Kesalahan Saat Membersihkan Telinga yang Mulai Harus Dihentikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Merawat diri adalah bagian dari rutinitas yang perlu dilakukan oleh semua orang. Kesehatan sangat bergantung pada diri Anda sendiri. Sayangnya, orang terkadang kurang memperhatikan cara atau metode terbaik atau yang dianjurkan oleh para ahli. Contoh yang mungkin Anda sendiri belum tahu adalah bagaimana cara membersihkan telinga yang benar.

Mengapa telinga menghasilkan kotoran?

Pertama-tama Anda perlu mengetahui alasan mengapa telinga menghasilkan cairan kuning yang mungkin bagi sebagian orang perlu dibersihkan. Cairan ini bernama serumen dan merupakan bagian dari upaya tubuh dalam melindungi telinga Anda. Bahkan, kotoran telinga atau earwax bersifat antibakteri yang memungkinkan telinga dapat bersih dengan sendirinya.

Serumen atau yang sebagian orang sebut kotoran telinga ini menjaga telinga dengan cara menyaring debu atau hal lain agar tidak masuk lebih dalam. Selain itu, serumen menjaga kelembapan telinga sehingga Anda tidak merasa gatal atau kering.

Membersihkan telinga yang benar dapat dilakukan sendiri di rumah. Namun, Anda juga perlu memperhatikan dan menghindari kesalahan yang sering dilakukan berikut ini.

Kesalahan saat membersihkan telinga

telinga kemasukan air

Anda mungkin merasa puas dan mengira sudah melakukan cara membersihkan telinga yang benar ketika menggunakan cotton bud. Padahal, setiap kali Anda membersihkan telinga menggunakan alat tersebut, Anda membahayakan telinga dan pendengaran.

Selain itu, hindari juga melakukan hal berikut ini saat ingin menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan kotoran telinga.

1. Membersihkan telinga secara rutin

Kebanyakan orang bahkan tidak perlu membersihkan telinga mereka. Ketika Anda menggerakan rahang dan mengunyah, Anda sudah membantu dalam proses mengeluarkan kotoran telinga.

Beberapa orang memang menghasilkan serumen lebih banyak. Namun, pada umumnya telinga memproduksi serumen sesuai dengan yang dibutuhkan. Meski telah melakukan metode membersihkan telinga yang benar, Anda tidak perlu melakukannya terlalu sering.

2. Menggunakan cotton swabs, cotton buds atau korek kuping

Pada kebanyakan kemasan korek kuping dapat ditemukan cara pemakaian dan sebenarnya tidak dianjurkan untuk digunakan untuk membersihkan telinga. Korek kuping malah dapat mendorong serumen lebih dalam dan menyebabkan impaksi serumen.

Kemungkinan terburuk adalah ketika kapas terlepas dan tertinggal dalam telinga. Ketika terjadi, Anda perlu bantuan ahli medis atau dokter untuk mengeluarkannya.

3. Memasukan benda runcing

Ketika merasakan ketidaknyamanan, sebagian orang akan memasukan benda seperti contohnya jari, pulpen, atau benda runcing lainnya. Benda apapun yang mirip dengan korek kuping akan menimbulkan risiko yang sama.

Lebih baik Anda mencari tahu bagaimana cara membersihkan telinga yang benar dan menahan rasa tidak nyaman yang dirasakan.

4. Terapi lilin atau terapi ear candle

Beberapa penelitian menunjukan bahwa terapi lilin untuk mengeluarkan serumen dalam telinga bukanlah cara membersihkan telinga yang benar dan tidak efektif. Bahkan, menurut Food and Drug Administration (FDA), terapi lilin dapat menyebabkan cedera seperti luka bakar hingga menembus bagian dalam telinga.

Apakah perlu membersihkan kotoran telinga?

Sebenarnya, Anda tidak perlu membersihkan telinga jika tidak diperlukan. Namun ketika serumen menumpuk dan menyebabkan beberapa gejala, Anda mungkin mengalami yang namanya impaksi serumen. Diantanya adalah:

  • Nyeri atau merasa pengap pada telinga
  • Telinga seperti tersumbat
  • Pendengaran terganggu dan semakin memburuk
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Gatal, keluar cairan atau bau di telinga
  • Batuk

Lalu bagaimana cara membersihkan telinga yang benar?

Cara terbaik untuk menghilangkan penumpukan lilin dari telinga adalah dengan mengunjungi dokter. Dengan tindakan yang dilakukan seorang ahli, kotoran telinga dapat dikeluarkan dengan menggunakan alat khusus, seperti sendok serumen, forceps, atau alat penghisap secara aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . 4 menit baca

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . 6 menit baca

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . 5 menit baca

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 4 menit baca
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 menit baca
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 menit baca
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 6 menit baca