3 Kiat Jitu Bagi Pasien ADHD dalam Mengatur Waktu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

ADHD (Attention-deficit hyperactivity disorder) adalah gangguan yang menyebabkan seseorang menjadi impulsif, hiperaktif, dan kurang fokus. Pasien ADHD yang sudah dewasa umumnya tidak memiliki manajemen waktu yang baik sehingga sulit mengatur waktu. Namun, tidak perlu khawatir, ada berbagai tips yang cukup ampuh membantu pasien berikut ini.

Kenapa pasien ADHD sangat perlu mengatur waktu?

ADHD memang lebih umum didiagnosis saat masa anak-anak. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa menyerang orang dewasa. Pada orang dewasa, gejala ADHD tidak terlihat jelas. Namun, kebanyakan dari mereka akan mengalami kesulitan konsentrasi dan mengingat arah serta informasi.

Semua hal tersebut membuat pasien ADHD sulit untuk mengatur waktunya dengan baik. Contohnya, sering telat masuk ke kantor karena tidak bisa mengatur waktu untuk mempersiapkan diri dan kesulitan saat perjalanan menuju ke kantor.

Bila dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada banyak hal. Mulai dari pekerjaan, hubungan dengan orang lain, hingga kesehatan.

Tips mengatur waktu untuk pasien ADHD

Menurut American Academy of Family Physicians, mengatur waktu dengan baik bagi penderita ADHD dapat membantunya meningkatkan kualitas hidup.

Kay Grossman, seorang terapis ADHD juga menjelaskan bahwa mengasah keterampilan mengatur waktu untuk orang dengan ADHD memang sulit. Namun, keterampilan ini bisa ditingkatkan seiring waktu dengan belajar dan membiasakan diri, seperti:

  • Merencanakan kegiatan yang akan dilakukan setiap hari
  • Menggunakan tanda khusus untuk menunjukkan bahwa waktu telah berlalu dan ia perlu beralih ke aktivitas lainnya

Untuk lebih jelasnya, pasien ADHD bisa mengikuti tips mengatur waktu berikut ini.

1. Sesuaikan jadwal kegiatan dengan kemampuan

menulis tangan vs mengetik

Cara mengatur waktu yang baik selalu diawali dengan membuat jadwal kegiatan. Nah, pasien bisa membuat perencanaan untuk kegiatan apa saja yang ingin dilakukan untuk esok hari.

Namun, sesuaikan kegiatan tersebut dengan kemampuan diri. Tidak hanya itu, pertimbangkan juga teknologi penunjang (seperti penggunaan alarm), kemudahan dalam mengerjakan, dan seberapa lama pasien perlu menyelesaikan aktivitas tersebut.

Jika sudah membuat daftar kegiatan, pilih 3 hingga 5 kegiatan yang kemungkinan bisa dikerjakan di hari tertentu. Selanjutnya, ikuti kegiatan yang dibuat dalam jadwal tersebut.

Bila pasien berhasil menyelesaikannya tepat waktu, itu artinya kemampuan pasien ADHD dalam mengatur waktu mengalami peningkatan. Jika tidak, pasien perlu melakukan penyesuaian rencana kegiatan kembali.

2. Asah kemampuan mengatur waktu dengan berbelanja

daftar belanjaan untuk buat makanan sehat untuk anak

Kemampuan mengatur waktu akan semakin baik jika terus dilatih. Nah, pasien bisa mengasah kemampuan ini lewat berbelanja. Saat berbelanja pasien harus membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dengan batas waktu tertentu.

Aktivitas ini bisa membantu pasien untuk fokus pada suatu hal, yakni mengingat keperluan apa saja yang perlu dibeli. Pasien juga dapat belajar memperkirakan berapa lama ia harus berbelanja dari satu toko ke toko yang lain.

3. Selalu catat hal yang penting

manfaat menulis

Catatan dapat membantu Anda terhindar dari kelupaan. Namun, bisa juga menjadi cara untuk pasien ADHD dalam mengatur waktu. Mencatat melibatkan otak, telinga, dan mata Anda bekerja sama dalam mencerna suatu informasi lebih baik.

Ketika informasi lebih mudah dicerna, pasien akan lebih mudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Pasien boleh menggunakan buku atau memanfaatkan kecanggihan ponsel sebagai media untuk mencatat.

Jangan lakukan hal ini

lethologica sulit mengingat kata

Supaya latihan mengatur waktu bagi pasien ADHD berjalan optimal, ada beberapa hal yang perlu dihindari, seperti:

1. Tidak melakukan suatu pekerjaan lebih awal

Sulit konsentrasi membuat pasien ADHD lebih lama melakukan sesuatu. Namun, bukan berarti pasien perlu melakukan sesuatu lebih awal. Bila hal ini diterapkan, justru ada kemungkinan pasien akan mengulur-ulur waktu sehingga malah semakin lama dalam menyelesaikan sesuatu.

Alih-alih selesai lebih cepat, hal ini malah membuat pasien lebih lama menyelesaikan tugas dan telat mengerjakan tugas lainnya. Tetaplah taat pada kegiatan yang telah dibuat sesuai denhan jadwal.

2. Jadwal padat tanpa istirahat

Keberhasilan belajar mengatur waktu tidak dilihat dari seberapa banyak kegiatan yang bisa dilakukan pada hari itu. Ini dapat dikatakan berhasil, saat pasien dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang dibuat.

Jadi, hindari membuat jadwal kegiatan yang terlalu padat karena tantangannya akan semakin besar. Malah bisa membuat pasien kewalahan dan frustrasi. Luangkan waktu beristirahat untuk mengisi kembali energi dan menjernihkan otak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca