6 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang suka makan pepaya? Buah pepaya nyatanya tidak hanya dikonsumsi dagingnya saja, tetapi juga daunnya, lho. Bagi Anda yang suka makan-makanan tradisional, pastinya tidak asing dengan menu tumis daun buah pepaya. Selain rasanya yang gurih dan sedikit pahit, ternyata daun pepaya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja yang bisa didapat dari manfaat daun tersebut? Yuk, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Manfaat daun pepaya yang berkhasiat baik untuk tubuh

1. Mengandung zat anti kanker

Meskipun daun si buah pepaya rasanya pahit, tetapi manfaatnya sangat luar biasa. Mengapa sangat luar biasa? Ya, daun pada pepaya ini, memiliki sifat penangkal radikal bebas atau kandungan sifat anti-kanker. Studi penelitian dalam Journal Ethnopharmacology menyatakan, bahwa jus daun buah pepaya dapat melawan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit kronis. Contoh zat kanker yang dapat dicegah seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker pankreas, kanker hati, dan kanker paru-paru. Manfaat lainnya, juga dapat membuang racun dalam tubuh yang bisa menjadi cikal bakal kanker.

2. Dapat menghambat pertumbuhan bakteri

Manfaat daun pahit yang satu ini berpotensi besar menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Hal ini diketahui bahwa daunnya saja mengandung lebih dari 50 bahan aktif, termasuk senyawa karpain yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, cacing, parasit, bakteri dan berbagai bentuk sel-sel kanker. Kandungan tanin dalam daun pepaya juga dapat membasmi pertumbuhan cacing yang dapat merusak dinding usus.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Selain buahnya yang dapat melancarkan buang air, daun pepaya juga sebagai obat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jika daun buah pepaya dibuat jus, khasiatnya bisa melawan infeksi virus seperti virus flu atau radang pada tenggorokan. Manfaat lainnya setelah mengonsumsi jus daun pepaya adalah, dapat meregenerasi sel-sel darah putih dan trombosit secara alami.

4. Mencegah dan mengobati malaria

Daun pada pohon pepaya juga bermanfaat sebagai daun yang dapat mencegah malaria. Rasa pahit dari daunnya akan cepat mengusir virus malaria. Caranya, jika Anda terkena serangan malaria, ambil beberapa daun pepaya dan Anda bisa membuat jus dari daun pepaya tersebut, minum sekali saja dalam satu hari. Anda bisa merasakan manfaatnya selama 5 hari setelah meminum jus tersebut.

5. Meredakan sakit saat menstruasi

Masalah perempuan yang satu ini bisa diatasi dengan merebus atau menghaluskan daun pepaya yang berwarna hijau tua. Jus daun pepaya sangat efektif dalam mengurangi nyeri haid. Bila Anda ingin mengambil manfaatnya, silahkan rebus 3 lembar daun pepaya dengan 2 cangkir kecil air putih, tambahkan asam jawa dan garam, lalu didihkan. Minum air rebusan ini selama periode menstruasi.

6. Mencegah terjadinya demam berdarah

Pencegahan demam berdarah juga bisa didapat dari daun pepaya. Penyakit ini, merupakan salah satu penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dengue atau nyamuk aides, sehingga dapat berakibat fatal. Biasanya, penderita demam berdarah akan diberikan obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin dan ibuprofen yang memiliki efek samping, sehingga tidak baik untuk mengambil untuk menyembuhkan demam berdarah.

Nah, dengan jus daun dari pohon pepaya yang juga didaulat sebagai obat tradisional untuk demam berdarah menunjukkan, bahwa ekstrak daun pepaya mengandung enzim papain yang berguna untuk meningkatkan trombosit. Sehingga bisa meringankan penyakit demam berdarah pada tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit