4 Risiko Kesehatan Akibat Sering Pinjam Meminjam Helm

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menggunakan helm saat mengenderai motor itu penting. Helm melindungi kepala Anda dari cedera jika terjadi kecelakaan. Meski memberi perlindungan, meminjam helm orang lain atau memakai helm bergantian bisa menularkan berbagai penyakit. Apa saja penyakitnya? Lantas, bagaimana caranya untuk mencegah penularan penyakit tersebut?

Penyakit yang bisa menular akibat meminjam helm orang lain

Naik motor bisa jadi pilihan tepat sebagian besar orang untuk melewati jalan sempit dan menembus kemacetan. Ditambah lagi, sekarang sudah banyak jasa ojek online atau pangkalan yang siap panggil agar Anda lebih cepat sampai ke tujuan.

Sayangnya, bagi pelanggan ojek memakai helm bergantian dengan orang lain bisa menimbulkan masalah. Berikut berbagai penyakit yang bisa menular dari penggunaan helm secara bergantian.

1. Kutu rambut

Kutu rambut hidup di kulit kepala, alis, bahkan bulu mata seseorang. Kutu ini memakan darah manusia sehingga menimbulkan rasa gatal. Jika terus digaruk, kulit kepala Anda bisa terluka.

Kutu rambut sangat mudah menular. Anda dapat ketularan jika meminjam helm yang sebelumnya dipakai oleh orang yang punya kutu rambut.

Kutu dapat loncat dari helaian rambut ke tali pengait helm atau kain pelindung bagian dalam helm dan singgah sementara di sana. Ketika Anda selanjutnya yang memakai helm itu, risiko tertular kutu rambut sangat besar.

2. Kurap

Kurap merupakan salah satu jenis infeksi kulit kepala oleh jamur dermatofita. Infeksi ini bisa menyebabkan bercak kemerahan berbentuk cincin dan bersisik pada kulit. Bercak ini dapat menimbulkan rasa gatal, jika tidak diobati bisa menyebabkan kebotakan.

Menurut CDC, kurap dapat menular dari melalui benda-benda orang yang terinfeksi, seperti pakaian, handuk, topi, sisir, atau helm. Jadi, meminjam helm orang lain saat naik ojek bisa meningkatkan risiko Anda terkena kurap di kulit kepala.

3. Kudis

Selain kurap, kudis juga bisa menular dengan mudah. Kondisi ini terjadi akibat serangan parasit jenis Sarcoptes scabiei var. Hominis pada lapisan kulit.

Awalnya parasit kudis hanya menempel di permukaan kulit, sampai kemudian masuk ke sela-sela kulit dan bertelur di dalamnya. Kulit yang dihinggapi parasit kudis akan terasa gatal dan memunculkan ruam merah seperti jerawat.

Penyebaran penyakit kulit ini umumnya terjadi melalui kontak langsung berkepanjangan. Namun, bisa juga menyebar dari benda yang dipakai oleh orang yang terinfeksi. Itu artinya, jika Anda meminjam helm orang lain yang terinfeksi kudis, Anda akan berisiko terkena penyakit yang sama.

4. Infeksi bakteri staphylococcus

Bakteri Staphylococcus merupakan jenis kuman yang biasa ditemukan pada kulit atau hidung orang sehat.

Namun ketika jumlahnya berlebihan, bakteri ini akan menyebabkan penyakit yang disebut impetigo, meski kemungkinan infeksinya relatif kecil. Impetigo adalah infeksi yang menimbulkan lenting kemerahan gatal pada kulit. Lenting impetig bisa pecah kapan saja.

Penularannya melalui kontak kulit antara orang yang terinfeksi dengan orang lain yang memiliki luka di kulit. Meminjam helm orang lain bisa menjadi salah satu cara penularan impetigo, bila sebelumnya helm digunakan oleh orang yang terinfeksi dan Anda yang menggunakan setelahnya memiliki luka di kulit kepala.

Meski kecil kemungkinannya, Anda tidak boleh menganggap sepele. Pasalnya, bakteri staph bisa mengancam nyawa jika infeksinya sampai memasuki aliran darah dan menyerang paru atau jantung.

Mencegah bahaya meminjam helm pada orang lain

Kunci pencegahannya adalah tidak memakai helm secara bergiliran.

Jika Anda terbiasa naik ojek ke mana pun, bawalah helm milik Anda sendiri. Selain lebih aman, Anda tentu lebih nyaman menggunakan helm sendiri yang lebih terjamin kebersihannya.

Jika tidak memungkinkan, selalu sediakan hair cap (penutup rambut) antiair yang terbuat dari plastik. Ini lebih baik ketimbang meminjam helm yang sebelumnya dipakai orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Membunuh Kutu Scabies untuk Hindari Infeksi Kudis Berulang

Tungau scabies yang bersarang di dalam kulit bisa menyebabkan kudis. Cari tahu cara mematikan dan membunuh kutu scabies agar terbebas dari risikonya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 19/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Penyebab Scabies dan Faktor Risiko Kudis yang Perlu Diwaspadai

Infeksi tungau di kulit merupakan penyebab scabies atau kudis. Ketahui bagaimana tungau berkembang di dalam kulit dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit