4 Tips Menghindari Cedera Kepala Saat Berkendara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Mengemudikan kendaraan sudah menjadi aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Saking terbiasanya, kita sering lupa akan fakta bahwa mengemudi adalah salah satu hal paling berbahaya jika tidak berhati-hati. Akibat kecelakaannya pun fatal, salah satunya adalah cedera kepala. Padahal, cara berkendara yang baik dapat menghindari Anda dari cedera kepala.

Cedera kepala dapat berakibat pada trauma otak

Cedera kepala merupakan cedera yang sering terjadi setelah kecelakaan lalu lintas. Setiap tahunnya, lebih dari 5% orang di dunia mengalami cedera serius di kepala akibat kecelakaan atau benturan dengan benda keras.

Pada kasus yang parah, cedera kepala mengakibatkan kerusakan pada bagian terpenting dalam sistem saraf pusat yang ada di otak. Hal ini tentu berdampak pada kondisi kesehatan seseorang jika tidak ditangani dengan baik.

Cedera kepala dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kehilangan memori hingga kelumpuhan bahkan kematian. Walau jika kecelakaan tidak menimbulkan kerusakan pada kerangka, hal ini tidak menjamin kondisi otak akan tetap baik-baik saja.

Maka, cara berkendara yang baik harus Anda terapkan agar dapat menghindari terjadinya cedera kepala.

Tips aman ketika berkendara

menghindari cedera kepala
Sumber : OtoRev

Beberapa kebiasaan ini mungkin terlihat sepele. Namun, setidaknya Anda dapat mengurangi kesalahan dalam berkendara dan dapat mengurangi potensi kecelakaan.

Fokus dan hindari gangguan saat mengemudi

Hal-hal di dalam kendaraan dapat mengalihkan perhatian Anda saat mengemudi, terutama ketika mengendarai mobil. Baik orang-orang di sekitar Anda, suara radio, maupun gadget Anda.

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), beberapa kebiasaan yang dapat mengganggu fokus Anda saat mengemudi di antaranya adalah mengobrol, mengatur radio di mobil, menerima telepon, dan membalas pesan pendek di ponsel. Bahkan, kebiasaan ini membuat potensi kecelakaan akan lebih besar terjadi.

Cara yang paling baik adalah memfokuskan diri Anda pada jalanan serta memperhatikan rambu jalan dan mematuhi peraturan yang ada.  Dengan mengurangi risiko kecelakaan, Anda dapat menghindari terjadinya cedera kepala.

Gunakan pengaman

Gunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil, gunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Helm yang dipakai juga sebaiknya helm terstandar secara nasional.

Walaupun potensi kecelakaan masih mungkin terjadi ketika Anda menggunakan pengaman, namun cara ini dapat membantu menghindari cedera kepala dan mengurangi risiko cedera pada bagian tubuh yang lain.

Jangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol

Ketika Anda berencana untuk pulang dan berkendara sendiri, ada baiknya Anda menolak ajakan minum alkohol.

Alkohol memberikan efek pada tubuh, beberapa di antaranya adalah berkurangnya refleks terhadap sesuatu, koordinasi tubuh yang tidak seimbang, serta mengganggu konsentrasi.

Tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, berkendara di bawah pengaruh alkohol juga melanggar peraturan. Mengemudi bersama teman yang sedang mabuk juga tidak dianjurkan karena dapat membahayakan keselamatan.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan

Beberapa pengobatan tertentu biasanya juga akan berpengaruh pada kondisi tubuh Anda, termasuk kemampuan Anda dalam berkendara.

Kandungan dalam obat menghasilkan efek mengantuk. Pada beberapa kasus, obat dapat membuat Anda akan lebih lambat bereaksi.

Untuk menghindari risiko kecelakaan dan cedera terutama pada kepala, sebaiknya Anda mengetahui informasi seputar pengobatan yang sedang dijalani serta berkonsultasi pada dokter. Pastikan obat yang Anda konsumsi tidak menimbulkan efek samping yang dapat mempengaruhi efektivitas Anda saat mengemudi.

Kecelakaan dapat terjadi kapan saja, baik akibat kesalahan sendiri maupun faktor yang lainnya. Tetaplah waspada dengan jalanan di sekitar dan rutin melakukan pemeriksaan kendaraan agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Transplantasi Kepala Mungkin Dilakukan Secara Medis?

Para ahli di bidang medis mengatakan bahwa transplantasi kepala adalah hal yang absurd, baik itu dari segi sains ataupun etika.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/02/2018 . 4 menit baca

Tanda dan Gejala Subdural Hematoma, Perdarahan Otak yang Berakibat Fatal

Salah satu jenis trauma kepala berat yang harus diwaspadai adalah perdarahan otak yang disebut subdural hematoma. Apa saja tanda dan gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/01/2018 . 5 menit baca

Mengenal Tekanan Intrakranial, Kondisi Tekanan Tinggi Pada Rongga Kepala

Bila Anda merasakan pusing yang tak tertahankan dan disertai mual, muntah, dan gangguan penglihatan, waspada terjadinya peningkatan tekanan rongga kepala.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/01/2018 . 5 menit baca

3 Tips Melindungi Gigi dan Mulut Saat Olahraga

Dalam banyak kasus, cedera saat olahraga merupakan penyebab utama cedera gigi dan mulut pada remaja dan orang dewasa. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 10/12/2017 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

olaharaga dihindari penderita spondilolistesis

5 Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Penderita Spondilolistesis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/10/2019 . 4 menit baca
cara mencegah acl

Cedera Lutut ACL Bisa Jadi Permanen, Cegah dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/07/2019 . 4 menit baca
menghindari cedera saat yoga

5 Tips Mencegah Cedera Saat Yoga yang Mesti Diingat Para Pemula

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2019 . 4 menit baca
Glasgow Coma Scale alias GCS adalah

Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS), Penilaian Tingkat Kesadaran Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 29/10/2018 . 6 menit baca