Tips Mencegah Lansia Terjebak Saat Banjir Melanda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek awal tahun 2020 telah memakan puluhan korban meninggal. Beberapa di antaranya merupakan lansia yang terjebak banjir sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Lansia termasuk dalam kelompok yang rentan dalam kondisi darurat seperti banjir. Ini sebabnya para lansia dan orang-orang yang merawatnya perlu melakukan upaya antisipasi. Simak informasi berikut untuk mengetahui langkah-langkahnya.

Membantu lansia menghadapi bencana banjir

mencegah tersengat listrik banjir

Banjir dapat terjadi kapan saja dan menyebabkan kerusakan dalam waktu cepat. Bagi lansia dengan kondisi kesehatan yang menurun dan kemampuan gerak yang terbatas, hal ini tentu dapat membahayakan jiwa.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention dan beberapa sumber lainnya, berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu lansia menghadapi banjir:

1. Mempersiapkan rencana darurat

Lansia biasanya terjebak banjir karena tidak memiliki rencana evakuasi dalam kondisi darurat sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Sebagai orang terdekat, Anda bisa membantu dengan cara membuat rencana darurat tersebut.

Sediakan ponsel berisi kontak anggota keluarga dan tetangga. Pastikan orang-orang tersebut tahu ke mana lansia akan mengungsi bila terjadi bencana banjir. Siapkan pula nomor-nomor darurat, lalu salin nomor tersebut dan simpan dalam dompet yang aman.

Saat musim penghujan tiba, mulailah mencari informasi tentang lokasi posko bencana, layanan kesehatan darurat, serta jalur yang bisa Anda lalui jika akses jalan tertutup banjir.

Hal ini akan membantu Anda merencanakan jalur evakuasi saat banjir melanda.

2. Mempersiapkan perlengkapan darurat

Ketika banjir, mungkin banyak lansia yang terjebak di rumahnya tanpa listrik, makanan, dan air bersih.

Mereka biasanya terjebak selama berhari-hari karena bantuan tidak dapat datang dengan cepat. Inilah mengapa Anda perlu mempersiapkan perlengkapan darurat.

Adapun perlengkapan darurat bencana yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Makanan untuk 3-6 hari ke depan. Sediakan makanan kalengan atau kering yang bisa tahan lebih lama.
  • Air bersih untuk 3-6 hari ke depan. Sediakan air dalam galon atau kemasan untuk mempermudah Anda.
  • Pakaian ganti dan selimut.
  • Perlengkapan P3K.
  • Perlengkapan dasar seperti senter, baterai, pisau, korek api, kantong plastik, alat makan sederhana, ponsel, charger, dan sebagainya.
  • Perlengkapan kebersihan seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, hand sanitizer, tisu basah, dan kantong plastik untuk sampah.
  • Daftar kontak yang sudah ditulis.
  • Uang tunai.

3. Mempersiapkan perlengkapan medis darurat

Banyak lansia perlu mengonsumsi obat-obatan atau menggunakan alat medis tertentu untuk menunjang kehidupannya. Jika lansia terjebak banjir tanpa perlengkapan medis tersebut, hal ini juga dapat membahayakan jiwanya.

Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan perlengkapan medis darurat yang bisa segera dibawa saat banjir melanda.

Perlengkapan medis darurat yang perlu dipersiapkan di antaranya:

  • Obat-obatan yang biasa dikonsumsi.
  • Kacamata dan alat bantu dengar.
  • Alat suntik bila memerlukannya.
  • Kursi roda, kruk, tongkat, dan alat medis lainnya bila memilikinya.
  • Baterai untuk alat medis.
  • Kartu identitas diri dan foto.
  • Daftar obat-obatan yang biasa dikonsumsi.
  • Daftar alergi makanan dan obat-obatan.
  • Salinan kartu asuransi untuk lansia.

Banjir merupakan bencana yang amat berbahaya, terutama bagi lansia yang rentan terjebak di dalam rumahnya.

Walau demikian, Anda dapat membantu lansia menghadapi banjir dengan menyusun rencana evakuasi serta mempersiapkan perlengkapan darurat yang diperlukan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 3, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca