Lupus Tak Jadi Penghalang Saat Liburan, Ini 5 Tips untuk Mencegahnya Kambuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Ketika kambuh, penyakit lupus bisa menimbulkan beberapa gejala sekaligus. Mulai dari tubuh lesu, ruam, sesak napas, hingga demam tinggi. Jika Anda sedang berlibur, gejala tersebut tentu berdampak pada kegiatan Anda. Kabar baiknya, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah lupus kambuh saat liburan.

Beragam tips mencegah serangan lupus selama liburan

Gejala lupus muncul ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan penyakit justru keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Penyakit lupus bisa kambuh tanpa gejala. Namun, saat gejalanya muncul, penyakit ini dapat menghambat aktivitas Anda.

Guna mencegahnya, berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

1. Mengurangi paparan sinar matahari

Tidak semua penderita lupus sensitif akan sinar matahari. Akan tetapi, sebuah studi dalam jurnal Photodermatology, Photoimmunology & Photomedicine menemukan bahwa sinar matahari adalah salah satu faktor yang cukup sering memicu gejala lupus.

Oleh sebab itu, penderita lupus disarankan mengurangi paparan sinar matahari untuk mencegah lupus kambuh saat liburan. Bila Anda betul-betul harus beraktivitas di bawah terik matahari, jangan lupa menggunakan sunscreen dengan SPF 50 atau lebih.

2. Menghindari makanan pemicu gejala lupus

Wisata kuliner saat liburan memang menyenangkan, tapi penderita lupus perlu hati-hati. Anda sebaiknya menghindari konsumsi bawang putih dan kecambah alfalfa.

Pasalnya, keduanya mengandung senyawa yang bisa memacu kerja sistem kekebalan tubuh dan memperparah gejala lupus.

Selain itu, penderita lupus juga disarankan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya bisa meningkatkan kolesterol dan memicu peradangan. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan berlemak, dan kacang-kacangan.

3. Melindungi diri dari paparan racun dan zat kimia

Dampak dari polusi udara pada kebahagiaan

Asap rokok, polusi, dan zat kimia dari lingkungan adalah beberapa racun yang mungkin Anda hadapi selama berlibur. Beberapa di antaranya bisa memicu gejala lupus. Guna mencegah lupus kambuh saat liburan, coba hindari lokasi yang terpapar racun tersebut.

Hindari pula area pembangunan gedung atau lokasi yang banyak memiliki pasir, batu, serta tanah. Area ini biasanya penuh akan debu silika. Jika terhirup, debu silika bisa memasuki paru-paru dan memicu respons kekebalan tubuh.

4. Menghindari konsumsi obat tertentu

Sekitar 10 persen penderita lupus mengalami kambuh akibat konsumsi obat tertentu. Jenis obat yang cukup sering memicu serangan lupus antara lain obat tidur menyerupai melatonin, serta antibiotik berupa trimethoprim dan sulfamethoxazole.

Namun, setiap penderita lupus bisa saja mengalami kambuh akibat jenis obat lainnya. Guna mencegah lupus kambuh saat liburan, cobalah berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter mengenai jenis obat yang perlu Anda hindari ataupun baru Anda konsumsi.

5. Mengelola stres dengan baik

bernapas berlebihan hiperventilasi

Selama liburan pun Anda tidak sepenuhnya luput dari stres. Stres bisa saja timbul akibat jalanan yang macet, antrean tiket yang panjang, dan lain sebagainya. Meskipun wajar, stres juga merupakan pemicu serangan lupus pada beberapa penderitanya.

Ketika stres melanda, rehatlah sejenak dan carilah tempat yang nyaman untuk duduk. Tempatkan tangan kanan pada dada dan tangan kiri pada perut. Tarik napas Anda, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga Anda merasa lebih baik.

Penyakit lupus bisa berdampak besar terhadap kegiatan Anda selama liburan. Meski begitu, Anda dapat mencegah lupus kambuh saat liburan dengan beberapa cara sederhana. Fokuslah dengan menghindari faktor yang menjadi pemicunya.

Setiap penderita lupus bisa saja memiliki pemicu yang berbeda, Anda pun demikian. Sebelum berlibur, kenali dan catatlah faktor-faktor yang menjadi pemicu kondisi Anda. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan apa saja pemicu tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 29, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 16, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca