenti. Menjadi perokok aktif adalah faktor risiko yang cukup tinggi untuk membuat Anda terkena penyakit jantung.
  • Mengendalikan tekanan darah. bila Anda mengalami hipertensi, maka yang harus Anda lakukan adalah mengendalikan tekanan darah Anda agar tidak melambung tinggi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengubah pola makan dan mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi serat.
  • Cobalah untuk aktif dari sekarang. Berolahraga rutin bukanlah hanya sekadar anjuran belaka, tetapi memang sebuah cara untuk mempertahankan kesehatan jantung dan tubuh Anda secara keseluruhan.
  • Mengendalikan status gizi. Semakin Anda obesitas atau kelebihan berat badan maka risiko penyakit jantung akan semakin besar pula. Untuk itu, Anda dianjurkan agar memiliki status gizi yang baik dan indeks massa tubuh yang normal.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 1, 2017 | Terakhir Diedit: April 26, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca