Hobi Olahraga Outdoor? Lindungi Kulit dari Sinar Matahari Dengan 5 Kiat Ini!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/04/2018
Bagikan sekarang

Olahraga yang dilakukan secara outdoor akan meningkatkan kemungkinan kulit terbakar sinar matahari bila tidak disertai dengan persiapan khusus. Tapi, bukan berarti Anda harus menghindari paparan sinar matahari. Sebab pada dasarnya sinar matahari memberikan banyak manfaat baik bagi tubuh Anda. Lantas, persiapan apa saja yang harus dilakukan? Contek tipsnya disini.

Mencegah kulit terbakar sinar matahari saat berolahraga di luar ruang

1. Pakai tabir surya

Olahraga di luar ruangan memang bisa membuat pikiran lebih segar. Akan tetapi, kulit Anda rentan terbakar matahari. Sinar matahari sebenarnya bermanfaat bagi kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Namun, paparan sinar matahari yang berlebihan bisa membuat kulit tampak kemerahan seperti terbakar. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Maka itu, usahakan untuk selalu memakai tabir surya khusus untuk wajah dan tubuh sebelum olahraga di luar ruangan.

Ada beberapa kiat-kiat penting yang harus Anda perhatikan saat menggunakan tabir surya:

  • Pastikan Anda membalurkan tabir surya ke seluruh bagian tubuh Anda, termasuk telinga, bagian atas kaki, serta punggung kaki.
  • Gunakan tabir surya dengan kandungan minimal 30 SPF dengan perlindungan Broad Spectrum, yang berarti bisa melindungi tubuh dari sinar UVA dan UVB.
  • Gunakan tabir surya 15-20 menit sebelum Anda mulai berolahraga outdoor, supaya tabir surya meresap dengan baik ke dalam kulit.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa pada tabir surya sebelum digunakan.

2. Lindungi kulit dengan pakaian yang tepat

Agar tidak gerah, Anda mungkin memilih pakaian olahraga yang terbuka di pagi hingga sore hari. Akan tetapi, lebih baik Anda memilih pakaian yang bisa melindungi kulit.

Menggunakan kacamata hitam, kaus lengan panjang, dan celana olahraga panjang bisa jadi solusinya. Jangan lupa juga untuk memilih bahan pakaian yang mampu menyerap keringat dengan baik.

Memang butuh waktu untuk membiasakan diri. Namun, selama Anda memilih pakaian olahraga yang tepat, berolahraga di luar ruangan dengan pakaian tertutup tak jadi masalah lagi.

3. Hindari berolahraga saat matahari bersinar terik

Menurut Fayne Frey, seorang dokter kulit sekaligus pendiri FryFace, jangan berolahraga di saat posisi matahari berada tepat di atas kepala. Sebagai gantinya, Anda bisa berolahraga di pagi hari atau bahkan pada sore hari saat sinar matahari sudah tidak terlalu kuat.

4. Cari tempat yang teduh

Saat matahari terik, ada baiknya Anda berolahraga di area yang teduh, banyak pepohonan. Misalnya Anda olahraga lari atau bersepeda, pilih lintasan yang rindang dan banyak pepohonan. Kalau Anda mau berenang, cari kolam renang yang dikelilingi bangunan tinggi yang bisa membantu menghalangi sinar matahari.

5. Oles lagi tabir surya setiap dua jam sekali

Penggunan tabir surya sebelum memulai olahraga di luar ruangan saja tidak cukup jika aktivitas dilaksanakan dalam waktu yang lama. Terlebih selama olahraga tubuh akan mengeluarkan banyak keringat yang bisa melunturkan perlindungan tabir surya secara perlahan.

Maka itu, Anda disarankan untuk membawa botol tabir surya ukuran kecil atau pindahkan tabir surya Anda ke botol yang kecil. Kemudian oleskan lagi setiap dua jam sekali atau saat tabir surya di kulit terasa mulai memudar akibat keringat.

Bukan berarti Anda tidak boleh kena sinar matahari sama sekali

Beberapa tips di atas hanyalah sebagai upaya untuk mengurangi kemungkinan kulit terbakar sinar matahari. Akan tetapi, sebenarnya sinar matahari memberikan banyak kebaikan bagi tubuh Anda. Jadi bukan berarti sinar matahari itu jahat bagi tubuh.

Dilansir dari laman WebMD, tim ahli dari Stanford University menyatakan bahwa sinar matahari mampu memicu pembentukan vitamin D dalam tubuh. Hal ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melindungi dan memperbaiki kerusakan pada kulit. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko terserang kanker kulit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020